• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Dimaksud dengan Ablasi Retina?

Apa yang Dimaksud dengan Ablasi Retina?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mata adalah salah satu bagian tubuh yang vital. Dengan begitu, memastikan mata untuk selalu sehat sangat penting untuk dilakukan. Banyak orang yang menjaganya dengan senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan membatasi mata untuk melihat layar alat elektronik. Meski begitu, secara tidak sengaja mungkin saja kamu mengalami luka pada mata.

Seseorang yang mengalami cedera pada mata dapat mengalami robekan kecil di dalam retinanya. Gangguan ini dapat menyebabkan ablasi retina, yaitu kelainan mata yang mengakibatkan lepasnya lapisan yang berguna melindungi mata tersebut. Seseorang yang mengalami gangguan ini harus segera mendapatkan perawatan agar menghindari buta permanen.

Baca juga: 4 Kondisi yang Mengharuskan Screening Retina

Apa Itu Ablasi Retina?

Retina adalah membran yang peka terhadap cahaya dan terletak di bagian belakang mata. Saat cahaya melewati mata, lensa akan memfokuskan gambar pada retina dan mengubah gambar menjadi sinyal yang dikirim ke otak. Salah satu gangguan pada retina yang dapat terjadi adalah ablasi retina. Hal ini terjadi ketika lapisan tipis jaringan di belakang mata tersebut menjauh dari posisi normalnya.

Ablasi retina dapat memisahkan sel-sel retina dari lapisan pembuluh darah yang memasok oksigen dan makanan. Beberapa gejala yang dapat terjadi saat seseorang mengalami gangguan ini adalah penglihatan mata berkurang dan mengalami bercak titik hitam serta kilatan secara tiba-tiba. Seseorang yang mengidap gangguan ini dapat mengalami kehilangan penglihatan sebagian hingga total.

Maka dari itu, tindakan pencegahan sangat penting untuk dilakukan agar gangguan tersebut tidak menyebabkan kebutaan. Cara pertama yang dapat dilakukan adalah memastikan gangguan mata yang terjadi benar karena ablasi retina atau bukan. Kamu juga bisa memastikannya dengan berbicara pada dokter di Halodoc, lho.

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami ablasi retina?

  1. Robekan pada Retina

Penyebab pertama yang dapat membuat seseorang mengalami ablasi retina adalah robekan pada lapisan mata tersebut. Saat robekan terbentuk, cairan dapat berkumpul di bawah retina dan menarik retina jauh dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut membuat retina kehilangan suplai darah dan berhenti bekerja, sehingga menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan.

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

  1. Eksudatif

Seseorang yang mengalami hal ini terjadi karena cairan yang menumpuk di belakang mata, padahal tidak ada robekan. Cairan mendorong retina untuk menjauh dari jaringan di belakangnya. Penyebab utamanya adalah kebocoran pada pembuluh darah dan pembengkakan karena kondisi, seperti cedera, peradangan, atau degenerasi makula karena faktor usia.

  1. Traksional

Ablasi retina juga dapat disebabkan oleh pembentukan jaringan parut pada permukaan retina. Saat terjadi, retina akan menjauh dari bagian belakang mata. Traksional biasanya terjadi pada seseorang dengan gangguan diabetes yang tidak terkontrol atau kondisi lainnya. Diabetes yang terjadi dapat merusak pembuluh darah di belakang mata.

Untuk mengetahui jika kamu mengalami ablasi retina atau tidak adalah dengan melihat gejala yang ditimbulkan. Berikut beberapa gejalanya:

  • Munculnya bintik-bintik hitam kecil yang tampak melayang pada penglihatan secara tiba-tiba.
  • Mengalami kilatan cahaya pada satu atau kedua mata.
  • Penglihatan yang menjadi kabur.
  • Penglihatan sisi (periferal) yang berkurang secara bertahap.
  • Timbulnya bayangan seperti tirai di atas bidang visual.

Baca juga: Tips Mudah Menjaga Kesehatan Mata

Dengan mengetahui gejala yang ditimbulkan dan beberapa penyebabnya, setidaknya kamu dapat melakukan tindakan pencegahan segera. Sehingga, gangguan pada mata tersebut tidak menyebabkan gangguan yang fatal, seperti  kebutaan sementara hingga permanen. Maka dari itu, kamu harus benar-benar memastikan jika mata mengalami gejala yang sama seperti yang telah disebutkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Retinal detachment.
Web MD. Diakses pada 2020. Retinal Detachment.