28 September 2018

Apakah Benar HPV Lebih Berbahaya Ketimbang HIV?

Penyakit HPV, penyakit menular HPV

Halodoc, Jakarta – HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyebab utama AIDS yang dianggap sebagai penyakit mematikan selama beberapa dekade. Kasus HIV paling awal pada manusia terjadi di tahun 1959 di Kongo. Akan tetapi, ada virus yang ternyata lebih mematikan ketimbang AIDS, yaitu HPV.

Human papillomavirus atau HPV adalah penyakit menular seksual yang paling umum. Ini tidak mirip dengan HIV atau herpes, tetapi jauh lebih berbahaya daripada keduanya. Sangat tinggi  risiko baik pria dan wanita yang aktif secara seksual mengidap HPV.

Dalam banyak kasus, penyakit menular HPV hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan masalah kesehatan apa pun. Sejauh ini ditemukan ada 200 jenis virus HPV dan 20 di antaranya menjadi penyebab kanker. Makanya ketika HPV tidak hilang, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti kutil kelamin dan kanker.

Kutil kelamin biasanya muncul seperti benjolan kecil atau sekelompok benjolan di daerah genital. Ukurannya beragam, mulai dari kecil atau besar, menyembul ataupun pipih, bahkan ada yang berbentuk seperti kembang kol.

Virus HPV dapat menyebar ketika seseorang melakukan hubungan intim dengan orang yang sudah mengidap HPV. Selain itu, penyakit menular HPV dapat diteruskan kepada orang yang berbeda walaupun orang yang terinfeksi tersebut tidak memiliki gejala apapun.

Siapa pun yang aktif secara seksual memiliki risiko mengidap HPV. Bahkan, jika kamu melakukan hubungan intim hanya dengan satu orang. Kamu juga bisa mengembangkan gejala bertahun-tahun setelah berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi. Oleh karena itu, sulit untuk mengetahui kapan kamu pertama kali terinfeksi.

Kanker serviks sejauh ini merupakan penyakit terkait HPV yang paling umum. Hampir semua kasus kanker serviks, yang merupakan penyebab utama kematian pada wanita dapat dikaitkan dengan infeksi HPV. Kenyataannya wanita lebih rentan tertular virus dibandingkan pria. Ini dikarenakan anatomi genitalia wanita yang lebih rumit dan lembap sehingga lebih rentan terhadap perkembangan virus dan bakteri.

Kenapa HPV lebih berbahaya ketimbang AIDS, ini disebabkan kontak kulit dengan kulit yang terkena HPV akan memberikan penyebaran virus yang signifikan. Gejalanya juga tidak langsung kelihatan, bisa bertahun-tahun baru muncul.

Menggunakan kondom secara teratur dan benar saat berhubungan intim bisa mengurangi penularan HPV hingga 70 persen. Dimana menggunakan kondom hanya separuh waktu mengurangi risiko hingga 50 persen.

Berkembang Lebih Cepat saat Imun Tubuh Lemah

Imun tubuh yang lemah ternyata sangat berperan terhadap penyebaran dan perkembangan virus HPV. Umumnya, wanita yang memiliki imun tubuh lemah lebih mengembangkan virus lebih cepat ketimbang wanita yang memiliki imun tubuh lebih kuat. Hal ini juga yang membuat kutil kelamin bisa datang dan pergi ketika imun tubuh berhasil melawan virus yang masuk.

Selain meminimalisir kemungkinan penularan HPV melalui melakukan aktivitas seksual, sehat dan mengetahui riwayat seksual pasangan, memperkuat imun tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, menjaga pola tidur berkualitas, serta olahraga rutin adalah cara-cara yang disarankan.

Meski begitu hal ini tidak menjadi jaminan, sebab tergantung dengan jenis virus HPV yang menginfeksi. Hal itu karena pada beberapa situasi ada virus HPV yang dapat menginduksi penghindaran kekebalan dari sel yang terinfeksi, sehingga virus menjadi tidak terdeteksi untuk jangka waktu yang lama.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyakit HPV atau seputar kesehatan reproduksi lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Kamu juga bisa menanyakan seputar tips kesehatan dan informasi lainnya di sini. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: