Apakah Normal Alami Kaki Bengkak setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Normal Alami Kaki Bengkak setelah Melahirkan?

Halodoc, Jakarta – Selama hamil, tubuh ibu akan terlihat lebih besar karena mengalami pembengkakan. Salah satu bagian tubuh yang mengalami pembengkakan adalah kaki atau sering disebut dengan edema tungkai. Umumnya, bengkak pada kaki akan menyusut dan kembali ke ukuran normal setelah ibu melahirkan. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan ukuran kaki tidak segera kembali. 

Kaki bengkak alias edema tungkai adalah hal normal dan dialami wanita yang tengah mengandung. Selain pada kaki, pembengkakan juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, seperti pada tangan, wajah, tungkai, serta pergelangan kaki. Sudah melahirkan, tetapi bengkak masih terjadi dan ukuran kaki masih belum kembali ke ukuran semula. Apakah hal ini normal? Simak penjelasannya pada artikel ini! 

Baca juga: 5 Cara Atasi Kaki Bengkak Ibu Hamil

Mengetahui Penyebab Kaki Bengkak Setelah Melahirkan 

Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu sangat wajar terjadi selama masa kehamilan. Hal itu disebabkan oleh perubahan yang terjadi, termasuk dalam jumlah produksi darah dan cairan yang digunakan dalam membantu perkembangan janin di dalam rahim. Selain itu, kaki bengkak juga bisa terjadi karena penumpukan cairan di dalam tubuh. 

Saat hamil, tubuh ibu akan memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan progesteron. Meningkatnya kedua hormon ini memicu retensi atau penumpukan cairan di tubuh serta menyebabkan pembengkakan, termasuk pada kaki. Pembengkakan juga bisa dipicu karena rahim yang membesar akibat adanya janin. Rahim yang membesar bisa menekan pembuluh vena di kaki sehingga aliran darah menjadi terhambat. 

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan kaki ibu hamil menjadi lebih bengkak, termasuk efek samping cairan infus dan proses persalinan yang dijalani. Umumnya, kaki bengkak akan kembali normal beberapa hari setelah melahirkan. Perlu waktu sampai ukuran kaki kembali normal, sebab setelah persalinan, jaringan ekstra, pembuluh darah, dan cairan yang dibutuhkan selama bayi di dalam kandungan masih tersimpan. 

Baca juga: Wajarkah Kaki Bengkak Setelah Melahirkan?

Cairan yang menyebabkan bengkak akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine atau keringat. Maka dari itu, setelah persalinan ibu mungkin akan lebih sering buang air kecil dibanding biasanya. Bengkak yang terjadi selama kehamilan atau setelah proses persalinan bisa membuat ibu merasa tidak nyaman. Untuk mengurangi risiko kaki bengkak, usahakan untuk cukup istirahat dan hindari berdiri terlalu lama. Ibu hamil juga sebaiknya tidak duduk dengan menyilangkan kaki karena berisiko menghambat aliran darah. 

Mencegah kaki bengkak setelah melahirkan juga bisa dilakukan dengan konsumsi makanan sehat, terutama selama masa kehamilan. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan protein rendah lemak, sayur dan buah, serta perbanyak konsumsi air mineral untuk membantu proses pengeluaran cairan dari tubuh. Sebaliknya, hindari atau batasi jumlah konsumsi garam, gula, dan lemak. Sebab, jenis makanan tersebut malah berisiko menyebabkan pembengkakan terjadi. 

Meski bersifat umum dan wajar, kaki bengkak selama hamil atau persalinan sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika pembengkakan tak kunjung reda setelah lebih dari satu minggu, disertai gejala sakit kepala dan nyeri pada kaki, serta pembengkakan hanya terjadi pada salah satu kaki.

Baca juga: 5 Alasan Penyebab Kaki Bengkak

Cari tahu lebih lanjut seputra kaki bengkak setelah melahirkan dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. 7 Natural Treatments for Postpartum Swelling.
American Pregnancy. Diakses pada 2019. Swelling During Pregnancy.
Baby Center. Diakses pada 2019. Postpartum: Swelling (edema).