Apakah Pengidap Ambiguous Genitalia Bisa Memiliki Keturunan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
apakah-pengidap-ambiguous-genitalia-bisa-memiliki-keturunan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Ambiguous genitalia atau yang dikenal juga dengan istilah kelamin ganda adalah suatu kelainan langka di mana kelamin bayi tidak jelas, apakah ia laki-laki atau perempuan. Ambiguous genitalia sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan gangguan perkembangan organ seksual pada anak. Meski tidak membahayakan nyawa, tetapi ambiguous genitalia bisa memengaruhi perkembangan seksual pengidapnya saat dewasa nanti, termasuk dalam hal memiliki keturunan. 

Apa Itu Ambiguous Genitalia?

Bayi yang mengalami ambiguous genitalia memiliki organ kelamin yang penampilannya tidak jelas atau ambigu, sehingga jenis kelaminnya sulit ditentukan. Kondisi ini terjadi karena alat kelamin bayi tidak terbentuk dengan sempurna selama ia masih di dalam kandungan. Bayi dengan ambiguous genitalia bisa memiliki tanda kelamin laki-laki dan perempuan. Itulah mengapa kelainan ini disebut juga dengan kelamin ganda. Selain itu, bisa juga terjadi kondisi di mana alat kelamin bagian luarnya tidak cocok dengan organ kelamin bagian dalam ataupun dengan kromosom seksual bayi tersebut. 

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami ambiguous genitalia, di antaranya karena adanya kelainan kromosom atau kelainan pada hormon. Kelainan perkembangan seksual akibat jumlah kromosom bisa terjadi pada bayi yang mengalami sindrom Turner dan sindrom Klinefelter. Hal ini karena kedua sindrom tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami kekurangan atau kelebihan kromosom di dalam selnya, sehingga mengakibatkan kelamin tidak bisa berkembang dengan sempurna. Sedangkan kelainan perkembangan seksual akibat hormon, biasanya terjadi karena adanya kelainan pada produksi hormon atau sensitivitas organ seksual selama bayi dalam kandungan terhadap hormon tersebut.  

Baca juga: Ketahui Gejala Ambiguous Genitalia pada Bayi Perempuan

Lantas, bagaimana bila anak mengalami ambiguous genitalia?

Meski tidak berakibat fatal, tetapi ambiguous genitalia bisa memengaruhi psikologis dan kesejahteraan sosial. Dampak tersebut bahkan tidak hanya bisa dirasakan oleh orang tua, tetapi juga pada anak yang mengidap kelainan tersebut ketika ia beranjak dewasa nanti. Oleh karena itu, ambiguous genitalia perlu ditangani dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Namun, karena kasus ini tergolong kompleks dan jarang terjadi, maka diperlukan tim dokter khusus untuk menanganinya.

Biasanya tim dokter untuk menangani kasus ambiguous genitalia terdiri dari beberapa dokter spesialis, seperti dokter anak, dokter ahli bedah umum anak, dokter ahli perawatan bayi baru lahir, ahli urologi pediatrik, dokter ahli sistem endokrin dan kelenjar, dokter ahli genetik, dan psikolog.

Operasi merupakan pilihan yang paling sering diambil untuk menangani ambiguous genitalia. Namun, sebelum menjalani tindakan medis tersebut, dokter dan orang tua bayi perlu memutuskan terlebih dahulu jenis kelamin untuk Si Kecil. Setelah itu, operasi akan dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada organ kelamin bayi. Tindakan ini juga mungkin akan dilanjutkan dengan terapi hormon ketika pengidap berusia remaja. Hal ini bertujuan untuk membantu pengidap menjalani masa pubertas. Konseling juga tidak kalah penting untuk dilakukan guna menjaga kesehatan psikologis dan emosi orang tua dan pengidap itu sendiri.

Baca juga: Pentingnya Jaga Kehamilan agar Terhindar dari Ambiguous Genitalia

Dapatkah Pengidap Ambiguous Genitalia Memiliki Anak?

Sayangnya, ambiguous genitalia bisa menyebabkan ketidaksuburan dan gangguan fungsi seksual, sehingga pengidap kemungkinan besar akan sulit memiliki keturunan saat ia dewasa nanti. Namun, orang tua bisa mendiskusikan dengan tim dokter mengenai cara terbaik untuk memfasilitasi fungsi seksual dan menjaga kesuburan seksual anak sampai ia dewasa.

Baca juga: Penyebab Kemandulan yang Perlu Diketahui

Bila kamu masih ingin mengetahui tentang kelainan perkembangan seksual ini lebih lanjut, tanyakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:

Mayo Clinic (2019). Ambiguous Genitalia - Symptoms and Causes.