Apakah Serangan Panik pada Anak Berbeda dengan Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Serangan Panik pada Anak Berbeda dengan Orang Dewasa?

Halodoc, Jakarta – Panic attack atau serangan panik bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Gangguan psikologis ini dikaitkan dengan perasaan cemas yang bisa kapan saja muncul dan sangat mengganggu. Perbedaan mendasar pada serangan panik anak dan dewasa ada pada cara mengenali perasaan dan menyampaikannya. 

Anak-anak cenderung akan kesulitan untuk menyampaikan apa yang sedang ia rasakan. Sedangkan pada orang dewasa, serangan panik bisa lebih mudah dikenali dan bisa disampaikan secara verbal. Selain ketidakmampuan dalam menyampaikan atau mengomunikasikan rasa cemas yang dialami, serangan panik pada anak dan orang dewasa, ternyata juga memiliki gejala yang berbeda. 

Baca juga: Fobia Dapat Sebabkan Gangguan Kecemasan, Ini Alasannya

Mengenal Serangan Panik pada Anak dan Orang Dewasa

Gangguan panik berbeda dengan rasa cemas biasa yang umum dialami. Kondisi ini merupakan gangguan psikologis dan sebaiknya ditangani dengan tepat. Orang dengan gangguan serangan panik sangat mungkin untuk mengalami ketakutan yang tiba-tiba saat sedang berada di situasi mengancam atau berbahaya, misalnya saat sedang menyebrang jalan.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Pada anak-anak, serangan panik sering tidak disadari dan hanya dianggap sebagai rasa takut biasa. Padahal, anak bisa sangat merasa takut sampai tidak sanggup lagi menahannya. Kesulitan dalam menyampaikan perasaan menjadi alasan hal tersebut bisa terjadi. 

Ada berbagai gejala serangan panik pada anak, di antaranya sering mengalami mimpi buruk dan membuat tidur terganggu, merasa gelisah dalam jangka panjang alias konstan, sulit berkonsentrasi, menjadi lebih rewel, dan sering mengamuk. Anak-anak yang mengalami serangan panik mungkin juga akan menunjukkan penurunan pada kemampuan belajar atau sering tertidur di sekolah, karena tidurnya pada malam hari terganggu rasa panik. 

Sementara pada orang dewasa, serangan panik biasanya akan lebih mudah dikenali dan bisa disampaikan. Salah satu contoh gangguan kecemasan yang memicu rasa panik pada orang dewasa dan remaja berkaitan dengan lingkungan sosial. Kecemasan sosial umumnya hanya dialami orang dewasa dan remaja, bukan anak-anak. 

Baca juga: Cemas Berlebihan, Waspadai Penyakit Gangguan Kecemasan

Gangguan panik atau kecemasan pada orang dewasa biasanya akan memicu gejala yang jarang dialami anak-anak. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami otot tegang dan sensasi nyeri pada perut. Kabar buruknya, serangan panik pada orang dewasa sering mendorong muncul mekanisme koping ke arah yang kurang baik, seperti konsumsi minuman beralkohol atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang. 

Kendati begitu, serangan panik pada orang dewasa terkadang juga ditandai dengan gejala yang mirip pada anak-anak. Seseorang yang tengah mengalami serangan panik mungkin akan menunjukkan gejala berupa sulit tidur, tidak bisa fokus, mengalami keringat dingin, pusing, nyeri dada, mual, sesak napas, detak jantung yang tidak teratur, serta perasaan gelisah dan selalu panik. 

Jika mengalami serangan panik atau mengenal orang yang menunjukkan gejala gangguan ini, sebaiknya temani dan dampingi. Pasalnya, serangan panik yang muncul tiba-tiba bisa sangat mengganggu dan membuat seseorang merasa sangat ketakutan. Pada beberapa kasus, serangan panik juga bisa mengganggu aktivitas harian dan mungkin membuat seseorang melakukan hal-hal yang berbahaya. 

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

Cari tahu lebih lanjut seputar serangan panik pada anak-anak dan orang dewasa dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Anxiety Disorders and Anxiety Attacks.
Pyramid Healthcare. Diakses  pada 2020. Anxiety: How is it Different for Kids and Adults?