3 Cara Menghitung Usia Kehamilan
Setiap ibu hamil penting untuk mengetahui usia kehamilannya agar bisa mendapatkan hari perkiraan lahir yang akurat.

DAFTAR ISI
- Cara Menghitung Usia Kehamilan
- Konsultasikan dengan Dokter Ini Jika Mengalami Tanda-Tanda Hamil
- Tahapan Perkembangan Kehamilan (Trimester)
- Pastikan Kehamilan Sehat dengan Melakukan Tes Lab Pakai Halodoc
- Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
- Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
- FAQ
Setelah dinyatakan hamil, salah satu hal penting yang perlu diketahui ibu hamil adalah usia kehamilannya.
Usia kehamilan ini perlu dihitung secara akurat supaya bumil maupun dokter dapat memantau perkembangan atau pertumbuhan organ janin yang sedang berkembang. Bahkan, mengetahui usia kehamilan juga bisa memudahkan bumil dalam memprediksi hari kelahiran bayi.
Namun, banyak ibu hamil yang bingung bahkan tidak tahu cara menghitung usia kehamilan. Nah, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan dengan tepat.
Cara Menghitung Usia Kehamilan
Ada tiga cara untuk menghitung usia kehamilan, yaitu dari hari pertama haid terakhir, tanggal mengalami ovulasi dan melalui pemeriksaan ultrasonografi. Begini cara penghitungan ketiganya;
1. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
HPHT adalah cara yang paling umum digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Cara ini mungkin lebih mudah apabila ibu mengalami haid secara teratur tiap bulannya.
Jika ibu mengalami haid yang teratur dan mengetahui hari pertama haid terakhir, maka usia kehamilan dapat dihitung dari tanggal tersebut. Usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir ibu dan bukan dari tanggal pembuahan.
Pembuahan biasanya terjadi sekitar 11-21 hari setelah hari pertama haid terakhir. Setelah mengetahui tanggal menstruasi terakhir, bumil bisa memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL) dengan menambahkan 40 minggu dari hari pertama menstruasi.
Berikut adalah dua contoh penghitungan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) untuk menghitung HPL (Hari Perkiraan Lahir):
Contoh 1: HPHT terjadi pada Januari-Maret
Misalnya HPHT pada 10 Februari 2021
- Tahun: 2021
- Bulan: 2+9 = 11 (November)
- Hari: 10+7 = 17
- Hari perkiraan lahir: 17-11-2021 atau 17 November 2021
Contoh 2: HPHT terjadi pada April-Desember
Misalnya HPHT pada 15 Agustus 2022
- Tahun: 2022+1 = 2023
- Bulan: 8-3 = 5 (Mei)
- Hari: 15+7 = 22
- Hari perkiraan lahir: 22-5-2023 atau 22 Mei 2023
Bagi wanita yang memiliki periode menstruasi tidak teratur atau wanita yang tidak dapat mengingat hari pertama menstruasi terakhirnya, mungkin sulit untuk menentukan usia kehamilan menggunakan metode ini. Dalam kasus ini, pemeriksaan ultrasonografi sering diperlukan untuk menentukan usia kehamilan.
2. Tanggal ovulasi
Cara menghitung usia kehamilan yang lainnya adalah dengan menghitung dari tanggal ovulasi (pelepasan sel telur). Ovulasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama haid.
Bisa dibilang cara ini lebih akurat untuk melakukan penghitungan usia kehamilan yang sebenarnya. Salah satu tanda ovulasi yang bisa kamu ketahui adalah dengan melihat kekentalan lendir serviks.
Namun, sayangnya tidak semua wanita mengetahui dan menyadari kapan dirinya mengalami ovulasi.
3. Pemeriksaan ultrasonografi
Pengukuran bayi melalui USG pada awal kehamilan adalah cara yang paling akurat. Biasanya, pemeriksaan ini bisa dilakukan sejak usia kandungan mencapai 5-6 minggu.
Nah, waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu ke-8 dan ke-18 kehamilan.
Pada trimester pertama, pemeriksaan USG akan berfokus untuk mengukur panjang dari bagian atas kepala hingga bagian bawah bokong bayi.
Pada tahap akhir kehamilan, USG mengukur bagian tertentu dari tubuh bayi termasuk perut, kepala, dan tulang paha untuk memastikan usia kehamilan dan pertumbuhan janin.
Konsultasikan dengan Dokter Ini Jika Mengalami Tanda-Tanda Hamil
Apabila kamu mengalami tanda tanda hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dokter spesialis kandungan di Halodoc berpengalaman bisa memberikan informasi terkait perawatan selama hamil muda supaya tetap berjalan lancar.
Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:
- dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Fitria Angela Umar Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2022. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Dokter di atas siap membantu kamu dalam menjalani kehamilan yang sehat dan aman.
Dengan Halodoc, ibu bisa berkonsultasi dengan mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.
Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang juga!
Tahapan Perkembangan Kehamilan (Trimester)
Begini tahapan perkembangan di tiap trimester:
- Trimester pertama (minggu 1-12): Pembentukan organ vital. Ibu mungkin mengalami morning sickness, kelelahan, dan perubahan suasana hati.
- Trimester kedua (minggu 13-27): Ibu biasanya merasa lebih berenergi. Janin mulai bergerak aktif. Risiko keguguran menurun.
- Trimester ketiga (minggu 28-40+): Tahap akhir di mana berat badan janin naik pesat. Ibu mungkin sering buang air kecil dan sesak napas.
Pastikan Kehamilan Sehat dengan Melakukan Tes Lab Pakai Halodoc
Untuk mengetahui risiko kesehatan yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil, ada baiknya untuk melakukan beberapa tes lab selama kehamilan.
Pasalnya, selama hamil ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi dalam kandungan seperti anemia, diabetes, kekurangan vitamin D, gangguan hormon tiroid, dan penyakit infeksi lain.
Dengan mengetahui risiko ini lebih awal, dokter dapat merencanakan perawatan dan tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Ibu pun kini dapat memesan Layanan Paket Kehamilan Trimester 2 di rumah dengan menggunakan layanan Homecare by Halodoc.
Layanan homelab ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi manapun yang kamu pilih (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).
Selain itu, paket ini juga mencakup pemeriksaan AFP, yang disarankan dilakukan pada minggu ke-15 hingga ke-20 untuk skrining kelainan pada bayi seperti Down syndrome dan spina bifida.
Karena dilakukan di rumah, ibu bisa memantau kondisi kesehatan sendiri dengan lebih baik.
Nah, ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab dari Homecare by Halodoc, antara lain:
- Tak perlu repot keluar rumah.
- Hemat waktu dan biaya
- Tenaga kesehatan responnya cepat.
- Protokol kesehatan ketat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc.
- Sampel diambil secara aman dan steril.
- Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
- Harganya mulai dari Rp2.500.000,-
- Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
- Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter tepercaya dari Halodoc.
Booking Paket Tes Kehamilan Trimester 2 di Homecare by Halodoc Mulai dari Harga Rp2.500.000!
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
Sekadar informasi, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan setidaknya 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga.
Bumil juga perlu memberi tahu dokter terkait kondisi yang dirasakan saat kunjungan pemeriksaan agar dokter bisa memprediksi usia kehamilan secara tepat. Berikut manfaat pemeriksaan kehamilan yang perlu bumil ketahui:
- Memantau kemajuan proses kehamilan untuk memastikan kesehatan pada ibu dan tumbuh kembang janin.
- Mengetahui adanya komplikasi kehamilan sejak dini
- Menjaga kesehatan ibu dan bayi sehingga proses persalinan berjalan tanpa hambatan.
- Menurunkan jumlah angka kematian pada ibu maupun bayi.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Segera konsultasikan dengan dokter kandungan jika kamu mengalami:
- Perdarahan.
- Nyeri perut yang hebat.
- Gerakan janin berkurang atau tidak terasa.
- Kondisi lain yang mengkhawatirkan.
Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!
Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2025. Calculating Conception.
Medscape. Diakses pada 2025. Evaluation of Gestation.
Verywell Family. Diakses pada 2025. What Is Gestational Age?
Standford Children Health. Diakses pada 2025. Calculating a Due Date.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2025. Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Fasilitas Kesehatan.
FAQ
1. Kenapa HPHT dianggap hari ke-0 kehamilan?
Secara klinis, usia kehamilan dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir karena umur oosit (sel telur) mulai berkembang pada titik tersebut, meski pembuahan baru terjadi dua minggu kemudian.
2. Apa itu akurasi Crown-Rump Length (CRL)?
Melalui USG trimester pertama, dokter mengukur jarak kepala ke bokong janin (CRL), yang merupakan parameter paling akurat untuk mengoreksi kesalahan hitung usia kehamilan berbasis HPHT.
3. Bisakah usia kehamilan berubah di tengah jalan?
Usia kehamilan tidak berubah, namun taksiran persalinan bisa bergeser jika terjadi hambatan pertumbuhan janin intrauterin (IUGR) yang dideteksi melalui ukuran diameter biparietal kepala janin.


