• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Gangguan Kesehatan yang Bikin Sendawa Terus Tanpa Henti

3 Gangguan Kesehatan yang Bikin Sendawa Terus Tanpa Henti

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orang tentu pernah sendawa. Hal ini biasanya terjadi setelah makan atau minum terlalu cepat, atau sambil mengobrol. Akibatnya, lambung ikut terisi oleh udara yang masuk lewat mulut. Sendawa merupakan reaksi tubuh yang normal. Namun, bagaimana jika sendawa terjadi terus tanpa henti?

Sendawa Terus Tanpa Henti Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesehatan Ini

Sekali dua kali, setiap habis makan atau minum, mungkin wajar jika kamu sendawa. Namun, jika sendawa terjadi terus-menerus dalam jangka waktu lama, bisa jadi itu tanda adanya gangguan kesehatan.

Secara umum, berikut ini gangguan kesehatan yang mungkin jadi penyebab sendawa terus tanpa henti:

1.Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease atau refluks asam lambung adalah salah satu penyebab umum dari sendawa terus tanpa henti. Kondisi ini adalah aliran balik asam lambung, atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. 

Baca juga: Perlunya Bersendawa Setelah Makan

Normalnya, lambung bertugas memecah makanan yang masuk agar dapat diserap tubuh. Asam dan enzim diproduksi untuk memudahkan tugas dari lambung. Namun, jika jumlah asam yang dihasilkan terlalu banyak, tentunya dapat menyebabkan masalah lambung, seperti refluks asam lambung atau GERD. 

Jika kamu cukup sering mengalami refluks asam lambung (setidaknya lebih dari dua kali per minggu), kondisi ini kemungkinan sudah berkembang menjadi GERD. Gejalanya adalah sensasi panas terbakar di ulu hati, perut kembung dan perih mulas, serta sering sendawa.  

Hal-hal yang memicu terjadinya GERD cukup banyak. Mulai dari makanan tertentu, obat-obatan, dan zat lainnya dapat memperparah GERD, termasuk kopi, soda, alkohol, serta saus tomat.

2.Infeksi Bakteri H. pylori

Pernah dengar tentang bakteri Helicobacter pylori? Bakteri tersebut merupakan penyebab utama dari penyakit tukak lambung, yang hidup di lapisan lendir saluran pencernaan, sehingga menyebabkan peradangan dan luka iritasi pada lambung dan usus halus.

Baca juga: Ketahui Cara Tepat Atasi Perut Kembung

Jika terjadi infeksi bakteri H. pylori, gejala yang akan dialami adalah mual, perut terasa sakit dan perih, begah, berat badan turun drastis, kehilangan nafsu makan, sulit menelan, serta sering bersendawa. Pada kasus yang parah, infeksi bakteri H. pylori bisa menyebabkan gastritis dan kanker lambung.

3.Hernia Hiatal

Area dada dipisahkan oleh dinding otot yang bernama diafragma. Pada orang dengan hernia hiatal, diafragma tertekan oleh lambung, akibat menonjolnya bagian atas lambung hingga ke bagian pembukaan diafragma. Akibatnya, asam lambung jadi lebih mudah naik, disertai gejala rasa panas di perut, nyeri dada, serta sering sendawa.

Hernia hiatal terjadi akibat tekanan yang intens di sekeliling otot perut, seperti batuk kencang, refleks muntah, mengejan selama buang air besar, serta saat mengangkat benda berat. Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita, orang yang obesitas, dan lansia.

Itulah beberapa kemungkinan gangguan kesehatan yang bisa sebabkan sendawa terus tanpa henti. Selain berbagai kondisi tersebut, sering sendawa bisa disebabkan oleh produksi gas berlebih yang menyebabkan perut menjadi kembung. 

Baca juga: Sendawa Berlebihan Disertai Gejala-gejala Ini, Segera ke Dokter

Ada juga beberapa penyakit yang menyebabkan tubuh memproduksi gas berlebih, seperti pankreatitis kronis atau penyakit celiac. Dua kondisi tersebut dapat menyebabkan pencernaan atau penyerapan gula serta polisakarida menjadi buruk.

Jika kamu mengalami sendawa terus tanpa henti, sebaiknya segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter. Dengan begitu, kamu bisa terbantu untuk mengetahui apa penyebab atau diagnosis yang tepat, serta langkah pengobatan yang bisa dilakukan.

Referensi:
Women’s Health. Diakses pada 2020. Excessive Burping Symptoms
Share Care. Diakses pada 2020. What Causes Frequent Burping
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Helicobacter Pylori (H. pylori) Infection
WebMD. Diakses pada 2020. Hiatal Hernia.