• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Komplikasi Polip Hidung pada Anak yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Komplikasi Polip Hidung pada Anak yang Perlu Diwaspadai

3 Komplikasi Polip Hidung pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Agustus 2021
3 Komplikasi Polip Hidung pada Anak yang Perlu Diwaspadai

“Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan untuk mengalami polip hidung. Gangguan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada Si Kecil akibat gejala yang ditimbulkan, salah satunya hidung tersumbat. Di samping itu, polip hidung juga dapat menghambat aliran udara normal dan drainase cairan pada hidung. Bila dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi yang lebih serius pada Si Kecil.”

Halodoc, Jakarta – Polip hidung adalah gangguan kesehatan yang rentan untuk dialami oleh segala kalangan usia, tanpa terkecuali anak-anak. Kondisi ini merupakan pertumbuhan jaringan pada area hidung atau sinus (saluran pernapasan hidung). Tumbuhnya jaringan tersebut bersifat non kanker dan berbentuk layaknya tetesan air mata. Namun, perlu diketahui bahwa ukuran polip hidung dapat bervariasi pada setiap pengidapnya. Bila ukuran polip besar atau tumbuh bergerombol, kondisi ini dapat menimbulkan gejala.

Pada anak-anak, gejala polip hidung sekilas terlihat seperti pilek yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati. Polip hidung juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada Si Kecil, karena gejala seperti ingusan, hidung tersumbat, hingga gangguan penciuman dapat menyertainya. Oleh sebab itu, kondisi ini jangan sampai disepelekan. Sebab, polip hidung yang dibiarkan tanpa penanganan dapat semakin membesar dan menyebabkan berbagai komplikasi serius. Penasaran apa saja? Simak infonya di sini! 

Baca juga: 4 Cara Mencegah Polip Hidung yang Perlu Diketahui

Komplikasi yang Dapat Terjadi Pada Anak

Polip hidung dapat menyebabkan komplikasi karena polip yang tumbuh dapat menghambat aliran udara normal dan drainase cairan pada hidung. Di samping itu, iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan) juga dapat menjadi pemicu membesarnya polip hidung. Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat polip hidung, antara lain:

  1. Memicu Serangan Asma

Polip hidung pada anak tidak secara langsung dapat memicu serangan asma. Namun, bila ukurannya semakin besar, kelancaran aliran udara yang masuk melalui hidung akan terganggu. Hal tersebut dapat memicu kambuhnya asma disebabkan oleh hidung yang tersumbat akibat penumpukan lendir dan cairan di rongga hidung dan sinus. 

  1. Sleep Apnea

Kondisi ini merupakan gangguan tidur yang tidak boleh disepelekan karena pernapasan dapat berulang kali berhenti selama tidur. Melansir dari studi yang dilakukan oleh Brazilian Journal of Otorhinolaryngology, polip hidung dapat menjadi salah satu pemicu munculnya sleep apnea, meskipun jumlah kasusnya tidak terlalu banyak. Anak yang mengidap gangguan tidur ini biasanya seringkali mendengkur dengan keras, bernapas dengan mulut, hingga mengalami batuk atau tersedak saat tidur. 

  1. Infeksi Sinus

Si Kecil yang mengidap polip hidung dapat membuatnya lebih rentan terhadap infeksi sinus. Melansir dari Cleveland Clinic, polip hidung pada anak adalah salah satu penyebab infeksi sinus kronis yang seringkali tidak disadari. Infeksi sinus kronis yang terjadi akibat polip hidung, umumnya ditandai dengan gejala seperti timbulnya lendir berwarna kuning atau hijau pekat dari hidung. Lendir tersebut juga terasa menetes di bagian belakang tenggorokan, disertai dengan hidung tersumbat, sakit kepala, dan berkurangnya daya penciuman (anosmia).

Baca juga: Hidung Terasa Tersumbat Terus-Menerus? Ini 10 Gejala Polip Hidung

Cara Menangani Polip Hidung pada Anak

Untuk menangani polip hidung, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan yang sesuai. Umumnya diagnosis akan dilakukan menggunakan endoskopi hidung. Endoskopi sendiri adalah alat yang dilengkapi dengan lensa pembesar atau kamera, yang berfungsi untuk memberikan tampilan hidung dan sinus pada layar, secara rinci. Namun, pada beberapa kasus, dokter perlu melakukan metode tes lain seperti biopsi (pengambilan sampel kecil) dari polip yang tumbuh.

Beberapa jenis obat dapat digunakan sebagai upaya untuk mengobati polip hidung pada anak. Salah satunya adalah steroid semprot yang berfungsi untuk mengecilkan polip, sehingga dapat meredakan hidung meler dan mengurangi rasa tersumbat pada hidung. Ada beberapa jenis steroid semprot yang biasa digunakan, seperti misalnya fluticasone, budesonide, atau mometason. 

Steroid injeksi atau oral juga dapat menjadi pilihan. Namun, pastikan penggunaan obat steroid tersebut dalam pengawasan dokter. Sebab, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang serius, termasuk retensi cairan, peningkatan tekanan di mata, hingga peningkatan tekanan darah

Dokter juga akan menganjurkan prosedur operasi seperti misalnya polipektomi, untuk menghilangkan polip sepenuhnya. Hal ini dilakukan apabila gejala tidak kunjung membaik setelah penggunaan obat-obatan.

Baca juga: Bahayakah Polip Hidung Bagi Pernapasan?

Bila anak mengalami gejala pilek yang tidak kunjung membaik setelah 10 hari dan ibu curiga bahwa Si Kecil memiliki polip hidung, segera periksakan anak ke dokter. Melalui aplikasi Halodoc, Ibu dapat konsultasi seputar keluhan yang dirasakan buah hati secara langsung kepada dokter terpercaya yang ada di Halodoc

Lewat fitur chat atau video call nantinya dokter yang berpengalaman akan memberikan anjuran yang tepat atau memberikan resep yang sesuai terkait kondisi yang dialami Si Kecil. Yuk, download aplikasi Halodoc!

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Nasal polyps
Brazilian Journal of Otorhinolaryngology. Diakses pada 2021. Systematic review: the influence of nasal obstruction on sleep apnea
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Are My Frequent Sinus Infections a Sign I Have Nasal Polyps?
Duke Health. Diakses pada 2021. Sinusitis and Nasal Polyps in Children.