• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

Halodoc, Jakarta - Tantrum pada anak bisa menjadi masalah tersendiri bagi orangtua. Namun, sebenarnya tantrum adalah hal yang wajar terjadi pada Si Kecil karena adanya perkembangan pada kemampuan emosional dan sosialnya. Selain itu, tantrum juga dapat terjadi karena anak mengalami kesulitan dalam menunjukkan perasaannya. 

Saat hal ini terjadi, sang buah hati pasti akan menangis meraung sambil berteriak, bahkan bisa saja mereka berguling atau terduduk di lantai karena apa yang diinginkan tidak dipenuhi oleh orangtua. Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya hal ini? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Sebenarnya, tantrum merupakan fase yang wajar terjadi pada setiap anak. Biasanya, kondisi ini dialami oleh anak yang berusia 1–3 tahun dengan durasi yang berbeda pada setiap anak. Jika tantrum terjadi di rumah, hal ini tentunya bukan menjadi masalah yang berarti bagi orangtua. Namun, bagaimana jika tantrum terjadi di tempat umum? Pasti sangat merepotkan, ya!

Cara Mencegah Tantrum pada Anak

Lalu, bagaimana caranya supaya tantrum tidak terjadi, baik di rumah maupun di tempat umum? Berikut ini beberapa tips pola asuh anak yang bisa ibu lakukan:

  • Tetaplah melakukan rutinitas seperti biasa, terlebih saat waktunya makan dan tidur. Hindari pergi jalan-jalan terlalu jauh atau menunda waktu makan dan tidur siang Si Kecil.
  • Alihkan perhatian sang buah hati dengan mainan favoritnya.
  • Tidak perlu marah, tetap tenang dan cobalah pahami anak. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kelebihan, kekurangan, dan keunikan masing-masing. Selalu tanamkan bahwa pada usianya, mereka belum mampu menyampaikan apa yang diinginkan dengan baik pada orangtuanya.
  • Bantu anak agar tidak mengalami rasa frustasi. Selalu persiapkan anak saat hendak mengalami perubahan baru dengan membicarakannya setiap hari sebelum terjadi. Jelaskan dengan baik dan perlahan pada anak aturan apa saja yang harus ia ketahui dan patuhi.

Baca juga: Mengenal Dampak Pola Asuh Orangtua ke Anak Lewat Film Shazam!

Menghadapi Tantrum pada Anak

Tetap tenang saat anak mengalami tantrum adalah kunci penting yang perlu diingat oleh para orangtua. Jangan buat masalah menjadi lebih rumit dengan memarahi anak. Selalu ingat bahwa orangtua berperan dalam membantu anak menyampaikan apa yang mereka inginkan dengan baik.

Tantrum ditangani dengan cara yang berbeda tergantung pada sebab anak marah. Terkadang, ibu perlu memberikan mereka penghiburan. Jika anak merasa lelah atau lapar, ajak ia beristirahat atau siapkan makanan untuknya. Aktivitas baru juga bisa membantu anak teralihkan dari rasa kesal.

Jika tantrum terjadi karena anak butuh perhatian orangtua, ibu bisa mengurangi perilaku ini dengan mengabaikannya. Jika anak marah setelah ditolak, tetap tenang dan sebaiknya ibu tidak banyak menjelaskan alasan anak tidak mendapatkan keinginannya.

Jika tantrum terjadi setelah ibu meminta anak melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan, abaikan amukan tersebut dan pastikan ibu tetap memintanya menyelesaikan tugas setelah dirinya lebih tenang.

Baca juga: Enggan Menikah tapi Bisa Punya Anak dengan Platonic Parenting

Anak yang cenderung melukai diri sendiri atau orang lain selama mengalami tantrum harus segera dibawa ke tempat yang lebih aman serta tenang dan aman, agar ia bisa menenangkan diri. Apabila ibu butuh bantuan, tanyakan langsung pada dokter spesialis anak atau psikolog anak melalui aplikasi Halodoc. Memang, mengatasi tantrum mungkin tidak mudah bagi beberapa orangtua sehingga membutuhkan bantuan ahlinya. Jangan tunda untuk download aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Temper Tantrum.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Temper Tantrum.
WebMD. Diakses pada 2021. How to Handle a Temper Tantrum.