• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Jenis Kanker Mata yang Perlu Diketahui

4 Jenis Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Seperti namanya, kanker mata terjadi ketika terdapat sel-sel yang bertumbuh secara abnormal pada mata. Jenis kanker mata yang umum terjadi adalah melanoma, tetapi ada jenis lainnya yang memengaruhi berbagai jenis sel pada mata.

Pada dasarnya, mata memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Bola mata, yang sebagian besar diisi dengan bahan seperti jeli yang disebut dengan vitreous humor dan memiliki tiga lapisan utama, yaitu sklera, uvea, dan retina.

  • Orbit, jaringan yang berfungsi untuk melindungi bola mata.

  • Struktur adneksa atau aksesori, misalnya kelopak mata dan kelenjar air mata.

Berbagai jenis kanker bisa terjadi pada masing-masing bagian mata tersebut. Berikut penjelasannya lebih lanjut.

1. Melanoma Okular

Melanoma okular menjadi jenis kanker mata paling umum yang berkembang dalam bola mata pada orang dewasa, tetapi ini masih cukup langka. Melanoma yang berawal di kulit jauh lebih umum daripada yang bermula pada mata.

Melanoma berkembang dari sel pembuat pigmen yang memberi warna pada kulit rambut dan mata kamu, yang disebut melanosit. Ketika berkembang di mata, bagian yang paling sering terinfeksi adalah uvea. Uvea adalah lapisan di dinding mata antara sklera dan retina.

Melanoma hampir selalu dimulai di bagian uvea yang disebut koroid. Hal ini karena sel-sel koroid memiliki pigmen yang sama dengan sel-sel kulit. Namun, melanoma uveal juga bisa dimulai di iris yang juga merupakan bagian dari uvea. Melanoma pada iris biasanya berkembang dengan lambat dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui

2. Retinoblastoma

Jenis kanker mata berikutnya adalah retinoblastoma, kanker yang dimulai pada bagian retina, lapisan paling sensitif di bagian dalam mata. Kanker mata jenis ini sering menyerang anak-anak, dan bisa menyerang salah satu atau kedua mata sekaligus.

Kanker mata ini terjadi ketika sel saraf di retina mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel untuk terus tumbuh dan bertambah banyak yang akhirnya membentuk sel tumor.

Sel-sel retinoblastoma menyerang lebih jauh ke dalam mata dan struktur di dekatnya. Bahkan, sel kanker ini bisa menyebar atau bermetastasis ke area lain dari tubuh, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.

Baca juga: Benarkah Sinar UV Bisa Memicu Kanker Mata?

3. Medulloepithelioma Intraokular

Jenis kanker mata ini terbilang langka. Kanker mata ini bukan termasuk retinoblastoma. Penyakit ini dimulai pada bagian badan silia, sifatnya ganas, tetapi jarang menyebar ke luar mata. Biasanya, kanker mata ini menyebabkan sakit mata dan hilangnya penglihatan. Perawatannya hampir selalu pembedahan untuk mengangkat mata. Ini biasanya menghilangkan semua kanker, asalkan posisinya masih berada di mata.

4. Limfoma Intraokular Primer

Merupakan jenis kanker mata yang dimulai dalam sel darah putih yang disebut limfosit, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Namun, limfoma juga dapat dimulai di organ-organ lain, seperti paru-paru dan lambung.

Limfoma yang terjadi pada mata adalah limfoma sel B non-Hodgkin. Kanker ini disinyalir terjadi karena berbagai faktor, seperti mutasi DNA dan perubahan pada sistem imunitas tubuh. Mereka yang berisiko adalah pemilik imunitas rendah, memiliki riwayat penyakit autoimun, dan penyakit kronis tertentu. Penanganan penyakit ini bisa dilakukan dengan kemoterapi, imunoterapi, radiasi, dan pembedahan.

Baca juga: Kanker Mata Bisa Dideteksi Sejak Dini

Itulah tadi beberapa jenis kanker mata yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai kamu terlambat mendapatkan penanganan, segera tanyakan pada dokter apabila kamu mengalami gejala aneh pada mata. Supaya tidak mengantre atau harus ke rumah sakit, kamu download saja aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu pakai untuk tanya dokter spesialis mata kapan saja. Tidak hanya itu, Halodoc juga bisa kamu pakai untuk beli obat dan cek lab.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Eye Cancer.