• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Penyebab Bercak Merah pada Mata

5 Penyebab Bercak Merah pada Mata

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kamu pasti pernah mengalami gejala mata merah. Pada banyak kasus, kondisi ini umumnya terjadi karena mata kering karena seharian melihat layar komputer atau terjadi iritasi akibat debu. Namun, bagaimana jika yang muncul adalah bercak merah pada mata? Kamu pasti panik karena mengira ini merupakan gejala dari penyakit yang serius. 

Bercak merah pada mata jika dijelaskan secara medis umumnya terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil yang berada di bawah konjungtiva. Bisa juga terjadi pada lapisan bening dan tipis yang menutupi bagian depan sklera (bagian putih mata). Nah, kondisi ini disebut perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan ini biasanya bukan masalah yang serius. Namun, penting untuk memeriksakan ke rumah sakit jika muncul gejala yang membuat kamu merasa tidak nyaman. 

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

 

Apa Saja Penyebab Bercak Merah pada Mata?

Semua orang dari segala usia mudah alami bintik merah pada mata. Melansir dari Healthline, hal ini karena pembuluh darah kecil pada mata adalah bagian yang rapuh dan mudah patah. Selain karena lonjakan tekanan darah, beberapa aktivitas dapat meningkatkan tekanan darah dan menghancurkan beberapa kapiler di mata bisa menyebabkan bercak merah pada mata, seperti batuk, bersin, muntah, pergerakkan usus, persalinan, dan mengangkat beban berat.

Segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu melihat bercak merah pada mata kamu tidak kunjung membaik. Perawatan yang dilakukan sesegera mungkin adalah hal yang disarankan untuk mencegah komplikasi. 

Baca juga: Mana yang Lebih Parah, Mata Minus atau Silinder?

Penyebab Bercak Merah pada Mata yang Perlu Diwaspadai

Selain perdarahan konjungtiva, bercak merah pada mata dapat terjadi karena berbagai penyebab yang patut kamu waspadai, antara lain:

  • Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik dapat menyebabkan bintik merah pada mata. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah di mata pecah karena kadar gula darah yang tinggi. Darah dari pembuluh yang pecah atau bocor dapat menyebabkan "floaters" atau bintik-bintik gelap dalam penglihatan.

Orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki retinopati diabetik sampai mempengaruhi penglihatan mereka. Kondisi ini bisa sebabkan penglihatan mata mulai kabur, penglihatan mata memburuk saat malam, melihat warna yang tampak pudar.

Orang yang mengidap diabetes dapat mengurangi risiko terkena retinopati diabetik dengan mengendalikan kadar gula dan tekanan darah. Selain itu, penyakit ini juga tidak memerlukan perawatan. Waktu penyembuhan dapat bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada ukuran dan tempat.

Dokter biasanya memberikan air mata buatan dan antibiotik tetes jika muncul infeksi akibat bakteri. Jangan khawatir juga jika bintik merah berubah warna dari merah menjadi kuning atau oranye, karena ini adalah tanda bahwa perdarahan sedang disembuhkan. 

  • Episkleritis

Episkleritis adalah gangguan peradangan akut pada episklera, yaitu jaringan tipis antara konjungtiva dan sklera. Peradangan ini menyebabkan mata terlihat merah dan iritasi. Terdapat dua jenis episkleritis, yaitu:

  • Episkleritis sederhana, yaitu jenis paling umum dari episkleritis. Bagian merah pada mata bisa hanya sebagian atau keseluruhan, cenderung ringan dan cepat hilang, serta minim ketidaknyamanan pada mata.
  • Episkleritis nodular, yaitu gejala lanjutan dari episkleritis sederhana dengan munculnya tonjolan pada salah satu area mata, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Meskipun sebagian besar kasus episkleritis akan hilang dengan sendirinya, sekitar sepertiga kasus lainnya dapat dikaitkan dengan masalah peradangan pada bagian tubuh yang lain.

  • Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit atau sickle cell anemia merupakan salah satu kelainan darah turunan yang ditandai dengan anemia kronis. Penyakit ini membuat sel darah yang seharusnya berbentuk bulat dan fleksibel menjadi bentuk sabit dan keras. Akibatnya, pengangkutan hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Orang yang mengalami anemia sel sabit biasanya memiliki bintik merah berbentuk koma atau garis pada bagian bola mata. Hal ini disebabkan karena bentuk sabit pada sel darah merah membuat pembuluh darah menjadi tersumbat, dan berlanjut hingga terjadi perdarahan di mata.

  • Pinguecula

Pinguecula adalah kondisi penebalan jaringan yang melapisi bagian luar mata, biasanya cenderung berwarna kuning dan sedikit menonjol pada bagian konjungtiva. Pengidap biasanya cenderung tidak menyadari saat mengalami kondisi ini. Namun, ketika terlalu lama berada di bawah sinar matahari dan terkena angin, maka ia merasakan peradangan di bagian mata dengan gejala bercak merah dan pembengkakan.

Nah, peradangan inilah yang disebut pinguecula. Kondisi ini kemungkinan disebabkan karena tingginya radiasi sinar UV dari matahari atau iritasi yang sudah kronis akibat paparan angin dan debu.

Baca juga: Mata Kedutan Sebelah Kiri Bukan karena Menangis

  • Hemangioma Konjungtiva

Hemangioma konjungtiva merupakan kecacatan pembuluh darah yang terjadi pada bagian putih mata. Hemangioma konjungtiva ini juga umumnya tidak berbahaya, tapi beberapa orang merasa tidak nyaman karena cenderung memperburuk tampilan mata.

Nah, jadi bercak merah pada mata bisa terjadi karena beberapa kondisi medis tertentu. Sebaiknya jangan tunda pergi ke dokter ketika bercak merah tidak menghilang dalam beberapa hari.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What You Need to Know If You Have a Red Spot on Your Eye.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What Causes a Red Spot on The Eye?