
6 Penyakit yang Termasuk Gangguan Autoimun
Autoimun adalah kondisi ketika sistem imun menyerang sel sehat tubuh.

DAFTAR ISI
- Autoimun Adalah Apa?
- 6 Penyakit Autoimun yang Perlu Kamu Tahu
- Diagnosis Autoimun
- Pengobatan Penyakit Autoimun
- Pencegahan Penyakit Autoimun
- Kesimpulan
Kamu mungkin sering mendengar istilah gangguan autoimun, tapi apa sebenarnya artinya? Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi malah menyerang sel dan jaringan sehat.
Akibatnya, organ bisa mengalami peradangan, kerusakan, hingga gagal berfungsi dengan baik. Saat ini, ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang bisa memengaruhi hampir semua bagian tubuh.
Autoimun Adalah Apa?
Autoimun adalah gangguan kesehatan ketika sistem imun salah mengenali jaringan tubuh sebagai ancaman, lalu menyerangnya. Kondisi ini bisa menyerang kulit, sendi, otak, saraf, jantung, paru-paru, hingga pankreas.
Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, faktor genetik, lingkungan, hormon, dan infeksi tertentu diduga berperan dalam memicu penyakit autoimun.
6 Penyakit Autoimun yang Perlu Kamu Tahu
1. Penyakit Hashimoto
Penyakit Hashimoto menyerang kelenjar tiroid. Akibatnya, kelenjar ini tidak bisa memproduksi hormon tiroid dengan optimal, sehingga memicu hipotiroidisme.
Gejala yang muncul antara lain kelelahan, rambut rontok, kulit kering, dan berat badan naik.
2. Psoriasis
Psoriasis terjadi ketika sistem imun memicu pertumbuhan sel kulit baru terlalu cepat. Akibatnya, kulit tampak kemerahan, bersisik tebal, gatal, dan nyeri.
Jika terjadi di kulit kepala, kondisi ini sering disalahartikan sebagai ketombe.
3. Lupus
Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang bisa menyerang banyak organ sekaligus, seperti ginjal, paru, kulit, darah, dan sendi.
Gejalanya meliputi ruam kulit, nyeri sendi, kelelahan, rambut rontok, hingga demam. Pahami lebih dalam mengenai Lupus – Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya di sini.
4. Rematik
Rematik atau Rheumatoid Arthritis (RA) menyerang sendi. Sistem imun menyerang jaringan sendi sehingga timbul nyeri, kaku, bengkak, dan peradangan kronis.
Jika tidak diobati, rematik bisa merusak sendi secara permanen. Mengalami gejala ini? Berikut 5 Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Perawatan Penyakit Autoimun untuk kamu hubungi.
5. Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung saraf (mielin). Kerusakan ini memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.
Gejala MS bervariasi, mulai dari gangguan penglihatan, mati rasa, kelemahan otot, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan.
6. Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes tipe 1 terjadi saat sistem imun menghancurkan sel pankreas yang memproduksi insulin. Tanpa insulin, tubuh tidak bisa mengontrol kadar gula darah.
Akibatnya, penderita berisiko mengalami gangguan ginjal, saraf, penglihatan, dan gusi. Penderitanya memerlukan terapi insulin seumur hidup.
Pahami lebih lanjut Apa itu Penyakit Autoimun? Penyebab & Pengobatannya berikut ini.
Diagnosis Autoimun
Diagnosis penyakit autoimun seringkali membutuhkan waktu dan melibatkan beberapa langkah. Hal ini dikarenakan gejala autoimun seringkali mirip dengan penyakit lain.
Berikut adalah beberapa metode diagnosis yang umum digunakan:
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit autoimun.
- Tes darah: Tes darah dapat membantu mendeteksi adanya antibodi abnormal yang menyerang jaringan tubuh sendiri, seperti tes ANA (Antinuclear Antibody).
- Tes urine: Digunakan untuk memeriksa fungsi ginjal dan mendeteksi adanya protein abnormal dalam urine.
- Biopsi: Pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
- Pencitraan: Rontgen, MRI, atau USG dapat digunakan untuk melihat kondisi organ dalam tubuh.
Untuk membedakan penyakit autoimun dengan penyakit lain yang gejalanya mirip, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap riwayat kesehatan pasien, gejala yang dialami, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil tes laboratorium. Kombinasi informasi ini akan membantu dokter untuk membuat diagnosis yang tepat.
Pengobatan Penyakit Autoimun
Tidak ada obat untuk sebagian besar penyakit autoimun. Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan peradangan, mengurangi gejala, dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Pilihan pengobatan tergantung pada jenis penyakit autoimun dan tingkat keparahannya. Beberapa pengobatan yang umum digunakan meliputi:
- Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
- Kortikosteroid
- Obat imunosupresan
- Terapi biologis
- Terapi fisik
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rencana perawatan yang tepat. Dokter mungkin juga merekomendasikan perubahan gaya hidup, seperti diet sehat dan olahraga teratur, untuk membantu mengelola gejala.
Mau tahu contoh penyakit autoimun pada kulit? Baca di sini: Ini 5 Penyakit Autoimun Kulit dan Pengobatannya
Pencegahan Penyakit Autoimun
Karena penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui, sulit untuk mencegahnya sepenuhnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit autoimun atau memperlambat perkembangannya:
- Menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang dan olahraga teratur.
- Berhenti merokok.
- Mengelola stres.
- Tidur yang cukup.
- Menghindari paparan bahan kimia dan racun yang diketahui.
- Vaksinasi untuk mencegah infeksi tertentu.
Kesimpulan
Singkatnya, autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat dan menyebabkan berbagai penyakit.
Beberapa contoh yang umum adalah Hashimoto, psoriasis, lupus, rematik, multiple sclerosis, dan diabetes tipe 1.
Meski tidak ada obat yang menyembuhkan total, gejalanya bisa dikendalikan dengan pengobatan medis dan perubahan gaya hidup.
Kalau kamu merasakan gejala yang mengarah pada penyakit autoimun, segera konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


