• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Tips Hindarkan Anak Kecanduan Game Online

6 Tips Hindarkan Anak Kecanduan Game Online

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Kemajuan teknologi yang ada sekarang nyatanya tak hanya memanjakan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berbagai aplikasi game online telah hadir menggantikan permainan-permainan tradisional. Parahnya, game online ini juga telah membuat anak menjadi kecanduan.

Masalah kecanduan game online pada anak nyatanya menjadi hal serius yang tak boleh disepelekan orangtua. Pasalnya, saat sudah mulai main game online, anak-anak yang kecanduan bisa memainkannya berjam-jam hingga mengganggu jadwal belajarnya. Alhasil, prestasi mereka menjadi menurun. Game online pun diduga memiliki efek yang buruk untuk kesehatan mental anak, sehingga orangtua perlu berupaya menhindarkan anak dari kecanduan game online.

Baca juga: Anak-Anak Sering Main Game? Hati-hati 7 Dampak Ini

Tips Menghindarkan Anak dari Kecanduan Game Online

Apa saja sih cara untuk menghindarkan anak dari kecanduan game online? Simak ulasannya berikut!

  • Tetapkan Batas. Apakah anak menghabiskan terlalu banyak waktu dengan game online? Apakah ia terlihat bingung tanpa gadget? Maka bantu anak untuk memulihkan keseimbangan antara dunia game online dan dunia sebenarnya. Jadi, beri batasan durasi, lokasi, bahkan batasan berdasarkan hari dalam seminggu. 
  • Ambil Gadget dan Jauhkan dari Anak. Jika pengaturan batas tidak berjalan dengan baik, jelaskan pada anak bahwa game online telah menjadi terlalu penting dalam hidupnya. Simpan gadget di tempat yang tidak anak ketahui. Ingat, belajar adalah yang paling penting bagi anak saat ini. Katakan pada anak, ia bisa merasa senang tanpa memainkan game online. Setelah itu, diskusikan dengan baik kapan saja anak bisa memainkannya. 
  • Berbagi Gadget. Cara ampuh selajutnya untuk mencegah anak kecanduan game online adalah memintanya untuk berbagi gadget dengan orangtua. Katakan bahwa gadget yang digunakan untuk main game online bukan miliknya seorang, katakan saja bahwa orangtua juga memerlukannya untuk keperluan kerja. Ini akan menunjukkan bahwa orangtua sangat serius dalam menetapkan batasan bermain game online untuk anak. 

Baca juga: Kecanduan Game Bisa Timbulkan Kejang pada Anak

  • Sembunyikan. Saat anak terlalu bergantung pada gadget yang digunakan untuk main game online, cobalah menyembunyikannya sejenak. Coba bujuk anak untuk mengerjakan tugas sekolahnya dan melakukan pekerjaan rumah lainnya selagi gadget disimpan. Saat anak sudah melakukan tugasnya dengan baik, barulah berikan gadget pada anak untuk bermain sejenak. 
  • Jadikan Sebuah Reward. Orangtua juga bisa menjadikan main game online sebagai sebuah tantangan dan penghargaan untuk anak. Misalnya, jika anak dapat menyelesaikan 3 tugas atau melakukan hal yang positif maka ia boleh memainkan game online selama 1 jam (atau berapapun yang orangtua tentukan). Namun, jadikan pula itu sebagai sebuah hukuman, misalnya jika anak tidak dapat menyelesaikan tugas, ia pun tidak boleh bermain. 
  • Bicarakan tentang Dampak Bermain Game Online. Jika anak menjadi terlalu kritis dan tidak menikmati peraturan yang orangtua terapkan, sebenarnya ia sudah mulai menunjukkan kecerdasannya. Maka orangtua bisa mengajaknya bicara tentang alasan orangtua membatasi anak bermain game online. Jelaskan padanya kebiasaan dan kecanduan game online adalah hal yang buruk dan berdampak negatif. 

Jika cara tersebut masih belum berhasil, sudah saatnya orangtua meminta pertolongan profesional dan mendatangi rumah sakit terdekat untuk bertemu psikolog anak. Kini buat janji dengan psikolog atau dokter anak pun lebih mudah dilakukan dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa pilih jadwalnya dan datang langsung pada waktu yang ditentukan tanpa repot antre dan mendaftar lagi di rumah sakit. 

Baca juga: WHO: Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental

Risiko dan Masalah Kesehatan Akibat Kecanduan Game Online

Ingat, kecanduan video game dapat memiliki efek negatif pada pikiran atau tubuh anak yang sedang dalam tahap perkembangan. Pemain dewasa, juga, mungkin mengalami efek buruk akibat game online. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul pada anak yang kecanduan game online

  • Kurang Aktif Bergerak. Kurangnya latihan fisik akibat terlalu lama bermain game online telah menyebabkan masalah kesehatan, seperti penambahan berat badan, postur tubuh yang buruk, dan peningkatan risiko diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja. 
  • Kurangnya Interaksi Sosial. Game online tidak mampu mempersiapkan anak-anak untuk bisa bersosialisasi dengan baik pada teman sebayanya. Mempelajari cara berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan dunia nyata adalah keterampilan sosial penting yang mungkin diabaikan oleh anak yang terlalu lama main game online
  • Gangguan Konsentrasi dan Perhatian. Alhasil, anak tidak memiliki prestasi yang baik di sekolah. 
  • Peningkatan Kekerasan. Game online yang banyak menampilkan pertempuran, perkelahian, atau kekerasan dapat menyebabkan anak ikut mempraktikkan adegan tersebut di dunia nyata. 
  • Kejang dan Cedera Stres Berulang. British Medical Journal (BMJ) menerbitkan artikel tentang risiko video game untuk pemain yang mengidap epilepsi atau gangguan kejang lainnya. Grafik, cahaya, dan warna tampilan video game yang berkedip-kedip dapat memicu aktivitas kejang pada beberapa pemain. Ada juga bukti bahwa bermain game secara kompulsif dapat menyebabkan cedera stres berulang pada pergelangan tangan atau tangan.


Referensi:
American Addiction Centers. Diakses pada 2021. Video Game Addiction Symptoms and Treatment.
Hampshire CAMHS - NHS UK. Diakses pada 2021. Game Addiction.
Very Well Mind. Diakses pada 2021. The Signs and Effects of Video Game Addiction.
WebMD. Diakses pada 2021. Video Game Addiction.