• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Abses Otak Sebabkan Penurunan Penglihatan?

Abses Otak Sebabkan Penurunan Penglihatan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Abses atau kumpulan nanah yang terjadi sebagai respon terhadap infeksi bisa terjadi di bagian mana pun di tubuh, tidak terkecuali otak. Kondisi ini dapat terjadi akibat trauma dan termasuk dalam kondisi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Dahulu,  abses otak selalu berakibat fatal, namun semenjak kemajuan di bidang teknologi kedokteran, peluang pengidapnya untuk bisa bertahan hidup semakin tinggi. 

Abses otak bisa menyebabkan beragam efek, tergantung pada ukuran dan letaknya di otak. Gejala-gejala abses otak ini dihasilkan dari kombinasi infeksi, kerusakan jaringan otak, dan tekanan pada otak, ketika abses tumbuh untuk mengambil lebih banyak ruang. Gejalanya termasuk penglihatan kabur atau ganda. 

Baca juga: Sering Alami Kejang, Kenali Penanganan Abses Otak

Gangguan Penglihatan Akibat Abses Otak

Abses pada otak yang semakin luas lama-kelamaan bisa menekan saraf optik. Hasilnya, penglihatan pun mengalami gangguan. Gejalanya antara lain, penglihatan kabur, ganda, atau tampak berkabut. Akibat abses otak, mata juga bisa sensitif terhadap cahaya. Selain gangguan mata, terdapat gejala lain yang akan muncul akibat abses otak, yakni:

  • Pusing hebat;

  • Mual dan muntah;

  • Demam tinggi (di atas 38 derajat Celcius);

  • Menggigil;

  • Perubahan perilaku, seperti merasa gelisah atau linglung;

  • Leher terasa kaku;

  • Kejang-kejang;

  • Penurunan kemampuan merasakan sensasi, menggerakkan otot, atau berbicara.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas. Kamu bisa buat janji dengan dokter pakai aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin penting dilakukan demi mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Kondisi Kesehatan dan Penyakit Ini Bisa Picu Abses Otak

Waspadai Komplikasi Abses Otak

Apabila tidak ditangani dengan tepat, komplikasi abses otak bisa menyebabkan gangguan yang semakin parah, antara lain: 

  • Abses yang kambuh kembali;

  • Kerusakan otak sedang hingga parah;

  • Epilepsi atau kejang-kejang;

  • Meningitis, khususnya pada anak-anak;

  • Otitis media (infeksi telinga bagian tengah);

  • Sinusitis (infeksi sinus);

  • Mastoiditis (infeksi tulang di belakang telinga).

Penyebab Abses Otak

Abses otak kemungkinan besar terjadi akibat infeksi bakteri atau jamur di beberapa bagian otak. Parasit juga bisa menyebabkan abses. Ketika bakteri, jamur, atau parasit menginfeksi bagian otak, peradangan dan pembengkakan akan terjadi. Dalam kasus ini, abses terdiri dari sel otak yang terinfeksi, sel darah putih yang aktif dan mati, dan organisme yang menyebabkan gangguan.

Ketika sel menumpuk, dinding atau membran berkembang di sekitar abses. Ini membantu mengisolasi infeksi dan mencegahnya menyebar ke jaringan yang sehat. Jika abses membengkak, itu menambah tekanan pada jaringan otak di sekitarnya.

Sayangnya tengkorak tidak fleksibel, dan tidak bisa mengembang. Tekanan dari abses dapat menghalangi pembuluh darah, mencegah oksigen dari mencapai otak, dan mengakibatkan kerusakan atau kerusakan jaringan otak yang halus. Infeksi bisa memasuki otak melalui tiga cara utama, misalnya:

  • Datang melalui darah dari infeksi di bagian lain tubuh;

  • Menyebar dari situs terdekat, seperti telinga;

  • Hasil dari cedera traumatis atau operasi.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Abses yang Dapat Terjadi pada Tubuh

Mencegah Abses Otak

Abses otak sering dipicu oleh penyakit tertentu, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin supaya penyakit ini bisa dicegah sedini mungkin.

Bagi yang mengidap kelainan jantung, dokter akan memberikan serangkaian antibiotik sebelum melakukan perawatan gigi atau tindakan lainnya untuk mencegah risiko infeksi menyebar ke otak. Disarankan juga untuk selalu memberi tahu dokter sebelum melakukan tindakan medis apa pun selama menjalani pengobatan abses otak.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Brain Abscess: All You Need to Know.
NHS UK. Diakses pada 2020. Brain Abscess.