• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Samping dari C Arm Radiography Fluoroscopy?

Adakah Efek Samping dari C Arm Radiography Fluoroscopy?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - C Arm Radiography Fluoroscopy adalah prosedur pemindaian imaging yang bisa dibilang lebih intensif. Pemeriksaan ini memiliki kemampuan radiografi, terutama pencitraan intraoperatif fluoroscopic selama prosedur perawatan bedah, ortopedi, dan kondisi darurat lainnya. Perangkat ini dapat memberikan gambaran sinar-X resolusi tinggi secara real time, sehingga dokter dapat memantau progres dan segera melakukan koreksi.

Hasilnya, perawatan dapat berjalan lebih baik dan pengidap pulih lebih cepat. Soal risiko efek samping, ada, tetapi bisa dibilang cukup jarang terjadi. Beberapa risiko efek samping akibat C Arm Radiography Fluoroscopy adalah risiko terkait radiasi, seperti cedera pada kulit dan jaringan di bawahnya (seperti luka bakar) yang terjadi setelah paparan dan kanker yang dipicu oleh radiasi, jika dilakukan dalam jangka panjang.

Baca juga: Ini Alasan Digunakannya C Arm Radiography Fluoroscopy

Tergantung juga pada Dosis yang Digunakan

Seperti telah dijelaskan tadi, bahwa prosedur C Arm Radiography Fluoroscopy juga memiliki risiko efek samping, walaupun sangat kecil. Risiko efek samping dari prosedur ini sama halnya seperti prosedur sinar-X lainnya. Risiko juga dapat dipengaruhi oleh dosis radiasi yang digunakan, dan setiap individu yang menjalani prosedur ini biasanya mendapatkan dosis yang berbeda-beda.  

Prosedur C Arm Radiography Fluoroscopy sendiri dapat menghasilkan dosis radiasi yang relatif tinggi, terutama untuk prosedur intervensi kompleks yang memerlukan paparan untuk jangka waktu lama. Hal ini misalnya ketika menempatkan stent atau perangkat lain di dalam tubuh. Namun sekali lagi, kemungkinan seseorang untuk mengalami efek samping dari prosedur C Arm Radiography Fluoroscopy sangat kecil.

Risiko efek samping dari radiasi C Arm Radiography Fluoroscopy biasanya jauh lebih kecil dibanding risiko pemeriksaan lain yang tidak terkait dengan radiasi, seperti anestesi atau sedasi. Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko efek samping C Arm Radiography Fluoroscopy, prosedur harus selalu dilakukan dengan paparan terendah mungkin yang dapat diterima dan dalam waktu sesingkat mungkin yang diperlukan.

Baca juga: Punya Bentuk Unik, C Arm Radiography Fluoroscopy Bisa Pindai Tulang Manusia

Jika kamu dalam waktu dekat dijadwalkan untuk melakukan C Arm Radiography Fluoroscopy atau sekadar ingin mengetahui lebih lanjut tentang pemeriksaan ini, kamu bisa tanya-tanya pada dokter di Halodoc. Tinggal download aplikasinya, kamu sudah bisa terhubung dengan ribuan dokter yang siap bantu jawab pertanyaanmu lewat chat. Mudah, bukan?

Lebih Lanjut tentang C Arm Radiography Fluoroscopy

Dewasa ini, sistem pencitraan sudah menjadi bagian bagian penting dalam kehidupan rumah sakit sehari-hari, tak terkecuali C Arm Radiography Fluoroscopy. C Arm adalah alat berupa generator dan pendeteksi gambar atau pendeteksi layar datar. Penghubung alat ini berbentuk C memungkinkan pergerakan ke segala arah, sehingga gambar dapat dihasilkan dari hampir semua sudut.

Lebih lanjut, generator akan memancarkan sinar-X yang menembus tubuh pengidap dan penguat gambar atau detektor menangkap sinar-x dan mengubahnya menjadi gambar yang terlihat dan kemudian ditampilkan pada monitor C Arm. Dari hasil gambar yang diperoleh, dokter dapat mengidentifikasi dan memeriksa detail pada gambar, seperti struktur tulang, aliran darah, dan berbagai gambar lain yang sering diambil dengan x-ray.

Baca juga: Begini Prosedur Saat Menjalani C Arm Radiography Fluoroscopy

Prosedur C Arm Radiography Fluoroscopy biasanya dilakukan untuk mempermudah diagnosis penyakit atau untuk membimbing dokter selama prosedur perawatan tertentu. Pada beberapa kondisi, prosedur ini juga dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan ketika pengidap terjaga. Manfaat klinis dari pemeriksaan sinar-X yang sesuai secara medis melebihi risiko radiasi yang kecil. Melakukan diskusi dengan dokter dapat membuat seseorang bisa mendapatkan manfaat dan meminimalkan terjadinya risiko.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Radiographic/Fluoroscopic Unit, Mobile.
Radiological Society. Diakses pada 2020. Informatics in Radiology: Use of a C-Arm Fluoroscopy Simulator to Support Training in Intraoperative Radiography.
Radiology Today. Diakses pada 2020. C Arm Technology Update.