29 January 2019

Punya Bentuk Unik, C Arm Radiography Fluoroscopy Bisa Pindai Tulang Manusia

C Arm Radiography Fluoroscopy, tulang manusia

Jakarta, Halodoc - Teknik yang dilakukan dalam C-Arm Radiography Fluoroscopy melibatkan X-Ray, zat kontras, dan juga monitor. Pemeriksaan dalam C-Arm ini dapat dilihat secara real-time pergerakannya melalui monitor. Dengan bentuk yang unik, apakah C-Arm Radiography Fluoroscopy ini bisa memindai tulang manusia? Ini penjelasan selengkapnya tentang C-Arm Radiography Fluoroscopy!

Baca juga: Sakit Lutut Setelah Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya

Pengertian C-Arm Radiography Fluoroscopy

C-Arm Radiography Fluoroscopy punya nama lain, yaitu teknik fluoroskopi. C-arm merupakan mesin yang cukup besar, dan berbentuk seperti huruf C. Ujung C-Arm satu sisi dapat menghasilkan sumber cahaya X-Ray, sedangkan di ujung lainnya merupakan layar fluoresen. Layar fluoresen merupakan layar yang digunakan untuk memindai sinar suatu zat yang telah menyerap sinar atau radiasi elektromagnetik lain. Alat ini umumnya digunakan di dalam ruangan operasi, contohnya dalam pelaksanaan prosedur ortopedi untuk memvisualisasi tulang, atau implan. Alat ini menggunakan dosis rendah radiasi.

Baca juga: Bahu Sering Nyeri dan Kaku, Hati-Hati Frozen Shoulder

Fungsi C-Arm Radiography Fluoroscopy

Mesin ini berfungsi untuk menunjang proses pelayanan medis, terutama pada tindakan operasi. C-Arm juga digunakan sebagai penunjang untuk bedah ortopedi, saraf, dan laparoskopi. Dalam kasus pindai tulang manusia, teknologi C-Arm ini mampu menampilkan objek secara tiga dimensi, sehingga dapat dilihat dengan lebih jelas dan utuh dari berbagai sisi dan posisi.

Nah, kecanggihannya C-Arm juga dapat meminimalisir kesalahan dalam memprediksi letak objek dan diagnosis. Sebab, mesin ini memperlihatkan proses pelaksanaan tindakan medis dalam memindai tulang secara real-time. Hal tersebut membuat tindakan medis yang dilakukan dapat berjalan dengan mudah, akurat, dan nyaman.

Cara Kerja C-Arm Radiography Fluoroscopy

Fluoroskopi merupakan uji pencitraan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit, tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa. Proses fluoroskopi biasanya dimulai dengan pemberian zat warna pembanding. Biasanya, zat warna ini akan diberikan dengan beberapa cara, seperti:

  • Enema, yaitu zat pewarna yang diberikan melalui anus. Efek samping dapat berupa rasa tidak nyaman dan perut kembung.

  • Oral atau diminum yang bertujuan untuk mengamati kondisi kerongkongan (esofagus) atau lambung. Efek samping dapat menimbulkan mual.

  • Suntik, yaitu zat pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah dapat untuk mengamati kondisi kandung empedu, saluran kemih, hati, dan pembuluh darah. Efek samping seperti ada rasa logam dalam mulut.

Tindakan fluoroskopi pada dasarnya menggunakan X-Ray, yang menghasilkan gambar dari lapisan tubuh saat melewati tubuh dengan kecepatan maksimum 25-30 frame setiap detiknya, sehingga video dari tubuh dapat terlihat. Hasil dari fluoroskopi akan diproses dengan peralatan khusus yang membantu memperjelas dan mencerahkan gambar sebelum gambar tersebut dipindahkan ke layar fluoresen.

Komplikasi C-Arm Radiography Fluoroscopy

Risiko komplikasi yang terjadi juga tergantung pada ambang batas dosis radiasi. Biasanya, radiasi dengan dosis tertentu akan menyebabkan luka bakar pada kulit, kerontokan rambut dan bulu tubuh, atau akan memicu terjadinya katarak. Komplikasi lainnya dapat berupa perdarahan, rasa nyeri, serta reaksi alergi zat kontras.

Baca juga: Kram Saat Olahraga? Begini 4 Cara Menghentikannya

Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!