• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Samping Minum Oralit bagi Anak?

Adakah Efek Samping Minum Oralit bagi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Adakah Efek Samping Minum Oralit bagi Anak?

Halodoc, Jakarta - Anak akan kehilangan banyak air dan garam saat mereka mengalami demam, diare, dan muntah. Beberapa penyakit bisa membuat anak kesulitan minum cairan. Pada saat itulah, oralit terkadang dibutuhkan. Hanya saja, pemberian oralit harus pada kondisi yang tepat dan sesuai anjuran dokter anak.

Meskipun diare pada anak bisa membaik dengan sendirinya, hal itu bisa menyebabkan Si Kecil kehilangan air dan garam tubuh. Jika Si Kecil kehilangan terlalu banyak air, mereka bisa mengalami dehidrasi. Pada kasus yang parah, kondisi ini bisa berbahaya. Pada saat itulah manfaat oralit dibutuhkan. Lantas, adakah efek samping oralit bagi anak?

Baca juga: Anak Alami Diare, Atasi dengan 4 Cara Ini

Efek Samping Minum Oralit bagi Anak Jika Salah Dosis

Anak-anak dengan dehidrasi ringan sampai sedang karena diare akibat penyakit (seperti gastroenteritis) harus mendapatkan cairan pengganti yang hilang. Hal ini dikenal sebagai rehidrasi. Rehidrasi dilakukan dengan memberikan cairan khusus yang disebut oralit selama 3 hingga 4 jam. 

Oralit dijual tanpa resep maupun dengan resep dokter di apotek. Minuman ini mengandung kombinasi gula dan garam yang tepat yang dibutuhkan anak-anak yang mengalami dehidrasi.

Meskipun jarang terjadi, konsumsi oralit secara berlebihan dan tidak sesuai petunjuk dokter bisa menimbulkan efek samping, seperti:

  • Hipertensi;
  • Sakit kepala;
  • Pusing;
  • Letih;
  • Perubahan suasana hati;
  • Rasa tidak nyaman di perut;
  • Kembung. 

Maka itu, penting untuk memberikan oralit pada anak sesuai dosis dan petunjuk dari dokter. Memberikan oralit pada anak dimulai dengan 1 atau 2 sendok teh setiap beberapa menit. Ibu bisa menggunakan sendok atau pipet khusus.

Meskipun kelihatannya sedikit, jumlah kecil yang sering bisa mencapai satu cangkir. Namun, jika Si Kecil mampu minum oralit tanpa masalah, maka bisa diberikan secara bertahap lebih banyak dengan sedikit lebih jarang. 

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Anak-anak yang muntah biasanya bisa direhidrasi dengan cara ini, meskipun sesapan kecil, namun jika sering terserap di antara episode muntah tetap akan bermanfaat. 

Bayi yang masih menyusui yang mengalami diare atau muntah juga bisa dirawat dengan oralit. Berikan oralit di sela-sela waktu menyusui. Berhenti memberikan susu formula pada bayi selama rehidrasi, dan lanjutkan pemberian susu setelah bayi bisa menahan cairan oralit dan tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. 

Hindari memberikan air, soda, jahe, teh, jus buah, atau kaldu ayam saat Si Kecil dehidrasi. Cairan tersebut tidak mengandung campuran gula dan garam yang tepat, serta bisa memperburuk diare. Saat anak mengalami dehidrasi, ibu bisa menyajikan makanan normal, termasuk ASI, susu formula, atau jenis susu lainnya. 

Baca juga: Si Kecil Suka Jajan Sembarangan, Ini Dampaknya

Beberapa anak yang mengalami dehidrasi tidak membaik setelah diberi oralit, terutama jika Si kecil mengalami diare yang parah atau sering muntah. Ketika kehilangan cairan tidak bisa diganti karena alasan ini atau alasan lain, seorang anak mungkin perlu mendapatkan cairan intravena atau infus di rumah sakit. 

Jika merawat Si Kecil yang dehidrasi di rumah dan merasa tidak ada perbaikan atau justru dehidrasi semakin parah, sebaiknya segera kunjungi dokter. Ayah dan ibu bisa membuat jadwal pemeriksaan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu dokter bisa mendiagnosis dan rencana perawatan pun bisa diberikan dengan cara yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kidshealth. Diakses pada 2021. Dehydration
Medicines for Children. Diakses pada 2021. Oral rehydration salts