Ad Placeholder Image

Adakah Pengobatan Gagal Ginjal Selain Cuci Darah?

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   09 Februari 2026

Selain hemodialisa, kondisi gagal ginjal juga bisa diatasi dengan CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) dan transplantasi ginjal.

Adakah Pengobatan Gagal Ginjal Selain Cuci Darah?Adakah Pengobatan Gagal Ginjal Selain Cuci Darah?

DAFTAR ISI


Gagal ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena ada kerusakan pada organ ginjal. Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja, sebab ginjal memiliki fungsi yang penting di dalam tubuh.

Ginjal memiliki peran untuk menyaring limbah sisa metabolisme yang nantinya akan dibuang melalui urine. Pada pengidap penyakit gagal ginjal, fungsi tersebut mengalami gangguan. 

Oleh arena itu, dibutuhkan terapi atau perawatan yang berguna untuk menggantikan fungsi ginjal. Salah satu metode pengobatan yang sering dilakukan adalah cuci darah alias hemodialisis.

Prosedur ini dilakukan dengan mesin khusus yang bekerja serupa dengan fungsi ginjal. Lantas, adakah pengobatan yang bisa dilakukan selain cuci darah? Cari tahu jawabannya di artikel ini! 

Apa Itu Cuci Darah atau Hemodialisa?

Ginjal memiliki fungsi menyaring limbah sisa metabolisme tubuh. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan organ yang satu ini.

Ketika terjadi gangguan atau penurunan fungsi ginjal, proses pembuangan limbah tidak akan berjalan lancar. Alhasil, limbah akan menumpuk di dalam tubuh sehingga memicu gangguan penyakit. 

Salah satu gangguan fungsi organ ginjal yang bisa terjadi adalah gagal ginjal. Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. Secara umum, kedua kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor yang berbeda.

Pada kondisi akut, kerusakan bisa terjadi secara tiba-tiba dan mungkin disebabkan oleh gangguan aliran darah ke ginjal, kerusakan ginjal, atau masalah sumbatan pada urine.

Pada gagal ginjal kronis, kerusakan ginjal biasanya disebabkan oleh penyakit jangka panjang. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh penyakit diabetes dan hipertensi.

Cuci darah adalah pengobatan yang dilakukan pada kondisi gagal ginjal kronis. Selain itu, kerusakan parah pada kondisi akut juga harus ditangani dengan prosedur hemodialisis. 

Hemodialisis adalah prosedur untuk penyaringan limbah dan cairan di dalam tubuh yang dilakukan dengan menggunakan mesin khusus. Mesin tersebut akan dilengkapi dengan alat yang berperan sebagai pengganti ginjal.

Pengobatan Gagal Ginjal selain Cuci Darah 

Apakah selain cuci darah ada cara lain untuk menangani kondisi ini? 

1. CAPD(Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis)

Selain cuci darah, pengobatan gagal ginjal yang juga bisa dilakukan adalah CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis).

Pada terapi ini, pengidap penyakit ginjal harus memasukkan cairan dialisis ke dalam perut. Cairan ini dimasukkan melalui lubang yang sebelumnya sudah dibuat. Fungsi cairan untuk merangsang pengeluaran limbah melalui urine. 

2. Transplantasi ginjal

Selain hemodialisa dan CAPD, pengidap penyakit ini juga bisa menjalani transplantasi ginjal.

Prosedur yang satu ini dilakukan dengan mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal dari pendonor yang sesuai.

Metode pengobatan jenis penyakit ini harus disesuaikan dengan penyebabnya. Selain menjalani pengobatan, menerapkan gaya hidup sehat juga perlu dilakukan agar penyakit gagal ginjal tidak memburuk.  

Butuh informasi lebih lanjut mengenai prosedur cuci darah? Ini Dokter di Halodoc yang Bisa Beri Info Seputar Cuci Darah.

Efek Samping Umum Hemodialisa

Menjalani prosedur hemodialisa atau cuci darah adalah langkah vital bagi pasien gagal ginjal untuk menyaring racun dari tubuh.

Namun, karena proses ini melibatkan perpindahan cairan dan zat terlarut yang cukup cepat, tubuh sering kali bereaksi melalui beberapa efek samping umum.

Beberapa keluhan yang paling sering dirasakan pasien selama atau setelah prosedur meliputi:

  • Hipotensi (tekanan darah rendah). Efek yang paling sering muncul, ditandai dengan rasa pusing, mual, dan tubuh terasa sangat lemas.
  • Kram otot dan perut. Biasanya terjadi di area kaki akibat perubahan keseimbangan cairan yang mendadak.
  • Kelelahan ekstrem. Banyak pasien merasa “terkuras” energinya setelah sesi dialisis berakhir.
  • Gangguan kulit dan pencernaan. Rasa gatal (pruritus) akibat penumpukan fosfor, serta mual dan muntah.
  • Masalah akses vaskular. Risiko nyeri, infeksi, atau perdarahan pada titik masuk jarum atau kateter.

Atasi Efek Samping Jaga Kondisi Tubuh dengan Suplemen yang Tepat

Efek samping seperti kelelahan ekstrem dan lemas setelah hemodialisa sering kali berkaitan dengan kondisi fisik pasien yang rentan mengalami penurunan kualitas darah.

Pada pasien cuci darah, produksi sel darah merah sering kali tidak optimal karena gangguan fungsi ginjal.

Untuk membantu mengatasi rasa lemas dan mendukung metabolisme tubuh selama masa perawatan, penggunaan suplemen tambahan bisa menjadi solusi yang efektif, contohnya Sangobion.

Sangobion 10 Kapsul

Sangobion dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membantu menjaga stamina serta mengurangi kelelahan tubuh setelah prosedur cuci darah.

Kandungan Sangobion:

  • Ferrous Gluconate (Zat Besi). Pasien hemodialisa sering kali berisiko mengalami defisiensi zat besi. Kandungan ini membantu memastikan tubuh memiliki bahan baku yang cukup, untuk memproduksi hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh jaringan.
  • Asam Folat (Vitamin B9) & Vitamin B12. Kedua nutrisi ini bekerja sebagai “pembangun” sel darah merah yang baru dan sehat. Kehadirannya membantu mempercepat proses pemulihan energi sehingga rasa lelah pasca-dialisis bisa lebih terkendali.

Seluruh kombinasi kandungan tersebut tidak hanya mencegah anemia, tetapi juga berperan penting dalam memelihara kesehatan tubuh secara keseluruhan selama masa pemulihan setelah sakit atau prosedur medis rutin.

Aturan pakai:

  • Sangobion diminum 1 kali sehari, atau sesuai petunjuk medis.

No registrasi BPOM: DBL8815801601A1

Harga mulai dari: Rp24.700 per strip.

Dapatkan Sangobion 10 Kaplet di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli dan tepercaya.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2026. Kidney Disease.
Healthline. Diakses pada 2026. Acute Kidney Failure.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Kidney Disease.
NHS UK. Diakses pada 2026. Chronic Kidney Disease.