• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Penyebab Khusus Orang Mengalami Alergi Telur?

Adakah Penyebab Khusus Orang Mengalami Alergi Telur?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Selain kacang-kacangan, udang, kepiting, atau susu sapi, coba tebak apalagi makanan atau minuman yang bisa menyebabkan alergi? Bagaimana dengan telur? Ternyata, makanan yang sering dikonsumsi banyak orang, termasuk anak-anak, juga bisa menyebabkan alergi. 

Memang cukup disayangkan sih, telur yang kaya akan nutrisi dan gizi, tetapi bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Dalam kebanyakan kasus, alergi telur biasanya dialami oleh anak-anak, tetapi bukan berarti orang dewasa bebas sepenuhnya dari alergi ini. 

Pertanyaanya, apa sih penyebab alergi telur? Ada penyebab khusus yang membuat seseorang mengidap alergi telur? Lalu, bagaimana sih cara mengetahui alergi telur pada anak? Seperti apa tes-tes yang perlu dilakukan? 

Baca juga: Benarkah Telur Bisa Sebabkan Bisul?

Reaksi Imun yang Berlebihan

Sama seperti kasus alergi lainnya, alergi telur ini terjadi akibat sistem imunitas yang beraksi secara berlebihan terhadap zat atau benda tertentu. Dalam kasus alergi telur, sistem imun bereaksi terhadap telur atau makanan yang mengandung telur, meski sebenarnya tak berbahaya bagi tubuh. 

Ketika seseorang mengidap alergi telur, maka sistem imun tubuhnya akan menganggap protein dalam telur sebagai zat berbahaya. Selanjutnya, sistem imun ini akan merespons dengan melepaskan zat histamin untuk melindungi tubuh. 

Lalu, adakah penyebab khusus seseorang mengidap alergi telur? 

Penyebab khusus sebenarnya tidak ada, tetapi umumnya alergi telur terjadi pada anak-anak. Kasus alergi telur biasanya menyerang anak yang berusia 6 hingga 15  bulan. Hal yang perlu diperhatikan, bayi yang masih menyusu pada ibunya juga bisa mengalami alergi terhadap protein telur yang dikonsumsi ibunya.

Bagaimana dengan orang dewasa? Faktanya, kasus alergi telur pada orang dewasa terbilang jarang. Sebab saat menjelang remaja atau ketika sistem pencernaan lebih matang, reaksi alergi terhadap telur sudah lebih jarang terjadi. 

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya alergi telur, yaitu: 

  • Memiliki orangtua dengan riwayat alergi makanan atau penyakit asma. 

  • Mengalami eksim atopik. Reaksi yang ditimbulkan eksim atopik bisa meningkatkan risiko mengalami alergi makanan, termasuk alergi telur. 

Baca juga: Anak Alergi Telur, Ibu Harus Apa?

Putih Telur dan Gejalanya

Menyoal telur ini, kuning telur dianggap kurang alergenik dibandingkan dengan putih telur. Oleh sebab itu, sebaiknya orangtua perlu menunda pemberian putih telur sampai anak berusia satu tahun untuk mencegah. Lantas, apa saja sih makanan yang perlu dihindari pengidap alergi telur? Sangat banyak, pastinya makanan yang mengandung telur, seperti roti, permen, krim, mayones, hingga makanan yang digoreng dengan lapisan telur. Ada pula bahan non makanan yang mengandung telur yang bisa memicu alergi. Misalnya, sampo, vaksin, dan bahan riasan wajah. 

Selanjutnya, bagaimana dengan gejala alergi telur? Reaksi alergi telur ini bisa berbeda-beda pada tiap orang. Reaksinya biasanya terjadi tak lama setelah mengonsumsi atau terpapar bahan yang mengandung telur. Gejala yang timbul bisa ringan, sedang, hingga parah. Misalnya, biduran, hidung tersumbat (bersin-bersin), batuk, sesak napas, mengi, gangguan pencernaan, mata terasa gatal, hingga bibir atau kelopak mata membengkak. 

Sementara itu, reaksi yang parah atau anafilaksis yang bisa membahayakan nyawa, gejalanya beda lagi. Gejalanya ditandai dengan sulit bernapas karena ada benjolan (pembengkakan) di tenggorokan sehingga saluran udara terhambat. Selain itu, bisa juga ditandai dengan perut terasa nyeri dan kram, dan syok yang ditandai dengan penurunan tekanan darah secara signifikan, pusing, hingga kehilangan kesadaran. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
KidsHealth. Diakses pada 2020. Egg Allergy. 
Mayo Cliinic. Diakses pada 2020.
Healthline. Diakses pada 2020. Egg Allergies.