Ad Placeholder Image

Alami Selulitis, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   20 Februari 2026

Jika tidak diobati segera, infeksi selulitis dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah.

Alami Selulitis, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?Alami Selulitis, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

DAFTAR ISI


Selulitis adalah infeksi kulit bakteri yang umum terjadi dan berpotensi serius. Kulit yang terkena akan tampak bengkak dan merah, biasanya terasa sakit dan hangat saat disentuh.

Selulitis biasanya menyerang kulit di kaki bagian bawah, tapi bisa juga terjadi di wajah, lengan, dan area lainnya. Kondisi ini terjadi ketika ada lecet atau kerusakan kulit yang memungkinkan bakteri masuk. 

Jika tidak diobati segera, infeksi dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan alirah darah. Bahkan, selulitis bisa dengan cepat mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Hal ini karena infeksi selulitis dapat menyebar ke aliran darah. Itulah sebabnya kamu harus memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin jika mengalami selulitis. 

Waktu yang Tepat Memeriksakan Selulitis ke Dokter

Siapapun sebaiknya tidak mengobati selulitis di rumah, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri saat pulih dari infeksi selulitis. Penyakit ini cenderung berkembang dengan cepat, jadi penting untuk mengidentifikasi sedini mungkin. Kamu perlu memperhatikan gejala selulitis, yaitu:

  • Area kulit merah yang cenderung membesar.
  • Terjadi pembengkakan.
  • Nyeri.
  • Hangat di area yang terkena.
  • Demam.
  • Muncul bintik merah.
  • Melepuh.
  • Ada lesung kulit.

Pengobatan dan Perawatan Selulitis

Jika infeksi tampaknya masih tahap awal, kamu mungkin hanya memerlukan satu siklus antibiotik oral. Pastikan untuk melakukan pengobatan seperti yang ditentukan oleh dokter, bahkan jika gejalanya berhenti setelah satu atau dua hari, kamu tetap perlu mengontrolnya ke dokter. 

Terkadang, antibiotik oral tidak bekerja seperti yang diharapkan, jadi pastikan untuk menindaklanjuti dengan dokter jika tidak kunjung membaik setelah dua atau tiga hari. Karena kemungkinan kamu memerlukan jenis antibiotik yang berbeda. 

Jika infeksi menyebar atau tampak lebih parah, kemungkinan diperlukan antibiotik intravena. Dokter mungkin juga merekomendasikan hal ini jika kamu memiliki kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan.

Tergantung pada gejala, pengidap selulitis mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk memastikan infeksi tidak memasuki aliran darah. 

Waspadai juga komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini. Cek selengkapnya di sini: Waspadai Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Selulitis

Apa yang Terjadi Jika Tidak Mengobati Selulitis Segera?

Tanpa pengobatan antibiotik, selulitis dapat menyebar ke luar kulit. Ia bahkan bisa masuk ke kelenjar getah bening dan menyebar ke aliran darah. Setelah mencapai aliran darah, bakteri dapat dengan cepat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai keracunan darah. 

Tanpa perawatan yang tepat, selulitis juga bisa kambuh. Selulitis berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kelenjar getah bening, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi selulitis yang parah dapat menyebar ke lapisan jaringan yang dalam. Infeksi fasia, lapisan dalam jaringan yang mengelilingi otot dan organ, dikenal sebagai necrotizing fasciitis, atau penyakit pemakan daging.

Orang dengan necrotizing fasciitis biasanya memerlukan beberapa operasi untuk mengangkat jaringan mati. 

Pencegahan Selulitis: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah selulitis:

  • Jaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur.
  • Rawat luka atau goresan dengan sabun dan air, dan tutup dengan perban steril.
  • Gunakan pelembap untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
  • Kenakan alas kaki yang sesuai untuk melindungi kaki kamu dari cedera.
  • Jaga kebersihan dan potong kuku secara teratur.
  • Hindari berbagi barang pribadi, seperti handuk dan pisau cukur.
  • Jika kamu memiliki diabetes, kelola kadar gula darah kamu dengan baik.

Jadi, itulah yang perlu dipahami mengenai penyakit selulitis. Jangan pernah menganggap remeh penyakit ini, karena selulitis adalah kondisi serius yang tidak boleh dirawat di rumah. 

Itulah penjelasan seputar selulitis yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cellulitis.
Healthline. Diakses pada 2026. Can You Treat Cellulitis at Home?

FAQ

1. Apakah selulitis menular?

Selulitis umumnya tidak menular, tetapi penting untuk menjaga kebersihan luka untuk mencegah penyebaran bakteri ke orang lain.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari selulitis?

Waktu pemulihan selulitis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Dengan pengobatan antibiotik yang tepat, sebagian besar kasus selulitis sembuh dalam 7-10 hari.

3. Apakah selulitis bisa kambuh?

Ya, selulitis bisa kambuh, terutama jika faktor risiko tidak dikelola dengan baik.

4. Apakah ada pengobatan alternatif untuk selulitis?

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan pengobatan alternatif untuk selulitis. Antibiotik adalah pengobatan utama yang efektif untuk selulitis.