Waspadai Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Selulitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
waspadai-komplikasi-yang-bisa-disebabkan-oleh-selulitis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Jangan salah mengira bahwa selulitis sama dengan selulit. Bila selulit adalah kondisi kulit yang bergelombang seperti kulit jeruk akibat timbunan lemak di bawah kulit, selulitis adalah infeksi bakteri pada jaringan kulit yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan sakit saat ditekan. Selulitis adalah penyakit kulit serius yang tidak boleh disepelekan, karena bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa bila tidak ditangani segera. Ketahui apa saja komplikasi akibat selulitis yang perlu kamu waspadai di sini.

Selulitis merupakan penyakit kulit yang berbahaya, karena bisa menyebar melalui kelenjar getah bening dan pembuluh darah dengan menyerang jaringan di bawah kulit. Meski demikian, selulitis tidak menular karena infeksi ini menyerang jaringan kulit bagian dalam (jaringan subkutan atau dermis) dan bagian atas (epidermis) yang tidak bersentuhan langsung dengan dunia luar. 

Siapa saja  perlu mewaspadai penyakit kulit ini, karena selulitis bisa menyerang mulai dari anak-anak sampai lansia. Selulitis paling sering terjadi di kulit tungkai bagian bawah, tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk terjadi di bagian tubuh lainnya. 

Baca juga: Bikin Kulit Memerah, Inilah 6 Penyebab Selulitis

Komplikasi Akibat Selulitis yang Bisa Terjadi

Bila dibiarkan saja tanpa pengobatan, infeksi bakteri pada kasus selulitis bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyerang bagian bawah kulit, seperti kelenjar getah bening, pembuluh darah, bahkan sampai lapisan terdalam. Hal ini bisa memicu terjadinya komplikasi, seperti:

  • Sepsis.

  • Infeksi darah.

  • Infeksi tulang.

  • Limfadenitis atau peradangan pembuluh limfa.

  • Kematian jaringan atau gangrene.

  • Penyebaran infeksi ke lapisan terdalam atau fascial lining (necrotizing fasciitis). Ini merupakan kondisi medis yang gawat darurat.

Penyebaran infeksi selulitis juga bisa berujung pada amputasi, syok, bahkan kematian.

Mengingat ada banyak komplikasi berbahaya yang bisa diakibatkan oleh selulitis, kamu dianjurkan untuk segera menemui dokter kulit bila mengalami gejala-gejala selulitis agar bisa mendapatkan penanganan lebih dini. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari komplikasi akibat selulitis. 

Baca juga: Ini Alasan Tubuh Gemuk Rawan Kena Selulitis

Pengobatan untuk Selulitis

Pengobatan yang diberikan untuk tiap pengidap selulitis bisa berbeda-beda, karena tergantung pada jenis dan keparahan infeksi, serta kondisi pengidap secara keseluruhan. Pemberian antibiotik oral biasanya menjadi pilihan pengobatan pertama bagi pengidap selulitis, yang dikonsumsi selama sekitar 7–14 hari. Tujuannya adalah untuk melawan infeksi bakteri pada selulitis kamu. Pada kebanyakan kasus, gejala akan membaik atau hilang dalam beberapa hari. Meski demikian, penting untuk meminum antibiotik sampai habis seperti yang sudah diresepkan oleh dokter.

Namun, bila kondisi pengidap tidak kunjung membaik setelah 10 hari atau bahkan gejala yang dialami semakin memburuk, dokter akan menyarankan pengidap untuk dirawat di rumah sakit agar bisa diberikan antibiotik dan obat-obatan lainnya melalui suntikan. Rawat inap juga dianjurkan untuk pengidap yang memiliki sistem imun yang lemah, mengalami demam dan hipertensi.

Dalam masa pemulihan, pengidap juga perlu melakukan beberapa perawatan di rumah sesuai petunjuk dokter:

  • Meminum obat pereda rasa sakit, seperti parasetamol atau ibuprofen.

  • Meninggikan bagian tubuh yang terinfeksi dengan mengganjalnya dengan alas yang lembut.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Menggerakan bagian tubuh yang terinfeksi secara rutin.

  • Tidak menggunakan stoking kompresi dulu untuk sementara bila kamu adalah pengidap limfedema, sampai selulitis sembuh.

Baca juga: Adakah Bedanya Selulitis dan Varises?

Untuk membeli obat-obatan yang kamu butuhkan untuk meredakan rasa sakit, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2019. Cellulitis.
Everyday Health. Diakses pada 2019. Cellulitis Complications and How to Prevent Them.