Selulitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dari kulit yang terbuka (luka) dan menyebar. Hasilnya adalah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, ataupun hangat pada kulit.

 

Gejala Selulitis

Beberapa gejala selulitis yang umum dialami oleh pengidapnya meliputi:

  • Kulit kemerahan yang berpotensi menyebar
  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Demam
  • Muncul bintik-bintik merah
  • Kulit melepuh
  • Kulit bernanah atau berair (muncul cairan berwarna kuning atau bening).

 

Penyebab Selulitis

Kondisi ini umumnya terjadi akibat beberapa jenis bakteri tertentu, di antaranya bakteri Staphylococcus dan Streptococcus. Bakteri ini masuk melalui luka dan menginfeksi jaringan yang ada di dalamnya.

Selain disebabkan oleh bakteri, infeksi kulit ini juga disebabkan oleh luka, gigitan serangga, atau sayatan bedah yang menjadi infeksi. Faktor-faktor tertentu juga meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

 

Faktor Risiko Selulitis

Beberapa orang mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap kondisi ini jika memiliki kondisi-kondisi, seperti:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Kondisi kulit yang rentan rusak, seperti eksim dan kutu air
  • Penggunaan obat dengan cara disuntik
  • Memiliki diabetes
  • Riwayat selulitis

 

Diagnosis Selulitis

Karena memiliki gejala yang hampir mirip dengan peradangan kulit pada umumnya, penyakit selulitis tidak mudah di diagnosis. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan.

Berikut ini beberapa tes yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan darah jika infeksi diduga telah menyebar ke darah.
  • X-ray jika ada benda asing di kulit atau tulang di bawahnya menyebabkan infeksi.
  • Pemeriksaan kultur jaringan. Dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil cairan dari daerah yang terkena dan mengirimkannya ke laboratorium.

 

Pencegahan Selulitis

Pencegahan terhadap selulitis dapat dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Selalu menjaga kebersihan kulit dan luka menggunakan sabun dan air.
  • Menutup luka dengan plester untuk menghindari infeksi.
  • Memotong kuku kaki dan tangan dengan berhati-hati untuk menghindari luka.
  • Menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas.
  • Selalu memastikan bahwa luka tidak memiliki tanda-tanda infeksi.
  • Menggunakan alas kaki saat berada di luar rumah.
  • Menggunakan pelembab setiap hari untuk menghindari kulit kering atau pecah-pecah.

 

Pengobatan Selulitis

Pengobatan selulitis akan disesuaikan dengan jenis dan keparahan infeksi, serta kondisi pengidap secara keseluruhan. Antibiotik oral biasanya menjadi pilihan pengobatan pertama bagi pengidap selulitis, dengan jangka waktu penggunaan selama 7–14 hari.

Jika kondisi pengidap tidak kunjung membaik setelah 10 hari atau gejala justru memburuk, dokter akan menyarankan pengidap untuk menjalani pengobatan di rumah sakit agar antibiotik dan obat-obatan lainnya dapat diberikan melalui suntikan. Hal ini juga biasa disarankan bagi pengidap yang memiliki sistem imun lemah, demam, dan hipertensi.

Dalam kasus yang jarang, dokter akan menyarankan tindakan operasi jika ditemukan nanah atau abses. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan nanah atau abses dari jaringan dan memotong jaringan yang mati untuk memudahkan proses penyembuhan.

Dalam masa pemulihan, beberapa pengobatan dapat dilakukan di rumah sesuai petunjuk dokter, yaitu:

  • Menggerakkan anggota tubuh yang terinfeksi secara rutin agar tidak menjadi
  • Mengonsumsi obat pedera sakit, seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Meninggikan bagian tubuh yang terinfeksi dengan menggunakan alas yang lembut sebagai penopang.
  • Menghindari penggunaan stoking kompresi untuk sementara waktu jika seseorang merupakan pengidap limfedema, sampai selulitis sembuh.
  • Mengonsumsi air putih yang cukup.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala dan keluhan yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diperiksakan dahulu ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.