• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap HIV Rentan Terkena Difteri

Alasan Pengidap HIV Rentan Terkena Difteri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Setelah sempat lama menghilang, difteri kembali mewabah di Indonesia pada tahun 2017 lalu. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut memang dapat menyebar dengan mudah melalui berbagai cara, apalagi pada orang yang belum mendapatkan imunisasi difteri. Tidak hanya orang yang belum diimunisasi, orang yang mengidap HIV juga disebut-sebut lebih rentan terkena infeksi difteri. Simak alasannya di sini.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Corynebacterium diphteria. Bakteri tersebut menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan dan menyebabkan gejala berupa sakit tenggorokan, demam, kelemahan tubuh, dan pembengkakan kelenjar. Namun, gejala yang menjadi ciri khas difteri adalah terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Lapisan ini bisa menghalangi jalan napas, sehingga dapat membahayakan nyawa pengidapnya. 

Baca juga: Waspada Penyakit Menular, Ini 6 Gejala Difteri

Penyebab Difteri

Bakteri penyebab difteri, Corynebacterium diphtheriae, dapat berkembang biak di atas atau dekat permukaan selaput lendir tenggorokan. Bakteri C. diphtheria menyebar melalui 3 cara, yaitu:

  • Udara. Pengidap difteri dapat menularkan bakteri C.diphteria melalui udara bila percikan air liur yang ia keluarkan saat batuk atau bersin, tidak sengaja terhirup oleh orang lain. Difteri paling sering menyebar dengan cara ini, terutama di tempat-tempat yang padat dengan orang, seperti sekolah.

  • Barang-barang pribadi yang terkontaminasi. Beberapa orang tertular difteri dengan memegang barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, atau berbagi peralatan pribadi dengan pengidap, seperti minum dari gelas yang sama dengan pengidap, berbagi handuk atau menyentuh mainan yang sudah terkontaminasi bakteri.

  • Kontak langsung dengan luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit pengidap. Cara penularan ini umumnya terjadi pada pengidap yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Orang yang sudah terinfeksi oleh bakteri difteri dan yang belum diobati berpotensi untuk menyebarkan bakteri pada orang yang belum mendapatkan imunisasi, sampai 6 minggu setelah terinfeksi, bahkan bila mereka tidak menunjukkan gejala apa pun.

Faktor Risiko Difteri

Pengidap HIV adalah salah satu kelompok orang yang berisiko tinggi terkena difteri. Hal ini disebabkan karena HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh pengidap, sehingga pengidap menjadi lebih mudah terserang oleh berbagai bakteri penyebab penyakit.

Tidak hanya pengidap HIV, orang-orang dengan kondisi berikut juga berisiko tinggi tertular difteri:

  • Anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin difteri secara lengkap.

  • Orang-orang yang tinggal di lingkungan yang ramai atau tidak sehat.

  • Siapa saja yang bepergian ke wilayah yang sedang terjadi wabah difteri.

Baca juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-anak?

Cara Mencegah Difteri Bagi Pengidap HIV

Oleh karena pengidap HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ia jadi rentan terserang berbagai penyakit seperti difteri. Namun, berikut ini gaya hidup sehat yang bisa dijalani pengidap HIV untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya, sehingga tidak mudah terserang penyakit:

  • Berhenti Merokok. Merokok dapat membunuh sel darah putih dan berbagai enzim dalam darah, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh kamu. Jadi, sebaiknya berhentilah merokok bila tidak ingin mudah jatuh sakit.

  • Tidur yang Cukup. Tidur adalah waktu di mana kamu dapat memulihkan energi kamu setelah seharian beraktivitas. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat kamu mudah mengalami stres yang nantinya memengaruhi sistem kekebalan tubuh kamu.

  • Kelola Stres dengan Baik. Stres akut dan yang berkepanjangan dapat menekan sistem kekebalan tubuh kamu. Oleh karena itu, kelola stres dengan baik dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan.

  • Terapkan Pola Makan Sehat dan Berolahraga. Makanan yang sehat dapat memberi tubuh banyak nutrisi baik, yang diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Berolahraga juga tidak hanya membuat tubuh kamu tetap bugar, tetapi juga memperkuat daya tahan tubuh.

Baca juga: Vaksin DPT Cegah Difteri Bukan Cuma pada Anak-Anak

Itulah penjelasan mengapa pengidap HIV rentan terkena difteri. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diphteria.