• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Mengonsumsi Makanan Pedas saat Sahur?

Amankah Mengonsumsi Makanan Pedas saat Sahur?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Hampir sebagian masyarakat Indonesia sangat suka makanan pedas. Tidak mengherankan jika kita bisa menemukan berbagai jenis olahan sambal di tiap provinsi di Indonesia. Namun, tampaknya kebiasaan makan makanan pedas ini harus dikurangi dahulu selama bulan puasa.

Pasalnya makanan makanan pedas saat sahur dikabarkan bisa sebabkan gangguan pencernaan setelahnya, terutama jika dikonsumsi saat sahur. Lantas, benarkah tidak aman jika mengonsumsi  makanan pedas saat sahur? Efek apa yang terjadi pada tubuh jika makan pedas saat sahur? Ini ulasannya.

Baca juga: Pilihan Menu Sahur Sehat Saat Puasa

Efek Konsumsi Makanan Pedas Saat Sahur

Jika ditanya apakah makanan pedas berbahaya, maka jawabannya tergantung pada tingkat kepedasannya. Jika kamu menggunakan terlalu banyak cabai, kamu pasti paham efek makan pedas, seperti berkeringat, dan rasa yang tidak nyaman lainnya. 

Apabila kamu ingin makan makanan pedas untuk sahur, sebaiknya rencanakan untuk menyelesaikan makan ini jauh sebelum matahari terbit atau waktu imsak. Pasalnya, makanan pedas menyerap air saat melewati faring (bagian belakang tenggorokan) dan perut. Ini berarti bahwa memakannya mengalir ke dalam cairan tubuh, dan membuat kamu merasa haus sesudahnya.

Apabila kamu makan makanan pedas mendekati waktu imsak, maka kamu akan merasa sangat haus saat menjalani puasa. Dehidrasi yang dialami akan bertambah buruk setelah itu. Meskipun demikian, jika kamu membiarkan diri setidaknya satu jam untuk rehidrasi antara makan dan waktu imsak, kamu seharusnya tidak memiliki masalah atau efek samping merugikan dari makan makanan pedas untuk sahur. 

Baca juga: Ini 5 Asupan Penting yang Harus Ada saat Puasa

Tetap Terhidrasi Adalah Kunci Kelancaran Berpuasa

Menjaga asupan air selama berpuasa tidak bisa dipungkiri merupakan kunci untuk tetap lancar berpuasa. Pasalnya, air memainkan banyak peran dalam sistem kerja organ tubuh. Dan tahukah kamu, bahwa minum susu saat sahur adalah sesuatu yang lebih disarankan. 

Kandungan cairan dari minuman susu dapat disimpan dalam tubuh lebih lama daripada kadar cairan dari minuman air atau jus dengan ukuran yang sama. Jus jeruk sebenarnya memiliki kinerja yang sedikit lebih baik daripada air, tetapi tidak sebaik susu.

Kepadatan nutrisi susu dianggap sebagai alasan mengapa minuman sehat ini jadi hidrator jangka panjang yang baik. Susu kaya vitamin B12, protein, yodium dan elektrolit, satu set mineral tertentu yang meliputi natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfat. Perut kita mengosongkan lebih lambat setelah minum sesuatu yang kaya vitamin dan elektrolit daripada air, jadi kita bisa terhidrasi lebih lama lagi. 

Namun, jika kamu tidak menyukai susu sapi atau tidak toleran, ada baiknya mencoba susu kedelai atau susu nabati lainnya, terutama yang diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan. Banyak merek kedelai atau susu nabati lainnya memiliki profil nutrisi yang mirip dengan susu sapi. Cobalah mencari merek yang diperkaya dengan mineral elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfat. 

Baca juga: Perut Mendadak Panas Saat Puasa, Harus Apa?

Jika kamu masih ingin tahu tips sehat selama berpuasa, kamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc melalui chat. Dokter akan selalu siaga menjawab pertanyaan mengenai keluhan kesehatan yang kamu alami selama menjalankan ibadah puasa. Mudah, bukan? Ayo segera ambil smartphone kamu sekarang dan gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
The Muslim Vibe. Diakses pada 2020. How to Keep Healthy This Ramadan: Stay Off the Spice to Stay Hydrated.
The University of Chicago Medicine. Diakses pada 2020. Are Spicy Foods Healthy Or Dangerous?