• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Sering Kencing karena Terlalu Banyak Minum?

Amankah Sering Kencing karena Terlalu Banyak Minum?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Ketika mengonsumsi cairan, terlebih air mineral, wajar jika kamu menjadi lebih sering kencing. Pada kondisi normal, orang dewasa akan buang air kecil sebanyak 4 hingga 8 kali dalam sehari atau sekitar 1 hingga 1,8 liter. Meskipun begitu, beberapa orang bisa saja memiliki frekuensi buang air kecil lebih sering daripada biasanya, bahkan hingga terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil. 

Lalu, amankah sering kencing karena terlalu banyak minum? Sebenarnya, kondisi tersebut wajar, apalagi jika kamu banyak minum ketika mendekati jam tidur malam. Ini akan semakin meningkatkan frekuensi buang air kecil di malam hari, bahkan kamu sampai terbangun untuk buang air kecil. Asalkan kamu tetap mengonsumsi cairan sebanyak 8 hingga 10 gelas setiap harinya, sering buang air kecil itu masih terbilang normal. 

Waspada Berbagai Kondisi Medis dengan Gejala Sering Kencing

Meski begitu, kamu perlu waspada jika sering buang air kecil, karena ada beberapa kondisi medis yang dapat terjadi dengan gejala berupa sering kencing. Ini bisa kamu perhatikan lebih jauh, jika kamu minum sedikit tetapi justru sering berkemih.

Jika kamu mengalaminya, sudah pasti kamu harus memeriksakannya ke rumah sakit sesegera mungkin. Nah, berikut kondisi medis dengan gejala sering buang air kecil:

  • Kandung Kemih Hiperaktif atau Overactive Bladder

Pertama adalah kondisi medis yang dinamakan overactive bladder, atau kandung kemih yang terlalu aktif dengan berkontraksi secara berlebihan atau tidak normal. Kondisi ini membuat kamu merasa selalu ingin buang air kecil, padahal kandung kemih kamu belum terlalu penuh dengan urine. 

Baca juga: Susah Buang Air Kecil, Mungkin Kena Penyakit Ini

  • Batu Ginjal

Lalu, sering kencing juga bisa mengindikasikan kalau kamu sedang mengalami batu ginjal, terbentuknya batu mineral di dalam ginjal karena urine yang terkonsentrasi. Selain keinginan untuk selalu berkemih, batu ginjal biasanya muncul dengan gejala urine keluar sedikit dan terasa nyeri ketika berkemih. Perubahan warna urine menjadi keruh atau gelap, urine berdarah, dan rasa sakit pada perut bagian bawah. 

  • Konsumsi Obat-Obatan

Biasanya, obat-obatan untuk mengatasi penumpukan cairan pada ginjal dan tekanan darah tinggi memiliki sifat diuretik. Artinya, obat ini membuang kelebihan cairan di dalam tubuh, sehingga kamu menjadi ingin buang air kecil terus-menerus. 

  • Hamil

Bagi wanita, sering kencing bisa menjadi gejala awal kehamilan. Pasalnya, uterus mengalami pertumbuhan dan mengakibatkan terhimpitnya kandung kemih. Inilah mengapa banyak wanita yang mengira dirinya hamil ketika mengalami sering kencing, apalagi pada malam hari. 

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Area Kelamin Harus Dibersihkan Sehabis Berkemih

  • Infeksi Saluran Kemih

Ketika kamu mengalami keinginan untuk buang air kecil yang tidak tertahankan dengan gejala lain seperti demam, nyeri pada pinggang dan perut bagian bawah, waspada terhadap infeksi saluran kemih. Segera berobat ke rumah sakit agar segera mendapatkan pengobatan, terlebih jika ada darah pada urine atau sensasi seperti terbakar ketika kamu berkemih. Supaya lebih cepat dan mudah kala berobat ke rumah sakit, gunakan aplikasi Halodoc untuk bisa berobat ke rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Jadi, kamu tidak boleh menyepelekan kondisi sering kencing, terlebih jika kamu tidak banyak mengonsumsi cairan atau adanya gejala lain yang tidak biasa pada tubuh selain sering buang air kecil. Selalu perhatikan gejalanya dan lakukan deteksi dini, agar penanganan bisa segera dilakukan. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Frequent Urination.
WebMD. Diakses pada 2020. Frequent Urination.
Healthline. Diakses pada 2020. Frequent Urination in Women.