• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Kesulitan Belajar, Perhatikan Hal Tidak Biasa Ini

Anak Kesulitan Belajar, Perhatikan Hal Tidak Biasa Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Anak kesulitan belajar? Bisa jadi ia mengalami gangguan belajar. Gangguan belajar pada anak bisa bermacam-macam. Mulai dari keterlambatan atau kesulitan dalam menulis, membaca, berhitung, atau kemampuan motoriknya. Orangtua sebaiknya jangan langsung menuduhnya malas, apalagi bodoh. Justru, orangtua perlu perhatikan hal tidak biasa yang mungkin terjadi pada anak dalam belajar, dan mencari solusinya. 

Apalagi, anak terlahir dengan kecerdasan dan keistimewaannya masing-masing, yang tidak bisa diukur hanya dengan nilai suatu mata pelajaran di sekolah. Pada beberapa kasus, wajar juga jika ada anak yang tidak bisa dengan mudah menerima pelajaran di sekolah. Untuk itu, ada baiknya jika orangtua mengetahui tentang gangguan belajar, jenis-jenisnya, ciri, dan cara mengatasinya, dalam pembahasan setelah ini.

Baca juga: Kenali Disleksia, Penyebab Gangguan Belajar pada Anak

Bagaimana Ciri Anak Kesulitan Belajar?

Anak yang mengalami kesulitan belajar, bukan berarti ia tidak cerdas dan tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk menerima pelajaran yang diberikan. Gangguan belajar pada anak adalah masalah yang memengaruhi kemampuan otak untuk menerima, mengolah, menganalisis, atau menyimpan informasi, sehingga membuatnya lambat dalam berkembang secara akademik.

Lebih lanjut, gangguan belajar anak dapat berhubungan dengan masalah membaca, menulis, matematika, cara berpikir, mendengarkan dan sampai bicara. Namun sebagai orangtua, sebaiknya jangan kecewa dulu. Faktanya, anak-anak yang memiliki gangguan belajar justru cenderung lebih cerdas dan pintar ketimbang anak-anak yang normal.

Baca juga: Perlu Tahu, Gaya Belajar Anak untuk Dukung Kecerdasannya

Tanda atau ciri seorang anak mengalami gangguan belajar biasanya sudah terlihat sejak ia berusia 3-5 tahun. Pada masa tersebut, biasanya Si Kecil akan mengalami perkembangan kognitif yang pesat, sehingga anak yang mengalami gangguan belajar akan mengalami keterlambatan. Namun, ciri gangguan belajar pada anak dapat berbeda-beda dan berdasarkan usianya. Berikut akan dirinci satu persatu.

Ciri gangguan belajar pada anak usia 3-5 tahun:

  • Memiliki masalah dalam mengucapkan kata-kata.
  • Kesulitan memilih kata yang tepat ketika berbicara.
  • Kesulitan belajar mengenal huruf, angka, warna, bentuk, dan nama-nama hari.
  • Kesulitan mengikuti arahan sederhana atau mengikuti kegiatan sehari-hari.
  • Kesulitan mewarnai dengan menggunakan krayon atau pensil warna.
  • Bermasalah dengan beberapa benda, seperti kancing, resleting, dan memakai sepatu.

Ciri gangguan belajar pada anak usia 5-9 tahun:

  • Kesulitan dalam belajar mencocokkan gambar dan suara (misalnya, gambar kucing dengan suara mengeong).
  • Kebingungan dengan kata dasar ketika belajar membaca.
  • Lambat dalam mempelajari kemampuan baru.
  • Membaca dan mengucapkan kata yang salah secara terus-menerus.
  • Bermasalah dengan konsep matematika sederhana.
  • Kesulitan dalam mengerti konsep waktu dan mengingat sesuatu.

Baca juga: 5 Cara Agar Anak Gemar Membaca

Ciri gangguan belajar pada anak usia 10-13 tahun:

  • Kesulitan dalam membaca dan matematika dasar.
  • Menghindari kegiatan membaca dengan lantang.
  • Tidak suka membaca dan menulis.
  • Memiliki kemampuan penataan diri yang buruk (membereskan kamar, mengerjakan tugas sekolah, membersihkan meja belajar).
  • Kesulitan dalam mengikuti diskusi dan tidak bisa mengekspresikan pendapat di dalam kelas.
  • Bermasalah dengan kata-kata dan ulangan di sekolah.

Jika Si Kecil menunjukkan satu atau beberapa tanda tersebut, sebaiknya bawa ia untuk diperiksa oleh tenaga profesional. Sebab, menentukan apakah seorang anak memiliki gangguan belajar tidak bisa sembarangan. Diperlukan hasil tes secara medis, tinjauan kinerja akademik anak, dan evaluasi dari orangtua. Jadi, agar lebih pasti, cobalah download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting guna memastikan jenis gangguan belajar yang dialami anak dan menemukan cara mengatasinya.

Referensi:
National Institute of Child Health and Human Development. Diakses pada 2020. What are the indicators of learning disabilities?
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. What is a learning disability?
WebMD. Diakses pada 2020. Detecting Learning Disabilities.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Learning disorders: know the signs, how to help.