• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mengaku Pacaran Pertama Kali, Orangtua Harus Apa?

Anak Mengaku Pacaran Pertama Kali, Orangtua Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Banyak orangtua yang merasa khawatir ketika anak telah menginjak masa remaja. Hal tersebut wajar terjadi, karena anak rawan terpapar nilai-nilai negatif di masa-masa ini. Pasalnya, anak yang menginjak remaja umumnya sering mempertanyakan dan mengkritisi setiap nilai yang mereka jumpai. Anak juga mulai mengenal lawan jenis dan minat romantisme mulai tumbuh di dalam dirinya.

Orangtua mungkin kaget ketika anak mengaku pacaran untuk yang pertama kalinya. Namun, yang perlu diketahui bahwa itu adalah hal yang wajar. Di sini peran orangtua dibutuhkan untuk mengedukasi soal seks sembari mengawasinya. Lantas, ini hal yang harus dilakukan orangtua, yaitu:

Baca Juga: Beranjak Remaja Anak Sering Membantah, Ini Alasannya

  1. Jangan Memarahinya

Ketika anak mengaku berpacaran untuk pertama kalinya, hindari untuk melarangnya atau bahkan memarahinya. Pasalnya, melarang dan memarahinya membuat anak tidak terbuka dan berisiko berbohong kepada orangtua. Jika ayah atau ibu tidak setuju dengan hubungannya, coba untuk menasehatinya secara baik-baik. Ungkapkan alasan yang tepat dan logis serta tidak menyakiti hatinya. Beritahu pula tentang berbagai risiko pacaran yang bisa terjadi. Di sinilah peran ayah dan ibu untuk mengedukasinya soal seks.

  1. Jadilah Pendengar yang Baik

Cobalah menjadi pendengar yang baik dan terbuka kepadanya. Ketika orangtua terbuka pada anak, maka anak tidak segan untuk menceritakan apapun yang sedang dilaluinya. Ajaklah anak untuk berdiskusi tentang berbagai topik dan posisikan ayah atau ibu layaknya sahabat untuknya. Ayah dan ibu bisa bertanya laki-laki atau perempuan seperti apa yang sedang disukainya, bagaimana sikapnya, di mana rumahnya dan lain-lain. Ketika orangtua punya hubungan yang dekat dengan anak, maka ayah atau ibu bisa mengawasi hubungan yang sedang dijalaninya.

  1. Tetapkan Aturan Keamanan

Sebagai orangtua, tugas ayah dan ibu adalah menjaga anak tetap aman dan mengawasinya agar menjalin hubungan yang sehat. Melansir dari Verywell Family, menetapkan aturan keamanan kepada anak adalah hal yang wajib dilakukan orangtua. Aturan ini harus didasarkan pada perilaku dan usianya. Buatlah konsekuensi ketika anak tidak jujur tentang kegiatannya atau tidak menjalankan jam malamnya. Remaja membutuhkan lebih banyak peraturan karena mereka belum mampu mengontrol hubungannya dengan lawan jenis. 

Baca Juga: Film Dua Garis Biru Bukti Remaja Belum Siap Jadi Orangtua?

Contoh aturan yang perlu dibuat adalah rencana kegiatan sang anak. Pastikan ayah dan ibu mengetahui kegiatannya sehari-hari. Kemudian tetapkan jam malam yang jelas. Ayah dan ibu perlu mengetahui secara detail dengan siapa ia pergi, ke mana mereka akan pergi, serta penting untuk mengetahui apa yang dilakukan anak remaja saat berpacaran.

  1. Edukasi Tentang Seks

Tidak sedikit orangtua yang menganggap bicara soal seks kepada anak adalah hal yang tabu. Padahal edukasi seks kepada anak penting, terutama jika anak telah menginjak masa remaja. Carilah waktu yang tepat untuk mengobrol dengannya soal seks. Beritahu anak seputar risiko seks bebas sampai hamil di usia muda.

Kalau ayah dan ibu masih canggung untuk membicarakan seks kepada anak, ayah dan ibu bisa menghubungi psikolog Halodoc seputar tips berdiskusi seks dengan anak. Lewat aplikasi Halodoc, ayah dan ibu bisa menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

  1. Diskusikan Bahaya Teknologi

Mengingat teknologi kini berkembang pesat dan anak-anak mudah mengaksesnya,  orangtua juga harus pintar untuk mengedukasi anak tentang bahaya teknologi. Pasalnya, anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif apabila ia tidak menggunakan teknologi secara bijak. 

Baca Juga: Masuk Puber, Orangtua Perlu Tahu 5 Tanda Depresi pada Remaja

Intinya, hindari terlalu keras kepada anak dan cobalah menjadi teman yang baik untuknya. Jangan lupa untuk menanamkan nilai-nilai yang positif serta mengedukasinya soal seks dan bahaya teknologi agar anak tidak terjerumus ke hal negatif dan hubungan yang tidak sehat. 

Referensi :
Verywell Family. Diakses pada 2019. 5 Truths About Teens and Dating.
Healthy Children. Diakses pada 2019. When To Let Your Teenager Start Dating.