Beranjak Remaja Anak Sering Membantah, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
pola asuh anak, komunikasi dengan anak

Halodoc, Jakarta - Menghadapi anak yang tengah beranjak dewasa bukanlah perkara mudah. Bagi beberapa anak, mereka bisa menjadi anak yang sangat sulit dihadapi dengan seringnya mereka membantah dan melawan. Metode komunikasi yang salah saat orangtua menolak permintaan anak kerap kali menjadi alasan seringnya anak membantah. 

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Komunikasi dalam jenis ini biasanya adalah komunikasi satu arah yang hanya berisi kritikan dan suruhan bagi anak, tanpa ingin mengetahui apa maksud atau alasan anak melakukan hal tersebut. Tak hanya komunikasi satu arah saja yang menjadi penyebab anak sering membantah, hal-hal berikut bisa ibu jadikan pertimbangan pola asuh anak yang tengah beranjak remaja:

  • Selalu Diakhiri dengan Pertengkaran

Hal ini termasuk dalam salah satu hal yang sering kali terjadi. Saat berkomunikasi dengan buah hati yang tengah beranjak remaja, ibu selalu berakhir dengan memarahinya, karena merasa benar. Jika hendak memarahinya, gunakan intonasi atau pemilihan kata yang lebih tepat, agar anak dapat menerima dan tidak membantah perkataan ibu.

  • Orangtua Kerap Tidak Paham

Ketika anak mengutarakan pendapatnya, dengarkan baik-baik apa yang menjadi maksud pembicaraannya. Membantah juga dilakukan karena orangtua tidak nyambung dengan pembicaraan anak. Dalam hal ini bisa dicontohkan ketika anak curhat tentang orang yang disukai, ibu malah memarahinya dengan berbicara, “Jangan pikirin pacaran! Belajar dulu yang pinter!”

Ketika ibu sering melakukan hal tersebut, percayalah, anak akan menjadi anak yang tertutup karena kurangnya pengertian ibu sebagai orangtua. Ibu sebaiknya mendengarkan ceritanya terlebih dulu, kemudian bimbing anak dengan kata-kata yang enak didengar.

  • Tidak Ada Komunikasi

Hal ini merupakan kesalahan paling fatal. Tidak adanya komunikasi akan membuat orangtua menjadi semakin jauh dengan anak. Kedua kubu menjadi tidak saling mengerti kebutuhan dan keinginan masing-masing. Akhirnya, ketika dihadapkan dengan suatu hal yang berbeda, keduanya akan saling keras kepala dengan pilihannya masing-masing.

Dalam hal pola asuh anak yang baik, ibu bisa langsung mendiskusikan hal ini dengan dokter di aplikasi Halodoc. Ketika pola asuh orangtua dan anak sejalan, anak akan lebih mudah diatur, karena telah memahami bagaimana karakter kedua orangtuanya, pun sebaliknya. 

Baca juga: Keuntungan Menerapkan Pola Asuh Autoritatif

Cara Mengatasi Anak yang Sering Membantah

Ketika mereka sangat susah untuk diatur dengan menolak saran dari kedua orangtua, ingatlah jika hal ini merupakan hal yang normal dari perkembangan mereka. Tanggapi hal ini dengan kata-kata lembut dan intonasi yang baik. Jangan lupa untuk berusaha yakin jika sikap mereka hanya sementara, karena proses tumbuh kembangnya. Selain itu, ibu bisa atasi dengan langkah berikut ini:

  • Aturan untuk Saling Menghormati

Aturan ini bisa ibu buat untuk mengerem perilaku remaja yang tidak hormat pada orangtua. Ibu dapat mengingatkan mereka bagaimana cara menyampaikan kritik, pendapat, ketidakpuasan, atau perselisihan dengan cara yang baik. Sampaikan dengan kata dan intonasi yang baik pula.

  • Cari Tahu Penyebabnya

Jika setelah diberi pengertian, tapi respon anak sangat menggebu-gebu. Ibu sebaiknya mencari tahu lebih dalam apa yang menjadi penyebabnya. Barangkali mereka sedang mengalami masalah serius, seperti bullying atau tekanan di sekolahnya. Perkembangan remaja memang tidak mudah dilakukan, anak akan menghadapi sejumlah perubahan fisik, dunia sosial, akademis sekolah, serta masalah pertemanan.

  • Bimbing Mereka dengan Hal-Hal yang Benar

Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab terbesar orangtua, yaitu membentuk anak menjadi pribadi yang lebih dewasa, peduli sesama, serta bertanggung jawab. Ibu hanya perlu fokus membimbing mereka melakukan hal-hal yang benar. 

Baca juga: Beda Pendapat, Ini Tips Berkompromi dengan Ambisi Anak

Tak hanya beberapa hal tersebut, ketika beranjak remaja, anak cenderung menginginkan lebih banyak privasi. Mereka membutuhkan sedikit kebebasan untuk menyusun hidupnya sendiri, seperti dalam memilih pertemanan, atau hal-hal yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Dalam hal ini, ibu sesungguhnya sudah mengajarkan mereka bagaimana cara mandiri dan bertanggung jawab.

Referensi:
Imom. Diakses pada 2019. Why Teenagers Like to Argue.
Listovative. Diakses pada 2019. 10 Common Reasons Why Teens Fight with Parents.