Ad Placeholder Image

Anak Sakit Gigi dan Rewel, Begini Cara Mengatasinya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   26 Januari 2026

Penting bagi orang tua untuk tahu penyebab sakit gigi pada anak, cara memberikan pertolongan pertama dan kapan harus mencari bantuan medis profesional.

Anak Sakit Gigi dan Rewel, Begini Cara MengatasinyaAnak Sakit Gigi dan Rewel, Begini Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI:


Sakit gigi pada anak bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, baik bagi anak maupun orang tua. Rasa nyeri dapat membuat anak rewel, susah makan, dan sulit tidur.

Penting bagi orang tua untuk mengetahui penyebab sakit gigi pada anak, cara memberikan pertolongan pertama yang tepat, serta kapan harus mencari bantuan medis profesional.

Simak bahasan secara komprehensif mengenai sakit gigi pada anak, mulai dari penyebab, gejala, penanganan di rumah, hingga pencegahannya.

Penyebab Sakit Gigi pada Anak

Sakit gigi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Gigi berlubang (karies): Ini adalah penyebab paling umum sakit gigi pada anak. Karies terjadi akibat bakteri dalam mulut menghasilkan asam yang merusak lapisan email gigi.
  • Infeksi gigi dan gusi: Infeksi dapat terjadi akibat gigi berlubang yang tidak diobati atau akibat trauma pada gigi.
  • Tumbuh gigi: Proses tumbuh gigi, terutama pada bayi, dapat menyebabkan nyeri dan peradangan pada gusi.
  • Trauma pada gigi: Benturan atau cedera pada gigi dapat menyebabkan retak, patah, atau bahkan tanggalnya gigi, yang dapat menimbulkan rasa sakit.
  • Sisa makanan: Sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi.

Nah, berikut ini Daftar Dokter Gigi yang Bisa Bantu Atasi Gangguan Kesehatan Mulut.

Gejala Sakit Gigi pada Anak yang Perlu Diperhatikan

Gejala sakit gigi pada anak dapat bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan masalahnya.

Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Anak menjadi rewel dan mudah menangis
  • Sulit makan atau menolak makanan
  • Gangguan tidur
  • Sering memegang atau menggosok pipi di area yang sakit
  • Pembengkakan pada gusi atau pipi
  • Demam (pada kasus infeksi)
  • Bau mulut tidak sedap

Apa yang Harus Dilakukan Jika Gigi Anak Sakit? Pertolongan Pertama yang Efektif

Saat anak mengeluh sakit gigi, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakan rasa nyerinya:

  • Tenangkan anak: Usahakan untuk tetap tenang dan berikan dukungan emosional pada anak. Rasa cemas dan takut dapat memperburuk rasa sakit.
  • Kumur dengan air garam hangat: Larutkan ½ sendok teh garam dalam segelas air hangat. Minta anak untuk berkumur selama beberapa detik, lalu meludahkannya. Air garam dapat membantu membersihkan area yang sakit, mengurangi peradangan, dan meredakan nyeri ringan. Jika anak belum bisa berkumur, gunakan kapas yang dibasahi air garam untuk mengoleskannya pada area yang sakit.
  • Kompres dingin: Jika terdapat pembengkakan pada pipi, kompres dingin area tersebut dengan es yang dibungkus kain selama 15-20 menit. Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Berikan makanan yang lembut: Hindari memberikan makanan yang keras, terlalu panas, atau terlalu dingin, karena dapat memperparah rasa sakit. Pilihlah makanan yang lembut dan mudah dikunyah, seperti bubur, sup, atau yoghurt.
  • Pastikan asupan air cukup: Dorong anak untuk minum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi dan menjaga kebersihan mulut. Hindari minuman manis atau asam, karena dapat memperburuk masalah gigi.
  • Posisi kepala saat tidur: Saat tidur, posisikan kepala anak lebih tinggi dengan bantal tambahan. Ini membantu mengurangi tekanan pada area gigi yang sakit.
  • Gunakan minyak cengkeh (jika disarankan): Beberapa orang tua menggunakan minyak cengkeh untuk meredakan nyeri gigi sementara. Caranya, celupkan kapas ke dalam minyak cengkeh dan tempelkan pada area yang sakit. Namun, konsultasikan dengan dokter gigi sebelum menggunakan minyak cengkeh, terutama pada anak kecil.

Kamu juga perlu memahami kondisi Mulut dan Gigi – Informasi Kesehatan dan Perawatannya agar selalu terjaga baik.

Pertolongan Pertama Sakit Gigi Berdasarkan Usia Anak

Pendekatan pertolongan pertama pada sakit gigi anak perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak:

  • Bayi (0-12 bulan): Pada bayi yang tumbuh gigi, berikan teether (mainan gigit) yang dingin untuk membantu meredakan nyeri gusi. Usap gusi bayi dengan lembut menggunakan kain kasa bersih yang dibasahi air dingin. Hindari penggunaan obat pereda nyeri tanpa rekomendasi dokter.
  • Anak usia 1-3 tahun: Ajarkan anak untuk berkumur dengan air garam jika sudah mampu. Jika belum, gunakan kapas untuk mengoleskan air garam pada area yang sakit. Berikan makanan lunak dan dingin. Alihkan perhatian anak dari rasa sakit dengan aktivitas yang menyenangkan.
  • Anak usia sekolah (4 tahun ke atas): Anak usia sekolah biasanya sudah mampu berkumur dengan baik. Selain itu, kamu dapat memberikan obat pereda nyeri yang dijual bebas sesuai dosis yang dianjurkan. Jelaskan pada anak pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Obat Pereda Nyeri yang Aman untuk Anak Sakit Gigi

Jika langkah-langkah di atas tidak cukup meredakan rasa sakit, kamu dapat memberikan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol (acetaminophen) atau ibuprofen.

Pastikan untuk selalu membaca dan mengikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan obat.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika kamu memiliki pertanyaan mengenai dosis atau efek samping obat.

Penting: Jangan pernah menempelkan obat pereda nyeri langsung pada gigi atau gusi anak, karena dapat berbahaya.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Meskipun pertolongan pertama di rumah dapat membantu meredakan rasa sakit, penting untuk segera membawa anak ke dokter gigi jika:

  • Sakit gigi berlangsung lebih dari 1-2 hari
  • Rasa sakit semakin parah
  • Terdapat pembengkakan yang signifikan pada gusi atau pipi
  • Anak demam
  • Terdapat nanah di sekitar gigi yang sakit
  • Anak mengalami kesulitan bernapas atau menelan

Pencegahan Sakit Gigi pada Anak

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah sakit gigi pada anak:

  • Ajarkan anak menyikat gigi dengan benar: Mulailah mengajarkan anak menyikat gigi sejak dini, bahkan sebelum gigi pertama tumbuh. Gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi berfluoride sesuai usia anak. Sikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis: Makanan dan minuman manis merupakan sumber utama makanan bagi bakteri penyebab karies. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis, terutama di antara waktu makan.
  • Rutin periksakan gigi anak ke dokter gigi: Bawa anak ke dokter gigi secara rutin, setidaknya setiap 6 bulan sekali, untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi. Dokter gigi dapat mendeteksi masalah gigi sejak dini dan memberikan perawatan yang tepat.
  • Gunakan pasta gigi berfluoride: Fluoride membantu memperkuat email gigi dan mencegah karies. Gunakan pasta gigi berfluoride sesuai dengan rekomendasi usia anak. Menurut Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), anak-anak usia 6 tahun ke atas dianjurkan menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride 1000 ppm.
  • Konsultasikan dengan dokter gigi mengenai perawatan tambahan: Dokter gigi mungkin merekomendasikan perawatan tambahan, seperti aplikasi fluoride atau sealant gigi, untuk melindungi gigi anak dari karies.

Jadi, dengan memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya, orang tua dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif dan mencegah masalah gigi yang lebih serius.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi di Halodoc jika anak mengalami sakit gigi yang berkelanjutan atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Kamu juga bisa hubungi dokter di Halodoc dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Kids Dentist Tree. Diakses pada 2026. What to Do if Your Child Has a Toothache.
Healthy Children. Diakses pada 2026. Toothaches in Children.