• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Angkat Beban Berat Sebabkan Hernia, Mitos atau Fakta?

Angkat Beban Berat Sebabkan Hernia, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Hernia terjadi ketika ada sebagian atau seluruh jaringan atau organ mencuat dan menonjol melalui celah atau bukaan dalam dinding otot yang menyebabkan terjadinya benjolan. Pada dasarnya, otot tubuh mampu menopang organ-organ tubuh. Ketidakmampuan otot dalam menopang organ tubuh ini yang memicu terjadinya hernia.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kamu mengalami penyakit ini. Salah satunya adalah terlalu sering mengangkat beban berat, setidaknya begitulah anggapan sebagian besar orang tentang gangguan kesehatan ini. Namun, benarkah mengangkat berat bisa menyebabkan terjadinya turun berok?

Baca juga: Kenali Perbedaan Hernia pada Wanita dan Pria

Angkat Berat Sebabkan Hernia, Itu Hanya Mitos

Dikutip dari Cleveland Clinic, hernia tidak selalu berhubungan dengan tubuh yang selalu mengangkat beban berat. Kesimpulan ini muncul dilatarbelakangi dengan banyaknya orang yang mengalami turun berok setelah mengangkat beban berat. Saat mengangkat benda berat, terjadi tekanan yang besar di bagian dalam perut yang memicu organ dalam melesak ke bagian jaringan yang lebih lemah.

Namun, bukan itu yang menyebabkan seseorang mengalami hernia, karena penyakit ini muncul akibat dari faktor usia, cedera akibat kecelakaan, batuk kronis, efek samping pembedahan atau operasi, atau cacat sejak lahir ketika otot perut tidak menyatu dengan sempurna.

Meski terkadang menimbulkan rasa sakit yang membuat tubuh menjadi kurang nyaman, turun berok termasuk ke dalam kategori penyakit tidak berbahaya dan bisa sembuh jika segera ditangani. Namun, ada kondisi ketika terjadi strangulated hernia atau usus terlilit. Apabila terjadi, pengidap harus mendapatkan pengobatan, karena jenis hernia satu ini  terasa sangat menyakitkan.

Penanganan Hernia

Biasanya, pengidap mendapatkan penanganan sesuai dengan jenis penyakit dan gejala yang muncul. Hernia jenis umbilikalis umumnya tidak menunjukkan gejala serius dan bisa sembuh dengan sendirinya. Dokter juga biasanya mudah mendorong organ yang mencuat keluar dan mengembalikan ke posisinya semula.

Baca juga: Mengapa Hernia Bisa Terjadi pada Bayi?

Sementara itu, tindakan operasi hanya dilakukan apabila turun berok tidak juga membaik hingga kurun waktu empat hingga lima tahun. Operasi juga mungkin dibutuhkan jika benjolan yang terjadi telah menyumbat usus. Biasanya, hernia jenis inguinalis akan membutuhkan tindakan operasi untuk mencegah timbulnya penahanan organ.

Melansir dari Healthline, proses operasi untuk menangani turun berok pun terbagi menjadi dua, yaitu laparoskopi dan operasi terbuka. Selain jenisnya, faktor lain yang menjadi pertimbangan dokter untuk menjalankan operasi adalah riwayat kesehatan pengidap, isi, dan lokasi dari hernia.

Beberapa penyakit ini ada yang berisi jaringan, otot, atau usus. Sementara lokasi hernia yang mengharuskan dilakukan operasi adalah pada selangkangan dibandingkan dengan pada perut.

Sakit pada bagian sekitar perut hingga ke area selangkangan menjadi gejala paling umum penyakit turun berok. Namun, ada banyak penyakit dengan gejala yang sama.

Oleh karena itu, kamu bisa merasakan gejala lain yang mengikutinya untuk mengetahui lebih lanjut apakah kamu sedang mengalami penyakit ini atau yang lainnya.

Baca juga: Turun Berok Ganggu Kesuburan, Mitos atau Fakta?

Jika belum yakin, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi, kamu bisa berinteraksi dengan dokter tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Yuk, hubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja.

 

Referensi :
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Can Heavy Lifting Give You a Hernia?.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Want to Know About a Hernia.