• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Ibu Hamil Mengalami Syok Hipovolemik?

Apa Penyebab Ibu Hamil Mengalami Syok Hipovolemik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, mungkin banyak ibu yang merasakan terjadinya perubahan pada tubuh. Hal tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti mual dan muntah hingga peningkatan nafsu makan. Seiring bertambahnya usia janin, perasaan mual tersebut akan berkurang.


Namun, jika ibu mengalami beberapa masalah lainnya pada tubuh, antara lain bibir dan kuku yang tampak membiru serta urine yang tidak keluar sama sekali, sudah saat untuk berhati-hati. Sebab, gangguan tersebut merupakan gejala-gejala dari syok hipovolemik. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan seorang ibu hamil dapat mengalami gangguan ini? Berikut ulasannya!


Baca juga: Kenali Gejala Munculnya Syok Hipovolemik


Penyebab Syok Hipovolemik pada Ibu Hamil


Syok hipovolemik merupakan kondisi yang berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh kehilangan banyak darah atau cairan. Gangguan ini dapat menurunkan volume darah seseorang, yaitu jumlah darah yang beredar di tubuh. Maka dari itu, gangguan ini disebut juga dengan guncangan volume rendah.


Penyakit ini merupakan keadaan darurat yang dapat mengancam nyawa pengidapnya, terlebih lagi jika terjadi pada ibu hamil. Darah berguna untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan memindahkan oksigen serta nutrisi lainnya ke semua sel yang ada di tubuh. Jika volume darah rendah, organ sulit untuk bekerja. Pada ibu hamil, janin mungkin kekurangan asupan oksigen karena darah yang beredar sedikit.


Lalu, apa yang menjadi penyebab syok hipovolemik pada ibu hamil? Berikut ini penjelasannya:


1. Perdarahan Antepartum


Salah satu gangguan yang menyebabkan wanita mengalami syok hipovolemik adalah perdarahan antepartum. Gangguan ini terjadi akibat perdarahan yang keluar melalui vagina saat usia kehamilan sudah lebih dari 24 minggu. Ibu hamil yang mengalami masalah ini harus segera mendapatkan penanganan dari ahli medis agar menimbulkan masalah besar. Hal tersebut karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada janin bahkan ibunya.


Gejala utama dari perdarahan antepartum adalah keluarnya darah melalui vagina saat hamil yang mungkin bersamaan dengan rasa nyeri. Gangguan ini dapat terjadi disebabkan oleh adanya robekan pada plasenta. Maka dari itu, jika ibu mengalami kehilangan banyak darah, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri sebelum masalah yang ada semakin besar. Dengan begitu, kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.


Baca juga: Enggak Banyak yang Tahu, Syok Hipovolemik Berbahaya Kalau Pingsan


2. Kehamilan Ektopik


Ibu hamil juga dapat mengalami syok hipovolemik disebabkan oleh perdarahan dari kehamilan ektopik atau di luar kandungan. Hal ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami perdarahan sekaligus nyeri hebat pada panggul. Gangguan ini perlu segera mendapatkan penanganan karena janin tidak akan berkembang dengan normal. Operasi mungkin dilakukan untuk mengangkat jaringan ektopik dan tuba falopi yang pecah.


Selain itu, jika ibu memiliki pertanyaan lain terkait syok hipovolemik, dokter dari Halodoc siap membantu kapan pun. Caranya mudah sekali, ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc dan manfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call, untuk memudahkan interaksi yang dilakukan dengan ahli medis.


Cara Diagnosis Syok Hipovolemik


Umumnya, tidak ada peringatan awal pada seseorang yang mengalami gangguan ini. Namun, gejala cenderung muncul saat ibu hamil sudah mengalami kondisi tersebut. Salah satu cara untuk mendiagnosis penyakit tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat gejalanya, seperti tekanan darah rendah dan detak jantung yang cepat. Selain itu, menurunnya tingkat respons juga dapat menjadi pertanda.


Perdarahan yang ke luar dari tubuh lebih mudah dikenali dibandingkan yang terjadi di dalam tubuh. Perdarahan internal kadang sulit untuk ditemukan hingga seseorang menimbulkan beberapa gejala syok hemoragik. Selain pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan melakukan pengujian terkait syok hipovolemik, seperti:


  • Tes darah untuk memeriksa keseimbangan elektrolit dan fungsi hati.
  • CT scan untuk memeriksa bagian dalam organ tubuh.
  • Elektrokardiogram untuk menilai irama jantung seseorang.
  • Kateter urin untuk mengukur jumlah urin pada kandung kemih.


Baca juga: Benarkah Syok Hipovolemik Bisa Berakibat Fatal?


Itulah beberapa penyebab dari syok hipovolemik yang dapat terjadi pada ibu hamil. Setiap ibu hamil benar-benar harus berhati-hati saat mengalami perdarahan dan lebih baik segera mendapatkan penanganan secara medis. Jangan biarkan gangguan tersebut berlarut-larut karena dampak buruknya dapat menimbulkan kematian.




Referensi:

Web MD. Diakses pada 2020. Hypovolemic Shock.
Healthline. Diakses pada 2020. Hypovolemic Shock.