• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Seseorang Alami Buta Warna Parsial?

Apa Penyebab Seseorang Alami Buta Warna Parsial?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu jika buta warna tidak selalu berarti tidak bisa melihat warna apapun. Buta warna ada yang disebut dengan buta warna parsial. Saat mengidap buta warna parsial, pengidap tidak dapat melihat warna-warna tertentu dan gradasi warna tersebut. 

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Buta Warna Parsial

Dalam mata, ada kerucut yang bertugas dalam merespons beberapa warna berbeda. Sebagian besar dari kerucut tersebut merespon warna merah, sebagian kecil sisanya merespons warna hijau dan biru. Saat buta warna parsial dialami, sel kerucut ini akan mengalami kerusakan.

Kerusakannya pun tidak menyebabkan pengidapnya 100 persen kehilangan penglihatannya. Pengidap masih bisa mendeteksi warna, tapi tidak akurat, dan akan sering tertukar antara satu warna dengan warna yang lain. Selain rusaknya kerucut dalam mata, ini penyebab buta warna parsial!

Baca juga: Bisakah Buta Warna Parsial Menurun ke Anak?

  • Faktor Keturunan

Penyebab buta warna parsial karena faktor keturunan disebabkan oleh kelainan fotopigmen. Gen yang menurunkan buta warna parsial sendiri adalah kromosom X. Karena gennya sendiri adalah kromosom X, maka penyakit yang satu ini lebih banyak ditemukan pada pria dibanding dengan wanita.

  • Mengidap Retinopati Diabetik

Penyakit retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab buta warna parsial yang menyebabkan kerusakan pada retina tempat sel kerucut berada. Hati-hati, orang dengan diabetes akan rentan mengidap buta warna parsial karena hal tersebut.

  • Penyakit pada Otak

Seseorang dengan penyakit Alzheimer atau Parkinson akan lebih rentan mengidap buta warna parsial. Bukan hanya kedua golongan tersebut saja, pengidap demensia juga akan mengalami kesulitan dengan persepsi penglihatan, hingga dapat salah dalam menginterpretasi warna yang dimaksud.

  • Mengalami Kecelakaan

Dalam kasus yang jarang terjadi, cedera berat akibat kecelakaan dapat mengakibatkan sel kerucut dalam retina mengalami kerusakan. Akibatnya penyakit buta warna parsial tidak dapat dihindari.

Segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc saat kamu atau orang-orang terdekatku memiliki faktor risikonya, ya! Dengan berdiskusi dengan dokter, kamu dapat melakukan langkah antisipasi yang tepat guna mencegah penyakit menjadi bertambah parah dan menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Baca juga: Buta Warna pada Anak, Ini yang Perlu Diketahui

Apakah Buta Warna Parsial Dapat Diturunkan pada Anak?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab buta warna parsial adalah faktor genetika yang biasanya diturunkan dari orangtua lewat kromosom X. Faktor yang satu ini akan menyebabkan seseorang mengalami ketidakmampuan dalam melihat warna merah, hijau, dan biru.

Begini kira-kira skema buta warna parsial yang disebabkan oleh faktor genetika. Pertama, hal yang sudah diketahui bersama adalah, kromosom yang dapat menurunkan buta warna parsial adalah kromosom X. Artinya, anak perempuan dengan kromosom XX, mereka hanya menjadi carrier saja jika hanya satu kromosom yang terkena.

Sedangkan bagi anak laki-laki yang memiliki kromosom XY, mereka akan mengalami buta warna parsial turunan jika mendapatkan kromosom X dari orangtua yang juga mengidap buta warna parsial. Meski demikian, seorang ayah yang mengalami kondisi ini tidak dapat menurunkan penyakitnya pada anak laki-lakinya, karena kromosom X dari ayah hanya turun ke anak perempuan saja. 

Hal tersebut yang membuat buta warna merah atau hijau lebih banyak terjadi pada pria dibanding dengan wanita. Sedangkan buta warna biru perbandingan antara pria dan wanita cukup setara, karena terbawa di kromosom non-sex. Begitulah kira-kira skema faktor keturunan dari buta warna parsial.

Referensi:
Color Blind Awareness. Diakses pada 2020. Causes of Colour Blindness.
Healthline. Diakses pada 2020. What You Need to Know About Color Blindness.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Color Blindness?