• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Gejala yang Terjadi saat Mengalami Silent Hypoxia?

Apa Saja Gejala yang Terjadi saat Mengalami Silent Hypoxia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Silent hypoxia disebut sebagai gejala baru virus corona belakangan ini. Istilah hypoxia, atau hipoksia sendiri sudah terkenal di dunia medis, yaitu kondisi yang terjadi saat rendahnya kadar oksigen di dalam sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan tidak dapat berfungsi semestinya. Lantas, bagaimana dengan silent hypoxia? Apa saja gejala yang perlu diperhatikan? Berikut ulasannya!

Baca juga: Waspada Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Mematikan

Silent Hypoxia dan Sejumlah Gejala yang Perlu Diwaspadai

Silent hypoxia bisa juga disebut dengan happy hypoxia, yaitu kondisi saat oksigen di dalam tubuh mengalami penurunan, tanpa adanya gejala yang mendasari. Mekanismenya sendiri belum diketahui secara pasti. Yang jelas, kondisi ini terjadi secara perlahan-lahan, sehingga pengidap tidak mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Pengidap akan merasa baik-baik saja.

Yang seharusnya hipoksia ditandai dengan sesak napas atau lemas, pengidap justru tidak mengalami gejala tersebut. Bukan hanya merasa sesak atau lemas saja, pengidap juga seharusnya mengalami gejala silent hypoxia berikut ini:

  • Mengalami perubahan kulit menjadi kebiruan.
  • Mengalami batuk-batuk.
  • Mengalami peningkatan denyut nadi.
  • Mengalami peningkatan frekuensi pernapasan.
  • Mengalami nyeri kepala.
  • Mengalami keringat berlebih.

Pada kasus yang berat, gejala silent hypoxia bisa ditandai dengan kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian pada pengidapnya. Jika mengalami sejumlah kondisinya, kamu disarankan untuk segera menemui dokter di rumah sakit terdekat untuk mengatasi sejumlah gejala yang muncul. Ingat, kehilangan nyawa adalah komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi pada pengidap. Jadi, jangan sepelekan gejala yang muncul, ya.

Baca juga: 8 Hal Fatal yang Terjadi Tubuh Jika Alami Hipoksia

Silent Hypoxia dan Penyebab yang Mendasari

Silent hypoxia atau yang dikenal dengan istilah happy hypoxia merupakan kondisi yang terjadi saat organ paru-paru mengalami peradangan akibat infeksi virus Corona. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kondisi tersebut terjadi karena adanya masalah pada sistem saraf yang mengatur fungsi pernapasan, serta kadar oksigen dalam darah.

Sejauh ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari silent hypoxia. Akibat gejala tidak tampak, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian pada pengidap. Oleh karena itu, setiap pengidap positif virus corona tetap perlu waspada meskipun tidak mengalami sejumlah gejalanya.

Baca juga: Ini Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen

Bagaimana Langkah Mengatasi Silent Hypoxia?

Baik yang muncul dengan gejala maupun tidak, silent hypoxia perlu segera mendapat penanganan dokter. Langkah penanganan biasanya dilakukan dengan memberikan terapi oksigen, yang disusul dengan proses pengobatan penyakit yang memicu penurunan kadar oksigen dalam tubuh. Terapi oksigen biasanya diberikan bagi pengidap yang masih bisa bernapas,

Sedangkan bagi pengidap yang mengalami penurunan kesadaran atau sesak napas, pemberian oksigen akan diberikan melalui ventilator. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, segera periksakan diri jika kamu merasakan sejumlah gejala infeksi virus corona, atau pernah kontak langsung dengan pengidap positif COVID-19. Tetaplah waspada meski tidak mengalami gejalanya, ya!


Referensi:
Universitas Gadjah Mada. Diakses pada 2020. Recognizing Happy Hypoxia Syndrome as a New Symptom of Covid-19.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Hypoxemia.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Hypoxia and Hypoxemia.