• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Gejala Fibromyalgia?

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Gejala Fibromyalgia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Fibromyalgia syndrom alias fibromyalgia menyebabkan pengidapnya mengalami gejala nyeri dan sakit di seluruh tubuh. Kabar buruknya, hingga kini masih belum ada pengobatan yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit ini. Kendati begitu, penyakit jangka panjang ini tetap harus diobati dan dirawat untuk meringankan gejala. 

Selain nyeri, pengidap penyakit fibromyalgia biasanya juga mengalami gejala berupa rasa lelah serta gangguan tidur pada malam hari. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi dan mengurangi gejala penyakit fibromyalgia. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit ini adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

Baca juga: Nyeri Otot, Rematik Polimialgia atau Fibromyalgia? Ini Bedanya!

Meredakan Gejala Penyakit Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah penyakit yang menyerang otot dan disebut lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang bisa terserang penyakit ini. Namun, risiko fibromyalgia disebut lebih tinggi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit sama. 

Selain riwayat keluarga, ada faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini, salah satunya memiliki trauma fisik atau emosional, misalnya pernah mengalami cedera atau menjalani operasi. Gangguan pada keseimbangan senyawa kimia dalam otak, gangguan tidur alias insomnia, hingga penyakit yang berhubungan dengan sendi, otot, dan tulang seperti lupus, juga bisa menjadi penyebab fibromyalgia. 

Gejala khas dari penyakit ini adalah muncul rasa sakit atau nyeri yang tidak tertahankan dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada tingkat yang lebih parah, biasanya gejala lain mulai muncul, seperti otot terasa kaku, sensitif terhadap rasa sakit, sakit kepala, gangguan kognitif, hingga gangguan kecemasan dan depresi akibat rasa sakit yang tak kunjung hilang.

Baca juga: Tidak Bisa Sembuh, Fibromyalgia Buat Orang Merasa Sakit di Sekujur Tubuh

Rasa nyeri yang terjadi juga menyebabkan pengidapnya menjadi sulit tidur di malam hari, dan mudah merasa lelah. Meski tidak bisa disembuhkan, pengobatan tetep dibutuhkan untuk meredakan gejala dan membuat tubuh terasa nyaman, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Perubahan gaya hidup dan konsumsi obat bisa membantu meredakan gejala penyakit. 

Salah satu cara menangani penyakit ini adalah dengan konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda nyeri. Pada fibromyalgia yang sangat mengganggu pola tidur, dokter mungkin akan meresepkan obat tidur sehingga kualitas tidur bisa ditingkatkan dan menghindari kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan akibat kurang beristirahat. 

Nyeri otot karena penyakit ini juga bisa diatasi dengan terapi psikologis, salah satunya dengan terapi perilaku kognitif. Terapi ini dilakukan dengan tujuan membantu pengidap fibromyalgia menemukan strategi menangani stres dan nyeri yang dipicu penyakit ini. Gejala penyakit juga bisa diredakan dengan terapi fisik, yaitu terapi yang dilakukan dengan teknik relaksasi serta olahraga ringan, atau berenang di air hangat. 

Baca juga: Pernah Diidap Lady Gaga, Kenali Bahaya Fibromyalgia

Perubahan gaya hidup juga disarankan, mulai dari konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, membatasi asupan kafein, rutin berolahraga, serta berlatih mengelola stres. Pastikan juga tubuh mendapat istirahat yang cukup dan terapkan pola tidur yang baik, yaitu tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari. 

Cari tahu lebih lanjut mengenai fibromyalgia dan apa saja yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American College of Rheumatology. Diakses pada 2020. Fibromyalgia.
NHS UK. Diakses pada 2020. Fibromyalgia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Fibromyalgia.