• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Harus Dilakukan saat Remaja Memberontak?

Apa yang Harus Dilakukan saat Remaja Memberontak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Masa remaja adalah momen ketika seseorang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dengan belajar dan menambah teman. Momen ini juga menjadi masa transisi seorang anak agar dirinya menjadi lebih dewasa. Namun, dalam proses tersebut kerap membuat anak tersebut mempunyai sikap melawan dan memberontak setiap apa yang diberitahu oleh orangtuanya.

Memang, saat remaja adalah waktu yang biasanya digunakan anak untuk mencari eksistensi diri dan sudah merasa dirinya cukup umur untuk menentukan semua hal sendirian. Dikarenakan perasaan tersebut, ia merasa pendapatnya sudah paling valid sehingga tidak perlu mendengarkan kata-kata orang lain. Lalu, apa yang harus dilakukan? Berikut beberapa cara atasi remaja yang gemar berontak!

Baca juga: Masuk Puber, Orangtua Perlu Tahu 5 Tanda Depresi pada Remaja

Cara Mengatasi Remaja yang Suka Memberontak

Saat remaja sedang mencari jati diri, ia juga dapat menjadi seseorang yang suka memberontak. Ibu mungkin merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya karena perubahan tersebut. Anak tersebut mungkin kerap mengalami perubahan suasana hati yang serius, melanggar aturan, hingga melawan apa pun yang sudah orangtua larang sebelumnya.

Memang, berurusan dengan remaja yang sedang dalam masa memberontak dapat membuat ibu merasa lelah, meningkatkan emosi, dan perasaan lainnya. Namun, ibu benar-benar harus mengambil tindakan yang serius terkait hal tersebut. Karena jika dibiarkan, kebiasaan dan perasaan menyepelekan mungkin akan terbawa hingga dirinya besar. Untuk itu, ibu harus mengetahui penyebab seorang remaja kerap berontak:

Perkembangan pada Otak

Salah satu penyebab seorang remaja kerap memberontak dan melawan adalah karena sedang terjadi perkembangan area otak yang disebut prefrontal cortex. Bagian dari otak ini berada di belakang dahi yang berguna sebagai pusat berpikir dan penilaian. Setelah itu, anak dapat mengembangkan cita-cita dan ide-idenya sendiri. Hal ini juga membuat anak tersebut melihat dunia secara realistis.

Semua argumen yang keluar dari mulutnya merupakan hasil dari korteks prefrontal yang sedang bekerja. Saat anak sedang memasuki masa remaja, otak dapat mengubah informasi yang didapatnya menjadi ide. Saat yang bersamaan, remaja ingin melatih keterampilan barunya dan cenderung berlatih dengan orangtuanya. Maka dari itu, dirinya kerap mendebat semua yang diucapkan orangtuanya untuk mencoba kemampuan barunya.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk saat remaja kerap memberontak?

  1. Tetap Tenang dan Mengontrol Emosi

Hal yang paling penting untuk menghadapi remaja yang sering berontak adalah tetap merasa tenang dan kontrol emosi sebisa mungkin. Jangan sampai ibu benar-benar kehilangan kendali, sehingga kehilangan kesabaran. Hal tersebut dapat membuatnya bertanya terkait batasan dan konsekuensi yang telah diterapkan. 

Maka dari itu, cobalah untuk ambil napas dalam-dalam dan menghindari situasi tersebut jika emosi sudah mulai meledak. Tarik napas dalam-dalam dan pikirkan cara mengatasinya dengan pikiran yang lebih jernih. Jangan pernah melibatkan emosi karena hanya penyesalan yang mungkin didapatkan.

Baca juga: Anak sering Melawan, Harus Dibiarkan atau Dimarahi?

  1. Tentukan Batas Sesuai Usia

Penting untuk menentukan batas sesuai usianya sebagai cara agar remaja yang kerap berontak lebih bisa diatur. Faktanya, ia ingin mengambil keputusan sendiri, meskipun ia masih membutuhkan bimbingan. Ibu harus benar-benar menentukan batas yang tidak boleh dilewatinya dengan tegas. Aturan yang dibuat saat ini mungkin mengecewakannya saat ini, tetapi memiliki efek positif dalam jangka panjang.

  1. Tentukan Konsekuensi saat Melanggar

Semua aturan memiliki konsekuensi saat sudah melewati batasnya. Hal ini dapat membuat remaja tahu terkait hukuman apa saja yang didapatkannya saat melewati aturan. Cobalah untuk menentukan konsekuensi secara bersama agar tidak terjadi penolakan saat dirinya melanggar. Penting untuk menuliskannya, sehingga anak ibu sepenuhnya sadar jika semua konsekuensi yang dibuat juga atas persetujuannya.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi remaja yang sedang gemar memberontak. Dengan menerapkan hal tersebut, diharapkan ibu dapat melewati masa-masa melawannya dengan mudah sehingga tidak ada perselisihan yang timbul. Cobalah untuk selalu memberikan yang terbaik pada anak agar dirinya lebih bijak saat dewasa.

Baca juga: Kegiatan Sosial Anak Sejak Dini Pengaruhi Kehidupan Remaja

Selain itu, ibu juga dapat bertanya pada psikolog di Halodoc terkait beberapa hal yang efektif untuk menghadapi remaja yang sedang dalam masa berontak. Caranya mudah sekali, ibu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Referensi:
Paradigm Treatment. Diakses pada 2020. How to Deal With a Rebellious Teenager.
WebMD. Diakses pada 2020. Teenagers: Why Do They Rebel?