Ad Placeholder Image

Arti Keputihan Warna Hijau, Bukan Hal Sepele Lho!

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Keputihan warna hijau adalah sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan, ini bisa menjadi tanda gangguan di area reproduksi

Arti Keputihan Warna Hijau, Bukan Hal Sepele Lho!Arti Keputihan Warna Hijau, Bukan Hal Sepele Lho!

DAFTAR ISI


Keputihan merupakan bagian alami dari sistem reproduksi wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembaban area kewanitaan.

Namun, perubahan warna, konsistensi, atau bau pada keputihan bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.

Salah satu perubahan yang memerlukan perhatian serius adalah keputihan warna hijau.

Arti Keputihan Warna Hijau

Keputihan warna hijau umumnya menandakan adanya infeksi pada area kewanitaan. Ini bukan kondisi yang normal dan seringkali merupakan pertanda infeksi bakteri, parasit, atau infeksi menular seksual (IMS).

Perubahan warna ini terjadi karena adanya reaksi tubuh terhadap patogen atau zat asing yang menginfeksi, sehingga sel darah putih dan mikroorganisme lainnya menghasilkan pigmen kehijauan.

Kondisi ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan memerlukan penanganan medis yang tepat. Mengabaikannya dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem reproduksi.

Selain warna hijau, ketahui juga Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna yang perlu kamu waspadai. 

Gejala yang Menyertai Keputihan Hijau

Selain perubahan warna menjadi hijau, keputihan tidak normal ini seringkali disertai dengan beberapa gejala lain yang dapat menjadi petunjuk jenis infeksi.

Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Bau tidak sedap yang kuat, seringkali amis atau menyengat.
  • Rasa gatal yang intens dan tidak nyaman pada area vagina.
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Rasa nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
  • Tekstur keputihan yang berbusa atau menggumpal.
  • Pembengkakan atau kemerahan pada bibir vagina dan sekitarnya.

Penyebab Utama Keputihan Warna Hijau

Beberapa kondisi medis menjadi penyebab paling umum dari keputihan warna hijau. Berikut adalah penjelasannya:

1. Trikomoniasis

Ini adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Trikomoniasis adalah salah satu penyebab utama keputihan hijau atau kekuningan. Gejala khasnya meliputi keputihan berbusa, bau amis yang sangat menyengat, gatal, nyeri saat buang air kecil, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

2. Bakterial Vaginosis (BV)

BV terjadi akibat pertumbuhan berlebihan bakteri “jahat” yang mengganggu keseimbangan alami bakteri di vagina. Meskipun sering menyebabkan keputihan abu-abu, BV juga dapat menghasilkan keputihan berwarna kehijauan. Gejala lain termasuk bau amis yang kuat, terutama setelah berhubungan seksual, serta rasa gatal dan terbakar.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS) Lainnya

Beberapa IMS lain seperti Gonore atau Klamidia juga bisa menjadi penyebab keputihan hijau. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran reproduksi, yang kemudian memicu perubahan warna dan konsistensi keputihan. Penting untuk melakukan skrining dan pengobatan yang tepat untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti infertilitas.

5. Benda Asing

Terkadang, keputihan hijau juga bisa disebabkan oleh benda asing yang tertinggal di vagina, seperti tampon yang lupa dilepas dalam waktu lama. Benda asing ini dapat menjadi sarang bakteri dan menyebabkan infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap kali mengalami keputihan warna hijau, sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Kondisi ini bukan tanda yang bisa diabaikan karena mengindikasikan adanya infeksi yang memerlukan diagnosis dan pengobatan.

Penundaan penanganan dapat menyebabkan infeksi menyebar dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Hubungi Dokter Ini untuk Penanganan Keputihan Tidak Normal

Jika kamu mengalami keputihan yang tidak normaldan ingin mengatasinya, coba konsultasikan kondisimu ke dokter di Halodoc. Kamu bisa mendapatkan informasi yang membantu mengatasi keputihan kamu.

Berikut rekomendasinya:

  • dr. Frieda Sp.D.V.E: Ia adalah dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sebelas Maret pada 2022. Kini praktik di Bogor, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2022). Saat ini praktik di Bima, NTB, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin berpengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Udayana (2017), praktik di Denpasar, Bali, anggota PERDOSKI, dan tersedia di Halodoc.

Pengobatan Keputihan Warna Hijau

Pengobatan untuk keputihan warna hijau akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis di laboratorium guna mengidentifikasi jenis infeksi. Berdasarkan hasil diagnosis, dokter dapat meresepkan:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri seperti BV, Gonore, atau Klamidia.
  • Obat antiprotozoa untuk infeksi parasit seperti Trikomoniasis.
  • Antijamur jika ternyata ada infeksi jamur yang juga menyertai.

Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis obat sesuai anjuran dokter, bahkan jika gejala sudah membaik, untuk memastikan infeksi terbasmi sepenuhnya.

Kamu bisa gunakan 7 Obat Keputihan yang Bisa Dipilih Berdasarkan Penyebabnya. 

Pencegahan Keputihan Warna Hijau

Mencegah keputihan abnormal seperti keputihan hijau melibatkan praktik kebersihan dan gaya hidup sehat. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Menjaga kebersihan area intim dengan membilas dari depan ke belakang setelah buang air.
  • Menghindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung parfum atau bahan kimia keras.
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  • Mengganti pakaian dalam setiap hari atau jika basah.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah IMS.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Tidak melakukan douching vagina karena dapat mengganggu keseimbangan pH alami.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Keputihan warna hijau adalah sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala ini, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Melalui Halodoc, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter secara online untuk mendapatkan arahan awal atau membuat janji temu langsung di fasilitas kesehatan terdekat.

Jika keputihan yang kamu alami tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengganggu, segera hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc. 

Mereka bisa memberikan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Yeast Infection.
NHS UK. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge in Pregnancy.
WebMD. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge: Is It Normal?.