• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Atasi Batu Ginjal dengan ESWL

Atasi Batu Ginjal dengan ESWL

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – ESWL atau Extracorporeal shock wave lithotripsy adalah terapi menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil, sehingga dapat lebih mudah melakukan dikeluarkan melalui saluran kemih. 

Memahami Cara Kerja ESWL

ESWL merupakan prosedur bedah non-invasif yang digunakan untuk mengobati batu ginjal. Bagaimana cara kerjanya? Gelombang kejut energi tinggi ditransmisikan dari luar tubuh untuk memecah batu ginjal. Kemudian, fragmen batu ginjal yang tersisa cukup kecil jadinya lebih mudah melewati saluran kemih. Karena ESWL bersifat noninvasif dan sangat efektif, terapi ini adalah salah satu perawatan paling umum untuk kondisi batu ginjal.

Baca juga: Pengidap Gagal Ginjal Kronis Juga Bisa Bertahan Lebih Lama

Namun, seperti yang sudah disinggung sebelumnya tidak semua kondisi gangguan ginjal dapat ditangani dengan ESWL. Dalam beberapa kasus, kondisi batu yang terlalu besar tidak dapat dilewati. ESWL biasanya digunakan ketika:

• Batu terlalu besar untuk dilewati (lebih besar dari 5 milimeter).

• Batu menghalangi aliran urine.

• Batu menyebabkan perdarahan atau infeksi.

• Obat penghilang rasa sakit tidak efektif ketika mencoba untuk melewati batu.

Beberapa batu mungkin terlalu besar untuk dirawat dengan ESWL. Ukuran, bentuk, lokasi, dan jumlah batu akan menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan prosedur ESWL. Dokter mungkin menyarankan opsi pengobatan lain jika kamu sedang hamil, obesitas, memiliki alat pacu jantung, mengidap kanker ginjal, infeksi ginjal, atau konsumsi obat untuk kondisi jantung tertentu.

Informasi lebih jelas mengenai pengobatan dengan ESWL bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Terapi ESWL Tidak Disarankan Bagi Orang dengan Kondisi Ini

Terapi ESWL dilakukan dengan menggunakan alat yang memancarkan gelombang kejut, yang dikonsentrasikan di area sekitar ginjal guna menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan kecil. Pecahan-pecahan kecil tersebut kemudian dikeluarkan bersamaan dengan urine saat berkemih. Terapi ini dinilai cukup efektif dalam menghancurkan batu ginjal dengan diameter kurang dari 2 sentimeter.

Baca juga: Tanpa Cuci Darah, Apakah Gagal Ginjal Kronis Bisa Diobati?

Sedangkan pada batu ginjal dengan ukuran lebih dari 2 sentimeter, disarankan untuk melakukan penanganan dengan prosedur lain. Berikut ini kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan ESWL:

  • Wanita hamil.
  • Mengidap infeksi saluran kemih.
  • Mengidap kelainan bentuk ginjal.
  • Mengidap kanker ginjal.
  • Mengidap aneurisma aorta perut.
  • Mengidap gangguan pembekuan darah.
  • Mengidap tekanan darah tinggi.
  • Mengidap obesitas.
  • Seseorang yang sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin.
  • Seseorang yang menggunakan alat pacu jantung atau alat untuk merangsang denyut jantung dengan listrik bertegangan tinggi (ICD). Jika tetap dilakukan, ESWL dapat merusak alat-alat yang ditanam di dalam organ.

Terapi ESWL dan Kemungkinan Efek Samping yang Muncul

Seperti yang telah diketahui dalam penjelasan sebelumnya, terapi ESWL dilakukan untuk memecah batu ginjal ke dalam pecahan-pecahan yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah dibuang bersamaan saat pengidap berkemih. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan segera jika kamu mengalami rasa sakit pada seluruh bagian kandung kemih, karena hal tersebut merupakan salah satu indikasi adanya penyumbatan batu ginjal.

Seperti penjelasan sebelumnya, terapi ESWL dapat dilakukan bagi pengidap penyakit batu ginjal, yang memiliki ukuran batu ginjal sebesar 2 sentimeter. Jika lebih dari itu, pengidap disarankan untuk melakukan pengobatan lain. Masing-masing prosedur pengobatan yang dilakukan akan memiliki efek samping. Saat memutuskan untuk melakukan terapi ESWL, berikut ini sejumlah efek samping yang bisa saja terjadi:

  • 1–2 hari pasca terapi dilakukan, pasien biasanya akan mengalami kencing berdarah yang akan hilang dengan sendirinya.
  • Pecahan batu ginjal biasanya akan menyumbat saluran kemih, sehingga menyebabkan pasien kesulitan buang air kecil.
  • Masalah terkait dengan prosedur anestesi.
  • Rasa nyeri saat pecahan batu ginjal keluar saat berkemih.
  • Lonjakan tekanan darah saat proses pemulihan.
  • Mengalami iritasi kandung kemih karena pecahan batu.
  • Tersisanya batu ginjal dalam tubuh karena tidak sepenuhnya keluar saat proses perkemihan.
  • Mengalami pendarahan di luar organ ginjal.
  • Mengalami infeksi pada batu ginjal karena bakteri.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Complications of Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy for Urinary Stones: To Know and to Manage Them—A Review.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Lithotripsy for stones: What to expect.
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL