Ad Placeholder Image

Awas! 15 Makanan Penyebab Gendut, Jauhi Kalau Mau Kurus

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Waspada! 15 Makanan Penyebab Gendut Yang Wajib Tahu

Awas! 15 Makanan Penyebab Gendut, Jauhi Kalau Mau KurusAwas! 15 Makanan Penyebab Gendut, Jauhi Kalau Mau Kurus

DAFTAR ISI


Penambahan berat badan atau obesitas menjadi perhatian kesehatan global yang signifikan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini adalah pilihan makanan sehari-hari.

Banyak makanan yang sering dikonsumsi ternyata memiliki profil nutrisi yang tidak mendukung berat badan ideal, bahkan cenderung memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai 15 jenis makanan yang umum dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Pemahaman ini penting untuk membantu individu membuat pilihan diet yang lebih baik dan menjaga kesehatan optimal.

Fokus utama adalah pada kandungan kalori, gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan yang tinggi pada makanan-makanan tersebut.

Definisi Makanan Pemicu Penambahan Berat Badan

Makanan pemicu penambahan berat badan umumnya dicirikan oleh beberapa faktor nutrisi.

Faktor-faktor ini meliputi kandungan kalori yang tinggi, jumlah gula tambahan yang berlebihan, lemak jenuh dan lemak trans, serta karbohidrat olahan.

Konsumsi makanan dengan karakteristik ini secara berlebihan dapat menyebabkan surplus kalori.

Ketika tubuh mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibakar, kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak.

Selain itu, banyak dari makanan ini memiliki nilai gizi yang rendah. Hal tersebut berarti mereka menyediakan sedikit vitamin, mineral, atau serat yang esensial bagi fungsi tubuh yang sehat dan rasa kenyang yang berkelanjutan.

Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Daftar 15 Makanan Penyebab Gendut yang Perlu Dibatasi

Berikut adalah daftar 15 jenis makanan yang sering menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengurangi konsumsi makanan ini dapat menjadi langkah awal yang efektif menuju pengelolaan berat badan.

1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda tinggi akan gula tambahan dan kalori kosong. Kalori kosong berarti minuman ini tidak menyediakan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, atau serat.

Gula cair pada minuman bersoda juga tidak memberikan efek kenyang, sehingga mudah untuk mengonsumsi kalori berlebih tanpa disadari.

2. Donat dan Kue

Produk patisserie seperti donat dan kue umumnya kaya akan gula, tepung terigu olahan, dan lemak trans atau lemak jenuh.

Kombinasi bahan-bahan ini menghasilkan makanan padat kalori yang cepat meningkatkan kadar gula darah. Peningkatan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis dapat memicu rasa lapar lebih cepat.

3. Permen

Permen sebagian besar terdiri dari gula murni, menjadikannya sumber kalori yang sangat tinggi.

Konsumsi permen secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan penyimpanan lemak. Kandungan nutrisi permen juga sangat minim.

4. Kentang Goreng (French Fries)

Kentang goreng diolah dengan cara digoreng dalam minyak banyak (deep-fried).

Proses ini menyebabkan kentang menyerap banyak minyak, meningkatkan kandungan kalori dan lemak secara signifikan.

Lemak trans yang sering terbentuk saat penggorengan juga tidak baik untuk kesehatan jantung.

5. Es Krim

Es krim terbuat dari susu, krim, dan gula dalam jumlah tinggi. Meskipun menyegarkan, es krim adalah makanan padat kalori dengan banyak gula tambahan.

Konsumsi es krim berlebihan dapat dengan mudah melebihi kebutuhan kalori harian.

Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.

6. Susu Cokelat Kemasan

Susu cokelat kemasan seringkali mengandung gula jauh lebih banyak dibandingkan susu biasa.

Gula tambahan ini berkontribusi pada asupan kalori yang tidak perlu. Memilih susu plain atau susu rendah lemak lebih disarankan.

7. Pizza

Pizza, terutama jenis komersial atau cepat saji, seringkali memiliki *topping* keju dan daging olahan yang tinggi kalori dan lemak jenuh.

Adonan pizza juga bisa menjadi sumber karbohidrat olahan. Mengonsumsi pizza secara berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori yang tinggi.

8. Kopi Instan Manis (Kekinian)

Minuman kopi instan kekinian atau yang disajikan manis di kafe seringkali mengandung gula dan sirup berlebihan.

Gula dan krim tambahan ini dapat mengubah minuman kopi yang tadinya rendah kalori menjadi minuman tinggi kalori.

9. Keripik (Chips)

Keripik adalah makanan ringan yang digoreng, sehingga tinggi kalori, lemak, dan garam. Kandungan garam yang tinggi juga dapat memicu retensi cairan dalam tubuh.

Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih seringkali membuat seseorang sulit berhenti makan.

10. Daging Olahan (Sosis, Nugget, Kornet)

Produk daging olahan seperti sosis, nugget, dan kornet umumnya tinggi lemak jenuh dan natrium.

Lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sementara natrium berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dan tekanan darah tinggi. Daging olahan juga sering mengandung bahan pengawet.

11. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, dan *sandwich* umumnya tinggi kalori, lemak tidak sehat, dan garam.

Porsinya yang besar dan kandungan nutrisi yang minim menjadikannya penyebab umum kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara rutin.

12. Nasi Putih Berlebihan

Nasi putih adalah sumber karbohidrat sederhana. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, karbohidrat ini dapat diubah menjadi energi berlebih yang kemudian disimpan sebagai lemak.

Pilihlah porsi yang sesuai atau ganti dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah.

13. Jus Buah Kemasan

Berbeda dengan buah segar, jus buah kemasan seringkali mengandung gula tambahan yang tinggi.

Proses pengolahan juga menghilangkan serat alami yang ada pada buah utuh. Akibatnya, jus kemasan menjadi sumber kalori dan gula yang signifikan tanpa memberikan rasa kenyang.

14. Saus dan Dressing Kemasan

Saus sambal, mayones, saus tomat, atau salad dressing kemasan seringkali tinggi gula, lemak, dan natrium. Penambahan saus atau dressing ini dapat secara drastis meningkatkan kalori pada hidangan yang sebenarnya sehat.

15. Yogurt Berperisa (Manis)

Yogurt berperisa yang manis seringkali mengandung banyak gula tambahan untuk meningkatkan rasa.

Meskipun yogurt plain tanpa gula adalah sumber protein dan probiotik yang baik, varian manisnya dapat menjadi sumber kalori dan gula tersembunyi.

Simak informasi lain mengenai Makanan Tidak Sehat – Jenis dan Pengaruh Bagi Kesehatan berikut ini.

Strategi Mengelola Konsumsi Makanan Pemicu Gendut

Mengelola berat badan melibatkan lebih dari sekadar menghindari 15 makanan penyebab gendut ini. Pendekatan holistik diperlukan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Pengelolaan Diet dan Nutrisi

Memahami kebutuhan kalori harian dan memilih makanan padat nutrisi adalah kunci. Prioritaskan konsumsi:

  • Buah-buahan dan sayuran segar
  • Protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe
  • Biji-bijian utuh seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal
  • Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun

Membaca label nutrisi pada kemasan makanan juga sangat penting untuk mengidentifikasi kandungan gula, lemak, dan kalori tersembunyi.

Pencegahan Kenaikan Berat Badan

Pencegahan melibatkan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Perencanaan Makan: Siapkan menu makanan sehat untuk seminggu agar tidak tergoda membeli makanan cepat saji.
  • Membawa Bekal: Membawa bekal dari rumah memastikan kontrol atas bahan dan porsi makanan yang dikonsumsi.
  • Porsi Kontrol: Latih diri untuk makan dalam porsi yang wajar. Gunakan piring yang lebih kecil jika perlu.
  • Hidrasi Cukup: Minum air putih yang cukup seringkali dapat mengurangi keinginan untuk ngemil.
  • Olahraga Teratur: Kombinasikan diet sehat dengan aktivitas fisik yang konsisten untuk membakar kalori dan membangun massa otot.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Pemilihan makanan memiliki dampak signifikan terhadap berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

Mengurangi atau menghindari 15 makanan penyebab gendut yang tinggi kalori, gula, lemak tidak sehat, dan karbohidrat olahan merupakan langkah awal penting dalam perjalanan menjaga berat badan ideal.

Fokus pada makanan utuh, padat nutrisi, dan gaya hidup aktif dapat membantu mencapai tujuan kesehatan.

Jika mengalami kesulitan dalam mengelola berat badan atau membutuhkan rencana diet yang dipersonalisasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gizi.

Dokter gizi di Halodoc dapat memberikan panduan profesional yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan individu.

Akan tetapi, jika kamu menginginkan penurunan berat badan yang lebih maksimal, kamu bisa coba mulai program Halofit by Halodoc.

Program ini bisa bantu menurunkan berat badan sebanyak 10-12* kg dalam waktu 60 hari program.

Jangan khawatir, program diet Halofit diawasi dokter dan dilengkapi dengan obat pendamping yang disesuaikan kondisi tubuh, sehingga perjalanan menurunkan berat badan terasa lebih aman dan terarah.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Foods and Drinks That May Contribute to Weight Gain.
AARP. Diakses pada 2026. 13 Foods That May Cause Unhealthy Weight Gain.
Vinmec. Diakses pada 2026. 7 Impacts of high-fat foods on your body.