• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Perdarahan Subarachnoid Bisa Memicu Stroke

Awas, Perdarahan Subarachnoid Bisa Memicu Stroke

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sudah tahu kan peran vital otak dalam tubuh kita? Simpelnya, otak mengendalikan semua fungsi tubuh manusia. Mulai dari pergerakan, perasaan sensasi, hingga pikiran. Nah, sudah kebayangkan apa jadinya bila otak terganggu? Pastinya akan timbul berbagai masalah pada tubuh. 

Otak bukanlah organ yang bebas masalah. Banyak penyakit atau keluhan kesehatan yang bisa menyerang otak, salah satunya perdarahan subarachnoid. Perdarahan ini merupakan salah satu jenis stroke yang terjadi akibat adanya perdarahan pada ruang subarachnoid (berada di lapisan pelindung otak atau meningen), akibat rusak atau pecahnya pembuluh darah pada selaput meningen. Selaput ini sendiri terdiri dari tiga jaringan, yaitu, lapisan arachnoid, piameter, dan durameter. 

Baca jugaWaspada Komplikasi Akibat Perdarahan Subarachnoid

Leher Kaku sampai Kejang 

Umumnya perdarahan subarachnoid ini terjadi tanpa gejala, alias menyerang seseorang tanpa tanda-tanda atau keluhan terlebih dahulu. Akan tetapi, dalam beberapa kasus masalah pada otak ini juga dapat menimbulkan gejala. Terutama ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat. 

Lalu, seperti apa gejala perdarahan subarachnoid? Kebanyakan kasus pengidapnya akan mengalami sakit kepala parah yang muncul secara tiba-tiba dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Di samping itu, ada pula gejala-gejala yang bisa muncul, antara lain: 

  • Leher terasa kaku.

  • Penglihatan menjadi kabur, ganda, atau sensitif terhadap cahaya.

  • Terjadinya penurunan kesadaran.

  • Perubahan suasana hati dan kepribadian, misalnya kebingungan dan cepat marah.

  • Mual dan muntah.

  • Mengalami gejala stroke, seperti lumpuh salah satu sisi anggota badan.

  • Rasa nyeri di daerah bahu.

  • Kesadaran dan kewaspadaan yang menurun.

  • Kejang.

Hal yang perlu ditegaskan, gejala perdarahan ini bisa muncul secara tiba-tiba, hingga membuat pengidapnya mengalami penurunan kesadaran dengan cepat. Nah, inilah kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis dengan segera.  

Baca juga: 7 Penyebab Stroke Menyerang Usia Muda

Beragam Hal yang Menyebabkannya

Berdasarkan penyebabnya, perdarahan ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu traumatik dan non traumatik. Perdarahan traumatik bisa diakibatkan oleh cedera kepala berat. Contohnya, tertimpa benda keras pada kepala, terjatuh hingga membuat kepala cedera, atau kecelakaan lalu lintas. Nah, cedera-cedera berat tersebut bisa membuat pembuluh darah di selaput meninges pecah, sehingga menyebabkan perdarahan subarachnoid.

Sedangkan non traumatik lain ceritanya. Perdarahan yang satu ini paling sering disebabkan karena pecahnya aneurisma otak. Aneurisma pada pembuluh darah otak ini bisa menyebabkan pembengkakan dan menipisnya dinding pembuluh darah hingga mengakibatkan perdarahan. Selain itu, perdarahan non traumatik ini juga bisa dikarenakan kelainan pembuluh darah, kelainan pembekuan darah, dan konsumsi obat pengencer darah. 

Tips Mencegah Perdarahan Subarachnoid

Mengingat trauma kepala merupakan biang keladi terbesar dari keluhan kesehatan ini, maka amat penting untuk melindungi keselamatan kepala kita. Terlebih lagi saat berkendara, terutama pada anak-anak. 

Pasalnya, otak manusia akan terus berevolusi hingga seseorang berusia 20–25 tahun. Nah, bila otak anak terluka, maka jaringan di kepalanya yang belum terbentuk sepenuhnya bisa terhenti. Imbasnya, tumbuh kembang anak pun akan terhambat.  

Di samping itu, perubahan gaya hidup sehat juga bisa membantu menurunkan risiko perdarahan otak. Misalnya, menerapkan pola makan bergizi seimbang, rajin berolahraga, rutin mengontrol tekanan darah, hingga mengendalikan gula darah bagi pengidap diabetes.

Mau tahu lebih jauh mengenai perdarahan subarachnoid,? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Subarachnoid hemorrhage. 
Healthline. Diakses pada 2020. Subarachnoid Hemorrhage.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Subarachnoid Hemorrhage.