• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Sistokel Bisa Memicu Berbagai Komplikasi Ini

Awas, Sistokel Bisa Memicu Berbagai Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Dari beragamnya keluhan yang bisa menyerang kandung kemih, sistokel merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Sistokel adalah turunnya kandung kemih ke area vagina. Kondisi ini ditandai dengan adanya tonjolan pada vagina pengidapnya. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami rasa tidak nyaman dan sulit buang air kecil. 

Sudah tahu fungsi dari kandung kemih? Organ yang satu ini mengumpulkan dan menyimpan urine. Kandung kemih ditopang otot dan jaringan di bagian dalam panggul agar tetap pada tempatnya. Namun, pada kondisi tertentu otot penopang tersebut bisa melemah. Alhasil, membuat organ tersebut turun ke vagina.

Gejala sistokel cukup bervariasi, tapi umumnya pengidapnya akan mengalami kandung kemih yang tidak terasa kosong usai berkemih. Di samping itu, ada pula yang mengalami rasa nyeri di bagian panggul, hingga perut bagian bawah, sulit buang air kecil, hingga nyeri saat berhubungan intim.

Pertanyaannya, apa bahayanya bila sistokel dibiarkan tanpa penanganan? Apa saja komplikasi sistokel yang bisa menyerang pengidapnya? 

Baca juga: Ibu Melahirkan Normal Berisiko Alami Sistokel?

Berbagai Penyebab Sistokel

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya untuk mengenal lebih dalam penyebabnya. Penyebab sistokel adalah melemahnya otot dasar panggul sehingga tak mampu menopang kandung kemih. Nah, ada beragam hal yang bisa memicu kondisi tersebut, salah satunya kehamilan. Menurut ahli, kehamilan bisa menyebabkan otot dasar panggul melemah, bahkan memicu turunnya kandung kemih ke vagina. 

Ada pula penyebab sistokel lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu: 

  • Riwayat sistokel dalam keluarga.
  • Kegemukan atau obesitas
  • Aktivitas fisik yang intens, termasuk mengangkat benda berat.
  • Histerektomi.
  • Sembelit dan atau ketegangan otot berulang selama buang air besar.
  • Batuk kronos.
  • Penuaan dan penurunan hormon estrogen. Estrogen membantu menjaga otot-otot di sekitar vagina tetap kuat, tetapi jumlah estrogen akan berkurang saat memasuki menopause.
  • Riwayat operasi panggul.

Kembali ke tajuk utama, apa saja komplikasi sistokel yang perlu diwaspadai?

Baca juga: Perubahan Gaya Hidup untuk Mengobati Sistokel

Komplikasi Sistokel Tidak Main-Main

Jangan sekali-kali memandang sebelah mata penyakit ini. Pasalnya, sistokel yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai sederet masalah lainnya. Nah, berikut ini komplikasi sistokel yang bisa terjadi pada pengidapnya:

  • Inkontinensia urine.
  • Turunnya organ selain kandung kemih ke vagina.
  • Batu kandung kemih.
  • Nyeri hebat pada panggul atau kelamin (komplikasi ini terjadi akibat tindakan operasi).

Di samping itu, ada pula komplikasi sistokel yang tak kalah mengerikan lainnya. Menurut ahli di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sistokel dapat menekan atau menyebabkan uretra bengkok dan menyebabkan retensi urine.

Baca juga: Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Batu Kandung Kemih

Retensi urine ini terjadi ketika seseorang tidak dapat mengosongkan semua urine dari kandung kemih. Pada kasus yang jarang terjadi, sistokel dapat menyebabkan ureter bengkok dan menyebabkan urine menumpuk di ginjal. Waspada, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan ginjal. Tuh, seram kan? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Cystocele (Fallen Bladder)
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Cystocele
Johns Hopkins University. Diakses pada 2020. Cystocele.