• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Upaya untuk Mencegah Terjadinya Sistokel

6 Upaya untuk Mencegah Terjadinya Sistokel

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Apabila wanita mengalami rasa tidak nyaman saat buang air kecil dan sulit, maka sebaiknya gejala ini tidak dianggap remeh. Terlebih jika kamu melihat ada benjolan pada area vagina, ini bisa menjadi pertanda kamu mengalami sistokel. Dunia medis mengenal sistokel dengan istilah kandung kemih turun. 

Kandung kemih berfungsi yang untuk mengumpulkan dan menyimpan urine. Cara agar urine tetap pada tempatnya, kandung kemih ditopang oleh otot dan jaringan di bagian dalam panggul. Namun, akibat beberapa hal, otot penopang kandung kemih ini bisa melemah dan menyebabkan organ tersebut turun ke vagina.

Secara umum, sistokel bisa dialami oleh semua wanita, terutama saat ia hamil. Ketika hamil, otot dasar panggul melemah dan memicu turunnya kandung kemih ke vagina. Wanita menopause juga merupakan kelompok wanita yang kerap mengidap sistokel. 

Baca juga: Ini Faktor Pemicu Sistokel yang Harus Dipahami

Lantas, Bagaimana Mencegah Sistokel?

Ada langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menurunkan risiko terjadinya sistokel, yaitu:

  • Menjaga berat badan tetap ideal, kamu bisa rutin olahraga untuk mendapatkannya;

  • Hindari konstipasi dengan cara rutin konsumsi makanan berserat tinggi;

  • Melakukan senam kegel secara rutin;

  • Menghindari mengangkat benda yang terlalu berat;

  • Mengobati batuk jika mengidap batuk kronis;

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

Meskipun terdengar tak terlalu berbahaya, sistokel yang tidak ditangani bisa menyebabkan banyak komplikasi. Mulai dari inkontinensia urine, batu kandung kemih, dan turunnya organ selain kandung kemih ke vagina. Komplikasi juga bisa terjadi akibat tindakan operasi, seperti perdarahan, nyeri hebat di bagian panggul atau kelamin, dan cedera kandung kemih.

Jika kamu merasakan gejala yang mirip seperti sistokel, segera diskusikan kondisi ini dengan dokter melalui chat di Halodoc. Jika dirasa perlu penanganan lanjutan, maka kamu bisa bat janji dengan dokter lewat Halodoc untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Ingat, segala jenis penyakit akan lebih mudah diobati jika dilakukan sejak awal. 

Baca juga: 6 Gejala Sistokel yang Perlu Diketahui

Bagaimana Cara Mengobati Sistokel?

Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati sistokel dan tergantung pada seberapa parah jatuhnya kandung kemih ke dalam vagina, yaitu:

  • Latihan Otot Dasar Panggul. Jika sistokel masih tergolong ringan, maka tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Dokter menganjurkan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dengan cara melakukan latihan kegel dengan teratur dan menghindari faktor risiko. Dokter juga menyarankan kontrol rutin untuk melihat apakah derajat sistokel semakin parah atau tidak.

  • Menggunakan Pesari Vagina atau Alat Penunjang Vagina. Pada sistokel derajat berat atau sistokel dengan gejala tindakan medis yang bisa dilakukan adalah pemasangan alat pendukung vagina atau pesari. Pesari vagina adalah alat berbentuk cincin yang terbuat dari karet, ia dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang kandung kemih supaya tidak turun. Dokter juga mengajarkan cara membersihkan dan memasukkan pesari secara mandiri ke dalam vagina.

  • Terapi Estrogen. Penggunaan estrogen dalam bentuk krim vagina, pil atau cincin, akan dilakukan jika sudah mengalami menopause. Estrogen bisa membantu menguatkan otot-otot dasar panggul yang dapat menurun setelah menopause.

  • Pembedahan. Operasi perlu dilakukan untuk memperbaiki letak kandung kemih dan menghilangkan gejala. Pembedahan dapat dilakukan melalui vagina atau perut. Ada dua cara pembedahan yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Operasi terbuka, yaitu teknik pembedahan dengan sayatan melalui perut.

  • Laparoskopi, yaitu teknik pembedahan dengan menggunakan kamera dan beberapa instrumen yang dimasukkan melalui sayatan kecil dinding perut. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Sistokel?

Itulah informasi mengenai sistokel yang perlu kamu ketahui. Jangan ragu untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai hal ini kepada dokter melalui aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Urethral Prolapse. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cystocele.