• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Stres Berat Bisa Memicu Mual

Awas, Stres Berat Bisa Memicu Mual

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Stres berat yang dialami tanpa penanganan yang tepat dapat menyebabkan pengidapnya mengalami tekanan mental atau emosional secara berlebihan. Meski demikian, tidak semua orang bisa langsung menyadari jika tengah mengidap stres berat. Jika sudah mengalaminya, stres berat akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari emosi, perilaku, kemampuan berpikir, hingga kesehatan. Apakah mual bisa menjadi salah satu gejala stres berat?

Baca juga: Stres Dapat Memicu Munculnya Eksim pada Kulit

Mual Bisa Menjadi Salah Satu Gejala Stres Berat

Tahukah kamu jika mual dan muncul menjadi salah satu gejala stres berat? Saat stres dan merasa cemas, mual dan muntah bisa terjadi pada waktu yang sama setiap hari. Jika mengalami hal tersebut, cara mengatasinya adalah dengan banyak beristirahat dan mengonsumsi banyak air putih. Mengonsumsi banyak air putih sangat penting guna menggantikan cairan tubuh yang hilang saat muntah. Selain mual dan muntah, berikut gejala stres berat lainnya!

1.Mengalami Kerontokan Rambut

Saat stres, seseorang akan mengidap gangguan autoimun yang membuat sel-sel darah putih menyerang folikel rambut, sehingga menyebabkan rambut rontok. Pada kasus yang sangat parah, gejala stres berat bisa ditandai dengan kerontokan rambut hingga 70 persen volume rambut. Kondisi stres berat terkait dengan gejala tersebut seperti kematian orang yang disayang.

2.Mengalami Mimisan

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, mimisan dapat dipicu oleh stres. Hal tersebut terjadi karena lonjakan tekanan darah dalam tubuh yang umum terjadi saat seseorang mengalami stres. 

3.Menjadi Pelupa

Biasanya seseorang akan mendadak menjadi pelupa saat sedang stres. Mereka umumnya tidak bisa mengingat rincian kejadian atau hal-hal beberapa jam yang lalu. Hal tersebut terjadi akibat efek penyusutan hippocampus, yaitu area otak yang mengontrol memori jangka pendek, sehingga menghambat kemampuan otak untuk mengingat.

4.Melemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Efek paling nyata dari stres berat adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh. Salah satu alasannya adalah, stres memicu pelepasan catecholamines, yaitu hormon yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh terus-menerus memproduksi hormon tersebut, fungsi normal hormon tersebut akan terganggu.

Baca juga: Awas Emotional Eating, Ini 3 Hal yang Harus Diwaspadai

Jika kamu memiliki sejumlah gejala stres berat seperti yang telah disebutkan, segera temui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat, ya! Menemui ahlinya adalah cara yang paling tepat untuk menuangkan keluh kesahmu sekaligus untuk mendapatkan langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Benarkah Tingkat Stres Tinggi Sebabkan Penyalahgunaan Zat?

Jika Mengalami Sejumlah Gejalanya, Ini Langkah Mengatasi Stres Berat

Stres berat yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, penyakit asam lambung, asma, depresi, atau gangguan kecemasan. Untuk mengatasi stres berat, kamu bisa melakukan berbagai cara berikut ini:

1.Selalu Berpikir Positif

Hal ini memang tidak mudah dilakukan, tapi harus kamu coba. Cobalah untuk mengingatkan atau memberi motivasi pada diri sendiri mengenai hal-hal positif yang kamu miliki dan patut disyukuri. Cara ini dapat mengurangi stres berat yang kamu alami.

2.Bercerita pada Orang Terdekat

Jangan memendam masalah seorang diri. Jika kamu memiliki keluarga atau sahabat terdekat, coba ceritakan apa yang kamu alami dan rasakan kepada orang yang kamu percaya. Dengan bercerita, beban yang kamu rasakan dapat berkurang.

3.Cukupi Waktu Tidurmu

Tidur yang cukup juga menjadi salah satu cara mengatasi stres berat. Untuk memberikan efek yang menenangkan, cobalah mendengarkan musik sebelum tidur, agar pikiran menjadi lebih rileks. Selain itu, kamu juga bisa mandi air hangat sebelum waktu tidur.

Jika kamu merasa stres berat akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk, ambil cuti bekerja dan pergilah berlibur. Berlibur akan membuat pikiran kamu menjadi lebih segar, sehingga stres dapat berkurang.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 11 Signs and Symptoms of Too Much Stress.
WebMD. Diakses pada 2020. 10 Tips to Manage Stress.