• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mencegah Kolitis Ulseratif?

Bagaimana Cara Mencegah Kolitis Ulseratif?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mengalami gejala seperti diare yang disertai darah, nyeri atau kram perut, sering ingin buang air besar tapi tinja sulit keluar, demam, dan nyeri pada anus? Bisa jadi ini gejala dari penyakit kolitis ulseratif. Namun, gejalanya bisa berbeda tiap orang. Gejala bisa saja lebih ringan atau tidak muncul sama sekali selama beberapa minggu atau beberapa bulan. 

Kolitis ulseratif atau ulcerative colitis adalah peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (rektum). Mereka yang mengidap penyakit ini ditandai dengan diare yang terus-menerus, disertai darah atau nanah pada tinja.

Kolitis ulseratif umumnya bermula dari terbentuknya luka di rektum, lalu luka menjalar ke atas. Akibat luka yang terjadi di usus besar, maka pengidapnya lebih sering buang air besar dan tinja yang keluar disertai dengan darah atau nanah.

Baca juga: Waspada 9 Komplikasi karena Kolitis Ulseratif

Pencegahan Kolitis Ulseratif

Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan mencegah kolitis ulseratif. Beberapa cara tersebut antara lain: 

  • Membatasi susu dan produk olahannya;
  • Membatasi konsumsi makanan pedas;
  • Membatasi minuman beralkohol dan berkafein;
  • Mengonsumsi air yang cukup setiap harinya;
  • Berolahraga secara rutin;
  • Mengurangi stres karena gejala dapat memburuk saat stres melanda. Lakukan olahraga ringan atau melakukan teknik relaksasi pernapasan dan otot untuk meredakan stres.

Baca juga: Kapankah Operasi Dianjurkan pada Pengidap Kolitis Ulseratif?

Kolitis Ulseratif Bisa Sebabkan Periode Remisi

Periode remisi kolitis ulseratif terjadi saat seseorang hanya merasakan gejala yang ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Periode remisi dapat diikuti dengan munculnya kembali gejala, yang disebut periode relaps. Selama periode relaps, pengidapnya juga mengalami beberapa gejala lain, seperti: 

  • Sariawan;
  • Mata merah;
  • Nyeri dan bengkak pada sendi.

Pada kasus yang cukup parah, pengidapnya bisa alami jantung yang berdebar hingga sesak napas. Jika kamu mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc.

Dokter akan senantiasa membantumu untuk memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan. Jika diperlukan, kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Kolitis Ulseratif?

Sayangnya, penyebab kolitis ulseratif belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini diduga dipicu oleh respons sistem kekebalan tubuh yang secara keliru malah menyerang sel-sel sehat di saluran pencernaan. Alhasil, pengidapnya mengalami peradangan dan luka di dinding dalam usus besar.

Beberapa hal bisa memicu seseorang alami kolitis ulseratif seperti infeksi virus atau stres. Bisa juga akibat penggunaan pil KB, obat antiinflamasi non steroid (OAINS), atau antibiotik. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ada kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi, misalnya: 

  • Berusia di bawah 30 tahun. Meski begitu, beberapa orang baru terserang ulseratif kolitis setelah usianya di atas 60 tahun.
  • Memiliki riwayat ulseratif kolitis dalam keluarga, mencakup orang tua, saudara kandung, atau sepupu.

Baca juga: Mengidap Kolitis Ulseratif, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Langkah Pengobatan

Kolitis ulseratif juga termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan juga mesti tetap dilakukan untuk meringankan gejala. Penanganan penyakit ini juga penting untuk mencegah kambuhnya gejala. Ada beberapa langkah-langkah pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Pemberian obat untuk mengurangi peradangan,
  • Pemberian obat untuk menekan respons sistem kekebalan tubuh yang memicu peradangan,
  • Tindakan operasi, jika pengidap sering mengalami serangan parah yang tidak dapat ditangani dengan obat-obatan.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga dapat mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala. Caranya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak, perbanyak asupan cairan dan serat, mengonsumsi suplemen, batasi konsumsi produk susu, menghindari minuman keras dan rokok. Sebaiknya juga kelola stres dengan baik dan rutin berolahraga atau melakukan relaksasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ulcerative Colitis.
Healthline. Diakses pada 2020. What is Ulcerative Colitis?
WebMD. Diakses pada 2020. When Should I Call My Doctor About Ulcerative Colitis?