• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Antisosial pada Anak?

Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Antisosial pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Seiring bertambahnya usia anak, sebenarnya wajar jika ia menunjukkan perilaku sosial yang positif atau negatif. Jika bicara soal proses, itu adalah bagian dari tumbuh kembangnya. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah anak mengidap gangguan antisosial atau tidak?

Secara umum, orangtua memang perlu mewaspadai gejala gangguan antisosial, jika anak sering menunjukkan sikap memusuhi, tidak taat aturan, mencuri, kasar secara verbal atau fisik. Meski dapat dikelola dan diatasi, gangguan antisosial dapat menyebabkan masalah yang lebih parah jika dibiarkan hingga anak berusia dewasa. 

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

Mendeteksi Gangguan Antisosial pada Anak

Gangguan antisosial atau sosiopat adalah gangguan kepribadian yang ditunjukkan dengan sikap kurang menghargai benar dan salah, serta mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Pengidap gangguan ini cenderung memusuhi, memanipulasi, atau memperlakukan orang lain dengan kasar atau tak berperasaan. 

Mendeteksi gangguan antisosial pada anak sedini mungkin sangat penting, agar penanganan bisa segera dilakukan. Berikut ini gejala gangguan antisosial pada anak yang perlu diketahui:

1.Mudah Marah dan Agresif

Salah satu karakteristik yang menonjol dari anak-anak dengan gangguan antisosial adalah bahwa mereka tampaknya tidak memiliki perasaan. Mereka cenderung tidak menunjukkan perasaan mereka sendiri kecuali kemarahan, permusuhan, perilaku curang, agitasi, agresi atau kekerasan.

2.Impulsif

Anak dengan gangguan antisosial sering memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. Namun, orang di sekitarnya sering menyalahartikan perilaku impulsif ini sebagai sikap labil seorang anak.

Padahal, sebenarnya lebih dari sekadar labil. Perilaku impulsif anak dengan gangguan antisosial juga sering kali sembrono, dan membahayakan diri, serta orang lain di sekitarnya. 

Baca juga: Apakah Olahraga Dapat Meminimalisir Gangguan Kepribadian?

3.Memiliki Riwayat Kenakalan dan Tindakan Melawan Hukum

Bentuk perilaku antisosial pada anak yang parah dapat menyebabkan berbagai masalah dalam aspek sosial, seperti putus sekolah, dan kesulitan mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang disekitarnya. 

Orangtua perlu waspada jika anak memiliki riwayat kenakalan dan tindakan melawan hukum, seperti bolos sekolah, mencuri dengan sengaja, merusak barang atau properti di ruang publik. Jika tidak ditangani secepat mungkin, anak dengan gangguan perilaku antisosial tidak dapat terlepas dari tindak kriminal dan mungkin pada saat dewasa akan dengan mudah melakukan kejahatan.

4.Kurangnya Empati dan Penyesalan

Gangguan antisosial juga membuat kurangnya empati dan hati nurani pada anak. Hal ini ditunjukkan dengan mengabaikan serta menyalahgunakan wewenang dan hak-hak orang lain. Selain itu, mereka juga cenderung tidak menunjukkan rasa kepedulian terhadap perasaan atau penyesalan karena telah menyakiti orang lain.

Baca juga: Orangtua Berpotensi Memunculkan Gangguan Kepribadian Narsistik pada Anak

Itulah beberapa gejala gangguan antisosial pada anak, yang sebaiknya dideteksi sejak dini. Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog lewat chat atau buat janji dengan psikolog/psikiater di rumah sakit, agar bisa segera mendapatkan penanganan.

Perlu diketahui bahwa gangguan antisosial pada anak bisa diatasi. Jadi, jangan ragu untuk meminta bantuan ahli, jika merasa ada yang salah dengan tumbuh kembang anak. Justru semakin cepat gangguan dideteksi, maka semakin baik.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Antisocial Personality Disorder.
Psych Central. Diakses pada 2020. Symptoms of Antisocial Personality Disorder in Children.
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. How to Identify and Treat Antisocial Behavior in Children.