Orangtua Berpotensi Memunculkan Gangguan Kepribadian Narsistik pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gangguan kepribadian narsistik, narsis

Halodoc, Jakarta - Apa yang menjadikan seseorang memiliki kepribadian narsistik sebenarnya belum diketahui penyebab pastinya. Namun, ada beberapa teori yang menjelaskan kenapa narsis bisa terjadi. Banyak orang yang berpikir bahwa narsis adalah campuran dari berbagai hal. Mulai dari bagaimana orang menangani stres, hingga bagaimana ia dibesarkan. Orangtua yang menghujani anak-anaknya dengan pujian tidak berujung, diperkirakan dapat menanamkan benih narsis pada anak.

Hal ini biasanya bisa diamati pada masa tumbuh kembang anak-anak hingga awal remaja. Pola asuh anak menjadi salah satu faktor yang cukup kuat dalam membentuk kepribadian narsistik. Ditambah lagi, hubungan antara anak dan orangtua juga memiliki peranan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian anak.

Baca juga: Jangan Salah Paham dengan Ekstrovert, Ini Faktanya

Faktor yang sering kali dihubungkan dengan perkembangan kepribadian anak ini adalah pola asuh anak. Di antaranya adalah terlalu memanjakan, mengekang terlalu berlebihan, memberikan pujian berlebih, terlalu keras memberikan hukuman, eksploitasi anak, penelantaran, serta kurangnya kasih sayang. Di samping itu, melakukan tekanan dalam bentuk emosional juga sering dikaitkan dengan pembentukan kepribadian narsistik ini.

Beberapa hal ini merupakan dampak pola asuh anak yang kurang tepat terhadap pembentukan gangguan kepribadian narsistik pada anak. Di antaranya adalah:

  1. Kelalaian orangtua dalam pola asuh anak. Orangtua menjadi tidak terikat atau tidak responsif terhadap pola asuh Si Kecil.

  2. Pola asuh anak yang mandiri memiliki garis tipis antara bersikap protektif dan terlalu protektif, cinta, dan obsesi tidak dipertahankan.

  3. Terlalu memanjakan Si Kecil. Memanjakan anak di masa kecilnya atau membuat anak menjadi anak emas di keluarga dapat memicu gangguan NPD di kemudian hari.

  4. Orangtua yang narsis dapat memengaruhi kondisi kejiwaan anak-anak mereka. Hal ini pun dapat memengaruhi  Si Kecil hingga tumbuh dewasa.

  5. Anak terlalu banyak mendapatkan kritik negatif. Kritik yang disampaikan pada Si Kecil membuat mereka selalu berpikiran buruk tentang dirinya sendiri.

Kegagalan orangtua dalam membangun sebuah hubungan sehat serta berempati dengan anak, sering kali dikaitkan dengan bentuk kepribadian ini. Inilah yang mengakibatkan anak mulai menganggap bahwa dirinya tidak berharga lagi, akibatnya anak enggan berhubungan baik dengan orang di sekitarnya. Akhirnya, keadaan tersebut membentuk pola pikiran bahwa kepribadiannya lah yang membuat orang lain tidak menerimanya.

Kondisi tersebut juga mendorong anak tumbuh menjadi orang yang bersikap egois dan tidak toleran akan kebutuhan dan saran dari orang lain. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui bagaimana melakukan pola asuh anak yang tepat.

Baca juga: Yuk, Tebak Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi

Jika Si Kecil memiliki gangguan kepribadian narsistik, orangtua bisa memberikan psikoterapi pada anak. Tindakan tersebut merupakan sebuah metode yang dapat membantu mengatasi gangguan kepribadian narsistik. Tujuannya adalah untuk membangun harga diri dan menuntun mereka untuk memiliki harapan yang lebih realistis.

Memang tidak ada obat untuk menghilangkan gangguan mental narsistik. Namun, jika ada gejala depresi dan kecemasan yang kadang berjalan beriringan dengan keadaan ini, maka penggunaan obat bisa dilakukan. Pengobatan dimaksudkan untuk mengatasi gejala yang mengiringi kondisi tersebut.

Apabila gejala depresi lebih dominan, maka pengidap akan diberikan obat antidepresan. Begitu pun jika kecemasan yang dominan, maka obat gangguan kecemasan akan diberikan.

Namun, pada anak-anak, para ahli menyarankan bahwa orang tua sebaiknya tidak terlalu memberikan banyak pujian. Akan lebih baik jika pujian diberikan sewajarnya saja. Sedangkan bagi orangtua yang kurang memperhatikan anaknya, luangkanlah waktu untuk memperhatikan anak. Dengan begitu, anak akan mengembangkan kepribadian andal dan dapat berguna bagi kehidupannya di masa yang akan datang.

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai gangguan kepribadian narsistik pada anak? Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi langsung dengan psikolog atau psikiater. Diskusi dengan psikiater atau psikolog di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!