• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Mengatasi Gangguan Kepribadian Paranoid?

Bagaimana Mengatasi Gangguan Kepribadian Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian paranoid merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan sikap tidak percaya pada orang lain dan rasa curiga yang berlebihan tanpa disertai dengan alasan yang jelas. Gangguan ini lebih banyak dialami oleh pria ketimbang wanita dan sudah dapat terlihat sejak anak-anak atau remaja. 

Proses mengatasi gangguan kepribadian paranoid sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu psikoterapi dan obat-obatan. Dalam kasus yang parah, proses pengobatan dapat sekaligus dilakukan secara bersamaan. Apapun tindakan yang digunakan akan disesuaikan dengan intensitas gejala yang muncul pada pengidap. Berikut kedua langkah mengatasi gangguan kepribadian paranoid!

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Gangguan Paranoid

Mengatasi Gangguan dengan Psikoterapi

Psikoterapi merupakan salah satu langkah yang digunakan untuk mengatasi gangguan kepribadian paranoid. Terapi ini dilakukan untuk menekan gejala yang muncul. Berikut berbagai macam terapi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kepribadian paranoid:

1.Terapi Keluarga

Keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam kesembuhan gangguan mental pada seseorang. Keluarga berperan sebagai pemberi dukungan bagi pengidap, sehingga terapi pengobatan yang diberikan akan lebih efektif.

2.Psikoterapi 

Psikoterapi ini dilakukan dengan membantu pengidap mengenali diri sendiri dan gejala yang dialami. Dengan mengenali gejala yang muncul, pengidap diharapkan dapat mengendalikan pikiran yang tidak seharusnya muncul.

3.Terapi Perilaku Kognitif

Bukan hanya terapi guna memahami diri sendiri saja yang diberikan, dokter juga akan memberikan terapi perilaku kognitif guna mengajarkan pengidap untuk mengubah pola pikirnya, sehingga mereka tidak terus-menerus merasa cemas, takut, dan curiga.

Pengidap kondisi ini lebih suka menyendiri dan menarik diri dari interaksi sosial karena selalu merasa curiga dikhianati, dibohongi, atau merasa orang lain tidak dapat dipercaya. Intinya, pengidap tidak dapat membangun kepercayaan terhadap orang lain. Kondisi ini akan sangat menyulitkan pengidap untuk melakukan sejumlah langkah pengobatan.

Baca juga: Pasangan Miliki Gangguan Paranoid, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Mengatasi Gangguan dengan Obat-Obatan

Langkah mengatasi gangguan kepribadian paranoid bukan hanya dilakukan dengan psikoterapi saja, tetapi juga menggunakan obat-obatan. Obat-obatan ini biasanya diberikan dokter bagi pengidap yang juga mengalami depresi, cemas, halusinasi, delusi, linglung, dan tidak dapat membedakan mana hal yang nyata atau sekedar halusinasi belaka. Berikut ini sejumlah obat yang biasanya dikonsumsi pengidap gangguan kepribadian paranoid:

1.Antipsikosis Atipikal

Obat ini bekerja dengan menghambat serotonin dalam otak. Serotonin sendiri merupakan zat kimia pada otak yang terlibat dalam munculnya gejala paranoid. 

2.Antipsikosis Konvensional

Obat ini bekerja dengan menghambat dopamin dalam otak. Dopamin sendiri merupakan hormon di tubuh yang berkaitan dengan rasa bahagia dan senang.

Selain kedua jenis tersebut, dokter juga biasa memberikan obat penenang bagi pengidap yang mengalami gangguan tidur atau rasa cemas yang berlebihan. Obat depresi juga diberikan bagi pengidap yang mengalami depresi. Jika diberikan dalam jadwal dan dosis yang sesuai, pengidap memiliki kemungkinan besar untuk pulih. 

Baca juga: Gangguan Paranoid Sebabkan Rasa Curiga Tanpa Alasan

Selain tidak memiliki rasa curiga pada orang lain, pengidap juga akan memiliki sejumlah gejala, seperti tidak bisa menerima kritikan, sulit memahami perasaan sendiri, mudah terisolasi, cepat marah, memusuhi orang lain tanpa alasan yang jelas, keras kepala, suka berargumen, serta selalu merasa dirinya paling benar. 

Jika memiliki sejumlah gejalanya, segera temui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat untuk mengatasi sejumlah gejala yang muncul dengan langkah penanganan yang tepat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kemungkinan pengidap untuk sembuh akan semakin tinggi.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Verywell Mind. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.