• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Penanganan untuk Atasi Listeriosis?

Bagaimana Penanganan untuk Atasi Listeriosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah listeriosis sebelumnya? Kondisi ini merupakan penyakit infeksi berbahaya yang terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri yang biasanya hidup dalam daging yang kurang matang atau produk susu. Listeriosis memang menjadi salah satu infeksi berbahaya, tetapi jarang terjadi.

Meski dapat menginfeksi siapa saja yang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, ibu hamil dan anak kecil akan lebih berisiko mengalaminya. Jika dialami oleh ibu hamil, infeksi tersebut dapat memicu kelahiran prematur, keguguran, bahkan kematian janin saat lahir. Saat bakteri menginfeksi janin, bayi bisa saja mengidap sakit keras setelah lahir.

Baca juga: 4 Gejala yang Muncul saat Alami Listeriosis


Begini Langkah Penanganan Listeriosis 

Seperti pada penjelasan sebelumnya, penyebab utama kondisi ini adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri yang bernama Listeria monocytogenes. Bakteri ini bertahan hidup dalam tanah atau tumbuhan yang dipupuk dengan pupuk kandang. Bakteri ini juga dapat hidup pada daging mentah, serta produk susu dan olahannya.

Selain ibu hamil dan anak-anak, penyakit ini akan lebih rentan dialami oleh seseorang yang berusia di atas 65 tahun, mengidap penyakit AIDS, diabetes, penyakit ginjal, serta sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Salah satu pengobatan terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan mengonsumsi antibiotik.

Pengobatan dengan antibiotik biasanya dilakukan selama 2 minggu, dan diberikan dengan cara disuntikkan langsung ke dalam aliran darah. Pengidap dengan faktor risiko yang telah disebutkan kemungkinan akan memerlukan perawatan yang lebih lama karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah. 

Di tahap awal penanganan listeriosis, biasanya dokter akan menanyakan tentang gejala-gejala yang dialami guna memastikan jika kamu memang mengidap infeksi listeria. Jika kurang meyakinkan, kamu perlu menjalani serangkaian tes, seperti tes darah dan sumsum tulang belakang guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Baca juga: Inilah yang Perlu Diketahui Tentang Listeriosis

Sebelum proses penanganan listeriosis dilakukan, jangan lupa untuk memberitahu dokter jika kamu tengah mengonsumsi obat-obatan tertentu. Setelah proses pengobatan tersebut dilakukan, beritahu dokter jika kamu masih memiliki gejala setelah mengonsumsi berbagai macam obat yang diresepkan. 

Mencegah penyakit ini sebenarnya mudah dilakukan, kamu hanya perlu memasak dengan tingkat kematangan yang pas, mencuci buah-buahan dan sayur-sayuran sebelum makan, serta mencuci tangan dan peralatan dapur dengan sabun dan air panas setelah makan, terutama setelah alat digunakan sebagai tempat penyimpanan daging mentah dan makanan olahan.

Baca juga: Inilah Tanda-Tanda Munculnya Listeriosis


Gejala Listeriosis yang Perlu Diperhatikan

Gejala listeriosis yang tampak akan meliputi demam, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun, jika bakteri sudah masuk ke dalam sistem saraf, gejala yang telah disebutkan akan bertambah parah. Gejala akan ditambah dengan sakit kepala, leher kaku, kejang-kejang, kehilangan keseimbangan, atau merasa linglung. 

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika kamu mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala parah, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, mual, atau diare setelah mengonsumsi sejumlah makanan yang telah disebutkan. 

Penanganan pada pengidap listeriosis tergantung dari intensitas gejala yang muncul, serta status kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika tanda dan gejala yang dialami berada dalam intensitas yang ringan, maka penanganan khusus tidak dibutuhkan. Pengidap hanya membutuhkan banyak istirahat dan pemantauan dari dokter secara rutin.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Listeria (Listeriosis).
WHO. Diakses pada 2020. Listeriosis.