• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahayakah Bradikardia yang Terjadi Tanpa Disadari?

Bahayakah Bradikardia yang Terjadi Tanpa Disadari?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Bradikardia adalah sebutan untuk kondisi saat jantung berdetak lebih lambat dari biasanya. Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Namun, jika melambatnya detak jantung disertai gangguan irama jantung, maka ini cukup berbahaya dan berdampak pada kinerja organ dan jaringan tubuh lain karena tidak terpenuhi pasokan darahnya.

Untuk mengetahui apakah kamu memiliki detak jantung yang normal atau tidak, kamu bisa mengeceknya secara tidak langsung dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama 1 menit. Namun, untuk mengetahui secara akurat, maka perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Detak jantung normal seseorang bisa berbeda-beda, tergantung usia. Pada anak biasanya terjadi 80-110 detakan dalam satu menit, sementara orang dewasa sebanyak 60-100 kali dalam satu menit. 

Baca juga: Hati-Hati, Gangguan Jantung Bradikardia Sebabkan Komplikasi Ini

Lantas, Apa Penyebab Bradikardia?

Sesuatu yang mengganggu impuls listrik pengontrol tempo detak jantung biasanya yang menjadi penyebab bradikardia. Banyak hal yang bisa menyebabkan gangguan tersebut, yaitu: 

  • Kadar elektrolit di dalam tubuh yang tidak seimbang;

  • Kerusakan jaringan jantung akibat usia, serangan jantung, atau penyakit tertentu;

  • Tekanan darah yang terlalu tinggi atau hipertensi;

  • Kelainan jantung saat lahir;

  • Infeksi pada jaringan jantung;

  • Komplikasi saat pembedahan jantung;

  • Gangguan napas berulang saat tidur;

  • Penyakit inflamasi, seperti demam rematik atau lupus;

  • Penimbunan zat besi pada organ tubuh;

  • Efek samping obat-obatan;

  • Gangguan pada noda sinus, sumber kelistrikan jantung;

  • Blok jantung, yaitu terganggunya aliran listrik yang mengendalikan denyut jantung.

Baca juga: 4 Olahraga untuk Membuat Jantung Lebih Prima

Gejala Bradikardia

Jika bradikardia sampai menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh dan otak tidak tercukupi, maka seseorang merasakan gejala, yaitu: 

  • Gangguan ingatan;

  • Napas pendek atau sesak napas;

  • Sulit berkonsentrasi;

  • Sakit pada dada;

  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik.

Nah, saat kamu mulai merasakan kesulitan bernapas atau beberapa gejala lain di atas, segera temui dokter di rumah sakit terdekat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dokter dengan lebih mudah. 

Pengobatan Bradikardia

Secara umum, pengobatan bradikardia disesuaikan dengan penyebabnya. Apabila melambatnya detak jantung terjadi karena kondisi seperti hipotiroidisme, maka dokter memberikan terapi yang sesuai untuk mengobati kondisi tersebut. Jika bradikardia terjadi akibat efek samping obat-obatan, maka dokter menghentikan pengobatan dan mengganti jenis obat atau dengan menurunkan dosis obat.

Jika tidak ada perbaikan kondisi, atau kondisi pasien semakin memburuk dan berisiko tinggi membahayakan otak serta organ tubuh lain, maka dokter jantung menganjurkan penggunaan alat pacu jantung. Dokter akan menanamkan alat kecil di dalam dada yang berfungsi sebagai pengirim sinyal listrik ke jantung. Dengan begini, detak jantung dapat lebih cepat.

Langkah Pencegahan Bradikardia

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan guna mencegah bradikardia, yaitu: 

  • Berolahraga dan menjalani diet yang sehat;

  • Mengontrol berat badan ideal;

  • Menjaga tingkat tekanan darah dan kadar kolesterol;

  • Berhenti merokok;

  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan;

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang;

  • Menghindari stres;

  • Melakukan pemeriksaan jantung secara rutin.

Baca juga: Ketahui Dampak Bradikardia pada Lansia

Itulah bahaya dari bradikardia yang kerap terjadi tanpa gejala. Jika kamu masih membutuhkan informasi mengenai penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan. 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2019. Bradycardia: Slow Heart Rate.
WebMD. Diakses pada 2019. What is Bradycardia?