• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Banyak Konsumsi Minuman Ringan Bersoda Picu Sakit Kepala?

Banyak Konsumsi Minuman Ringan Bersoda Picu Sakit Kepala?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Minuman bersoda masih cukup digandrungi hingga kini. Rasanya yang manis, sensasi soda yang membuat lidah dan mulut seperti semriwing ini yang dicari. Bahkan, beberapa orang mengatakan bahwa soda mampu meredakan migrain ketika dikonsumsi langsung. Namun, sisanya beranggapan bahwa soda yang menyebabkan mereka mengalami sakit kepala. Mengapa demikian?

Ternyata, ini ada hubungannya dengan kandungan kafein pada minuman bersoda. Ketika kamu mengalami sakit kepala, kadar adenosin, bahan kimia yang ditemukan secara alami di otak memiliki kadar yang lebih tinggi dari batasan normal. Nah, kafein dapat menurunkan kadar adenosin, sehingga meredakan sakit kepala yang kamu rasakan. Inilah yang membuat kafein dijadikan salah satu bahan untuk membuat obat sakit kepala. 

Bisakah Soda Menyebabkan Sakit Kepala?

Studi yang yang diterbitkan dalam Journal of Headache and Pain menemukan, obat sakit kepala yang mengandung kafein ternyata lebih efektif untuk banyak orang dibandingkan dengan obat sakit kepala yang tidak mengandung kafein. Kafein juga membantu tubuh menyerap obat lain lebih cepat. Inilah mengapa ada banyak obat sakit kepala yang beredar di pasaran. 

Baca juga: Minum Kopi Bisa Masuk UGD, Ini Takaran Tepatnya

Kamu mungkin mengira konsumsi minuman kafein, baik dalam kopi maupun soda bisa membantu mencegah maupun mengurangi sakit kepala. Namun, kamu seharusnya tidak bergantung pada kafein ini setiap hari. Pasalnya, tubuh bisa menjadi terbiasa dengan kafein yang dikonsumsi sehingga tidak lagi efektif. Dampaknya mungkin masih terasa jika kamu mengonsumsinya hanya satu atau dua kali dalam satu minggu. 

Namun, alasannya bukan hanya itu. Memang, sejumlah kecil kafein bisa membantu mengurangi sakit kepala. Faktanya, konsumsi kafein yang terlalu banyak bisa membuat kamu mengalami sakit kepala, ini termasuk yang terkandung dalam minuman bersoda. Danielle Wilhour, MD, seorang asisten profesor Neurologi Divisi Sakit kepala di University of Colorado Anschutz Medical Campus menyarankan agar membatasi asupan kafein tidak lebih dari 200 miligram dalam sehari. 

Baca juga: Sering Minum Soda? Hati-Hati Bahaya Ini

Kalau kamu terbiasa mengonsumsi kafein dan tiba-tiba melewatkannya dalam satu hari, kamu mengalami kondisi yang dinamakan sakit kepala penarikan kafein. Kamu mungkin merasa lelah, mengantuk, dan kepala terasa. Jadi, jika kamu merasa minuman bersoda ini membuat kamu mengalami sakit kepala, hentikan konsumsinya secara perlahan, tidak dalam satu penarikan yang signifikan atau mendadak. Hal ini lebih efektif dan mengurangi dampak sakit kepala mendadak akibat penarikan yang dilakukan. 

Bahaya Lain Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Minuman Bersoda

Selain bisa membuat sakit kepala, masih ada banyak bahaya lain yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi minuman bersoda dalam kadar yang berlebihan. Kandungan gulanya yang tinggi memicu pertambahan berat badan secara signifikan, turut berisiko pula penyakit diabetes tipe 2. Kandungan gula ini pun berbahaya terhadap kesehatan ginjal, terlebih jika kamu tidak mengimbanginya dengan cukup air putih. 

Baca juga: Usai Makan, Hindari 5 Minuman Tidak Sehat Ini

Sakit kepala memang membuat kamu merasa tidak nyaman dan menghambat kelancaran aktivitas. Kalau ingin tahu solusi terbaik mengatasi sakit kepala, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa menunggu lama, dokter akan membantu menjawab keluhan yang kamu rasakan. 

Referensi: 
Livestrong. Diakses pada 2020. Soda for Migraines? Why It’s a Cure for Some and a Curse for Others.
Business Insider. Diakses pada 2020. The Evidence is Mounting Against Diet Sodas.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Sugar-sweetened beverages and risk of metabolic syndrome and type 2 diabetes: a meta-analysis.