• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bau Mulut saat Puasa, Apa yang Salah?

Bau Mulut saat Puasa, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ketika menjalankan ibadah puasa, tubuh akan beradaptasi dalam menerima pola makan yang baru. Selain lemas dan lapar, beberapa masalah kesehatan bisa muncul saat puasa. Salah satunya adalah bau mulut. Masalah bau mulut saat puasa ini dapat dialami oleh hampir setiap orang dan kadang membuat rasa percaya diri turun. Apa sebenarnya yang menyebabkan masalah bau mulut muncul saat puasa, ya?

Penyebab utama bau mulut muncul saat puasa adalah soal produksi air liur. Tepatnya, karena produksi air liur dalam mulut berkurang akibat tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh selama puasa. Sebab, air liur merupakan cairan pembersih alami yang mengandung enzim untuk mencerna serat dan glikoprotein untuk melindungi mukosa mulut. Selain itu, air liur juga berfungsi sebagai sistem imun untuk menghadang bakteri dan virus yang masuk melalui mulut.

Baca juga: Agar Tidak Bau Mulut, Cegah dengan Cara Ini

Berbagai Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Seperti dikatakan sebelumnya, karena produksi air liur berkurang, rongga mulut akan kering dan menjadi tempat yang baik untuk berkembangnya koloni bakteri dalam lidah, gigi dan mulut. Hal itulah yang menimbulkan bau mulut yang kurang sedap. Namun sebenarnya, penyebab bau mulut saat puasa tidak hanya karena kekurangan cairan, lho. 

Bau mulut saat puasa juga bisa terjadi karena masalah kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mulut dengan rutin menyikat gigi. Sebab, sisa-sisa makanan yang menumpuk di permukaan lidah, gusi, dan di antara gigi bisa jadi tempat berkumpulnya bakteri untuk berkembang biak, sehingga memicu bau mulut.

Selain hal-hal tadi, bau mulut saat puasa juga bisa terjadi karena masalah kesehatan pencernaan. Meski dalam keadaan puasa, cairan pencernaan akan tetap diproduksi. Nah, kondisi itu kemudian memengaruhi lapisan perut sehingga mengakibatkan timbulnya bau busuk seperti bau makanan basi. Selain itu, proses metabolisme yang mengandalkan cadangan lemak dalam tubuh selama puasa, juga dapat melepaskan bahan kimia berupa keton yang keluar bersamaan dengan keluarnya napas. Hal inilah yang menambah aroma mulut jadi tidak segar selama puasa.

Baca Juga: 4 Masalah Kecantikan yang Muncul Saat Puasa

Kiat Mengatasi Bau Mulut saat Puasa

Meski banyak hal yang menyebabkan bau mulut saat puasa, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga selama puasa, dan kamu bisa tampil percaya diri, berikut cara mudah untuk mengusir bau mulut:

1. Menggunakan Obat Kumur

Menyikat gigi saja terkadang tidak menjamin kondisi rongga mulut bersih seluruhnya. Hal ini karena sikat gigi tidak bisa menjangkau seluruh sela-sela gigi. Akibatnya, bakteri dan sisa-sisa makanan tidak bersih dengan sempurna. Alternatifnya, gunakanlah obat kumur antibakteri setelah selesai sahur untuk memaksimalkan proses pembersihan seluruh sela-sela gigi atau rongga mulut.

2. Minum Air yang Cukup Saat Sahur dan Berbuka

Agar kesehatan gigi dan mulut terjaga, penting untuk memastikan asupan air putih yang cukup, saat sahur dan berbuka. Sedikit tips, cobalah untuk meminum setidaknya dua atau tiga gelas air putih setelah sahur. Tepatnya menjelang waktu imsak tiba. Minum air putih yang cukup bisa menjaga agar mulut tidak terlalu kering, sehingga bau mulut dapat dicegah.  

Baca Juga: 7 Tips Cegah Bibir Kering Saat Puasa

3. Bersihkan Lidah

Selain gigi, kebersihan lidah juga harus selalu dijaga selama berpuasa, lho. Sebab, lidah juga bisa menjadi tempat menempelnya sisa-sisa makanan. Cara membersihkan lidah cukup mudah, kamu bisa menggunakan pembersih lidah setidaknya dua kali dalam sehari untuk menghilangkan bakteri dan plak yang bisa menimbulkan bau mulut.

Itulah beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengusir bau mulut saat puasa. Jika setelah mencoba berbagai tips tadi bau mulut tak kunjung hilang, kamu bisa coba download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter lewat chat. Dokter mungkin akan memberi tips lain untuk mengurangi bau mulut, atau meresepkan obat dan vitamin.

Referensi:
General Dentistry 63(4), pp. 61-6. Diakses pada 2020. Ramadan Fasting and Dental Treatment Considerations: A Review. 
Journal of Natural Science, Biology and Medicine. 4(1), pp. 14–23. Diakses pada 2020. Halitosis: From Diagnosis to Management. 
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Bad Breath.
Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Bad Breath.
Healthline. Diakses pada 2020. Bad Breath (Halitosis).